Karakteristik Bahan Ajar

Karakteristik Bahan Ajar

1. Tipe isi bidang studi
Regeluth dan Merrill (1979) mengaalisis isi bidang studi menjadi 4, yang disebutnya sebagai konstruk isi bidang studi, yaitu:
a. Fakta
b. Konsep
c. Prinsip
d. Prosedur
Fakta: asosiasi satu ke satu antara obyek, peristiwa, atau simbul yang ada, atau mungkin ada, di dalam lingkungan riil atau imajinasi. Mislnya; Jakarta ibukota Republik Indonesia.
Konsep: sekelompok obyek, peristiwa atau simbul yang memiliki karakteristik umum yang sama dan yang diidentifikasi dengan nama yang sama. Misal konsep tentang binatang
Prinsip: hubungan sebab akibat antara konsep-konsep: mislnya: prinsip penawaran dan permintaan dalam ekonomi.
Prosedur: urutan langkah-langkah untuk mencapai tujuan, pemecahan maslah tertentu, atau membuat sesuatu.
Misalnya, prosedur penelitian.

Di samping hasil terhadap isi bidang studi, Merrill (1983) mengemukakan hasil analisisnya terhadap tingkat unjuk-kerja peserta didik, diklasifikasikan menjadi 3 yaitu:
a. Mengingat
b. Menggunakan
c. Menemukan/mengemangkan

Mengingat: unjuk-kerja yang meneurut peserta didik melakukan penelusuran struktur ingatan agar dapat mengemukakan kebali konstruk-konstruk yang telah disimpan dalam ingatan.
Menggunakan: unjuk kerja yang menuntut peserta didik menerapkan suatu abstraksi pada kasus-kasus khusus.
Menemukan: unjuk kerja yang menuntut peserta didik menemukan atau mengembangkan abstraksi baru.

Apabila analisis tipe bidang studi dikombinasikan dengan hasil analisis tingkat u njuk kerja, maka akan terbentuk suatu matrik dua demensi isi unjuk kerja, seperti terlihat dalam diagram sebagai berikut:

2. Peristiwa Pembelajaran
Teori belajar pengolahan informasi mendeskripsikan bahwa tindakan belajar merupakan proses internal yang mencakup beberapa tahapan belajar. Gagne (1985) mengemukakan bahwa tahapan-tahapan ini dapat dimudahkan dengan menggunakan metode pembelajaran yang mengikuti urutan tertentu yang disebut peristiwa pebelajaran (the events of intruction). Peristiwa pembelajaran ini dibagi menjadi 9 tahapan, yang diasumsikan sebagai cara-cara eksternal yang berpotensi pendukung proses-proses internal dalam belajar. Hakekat suatu peristiwa pembelajaran berbeda tergantung pada kapabilitas apa yang diharapkan menjadi hasil pembelajaran.

Kondisi untuk belajar kapabilitas yang berbeda

Sembilan peristiwa pembelajaran yang dikembangkanoleh Gagne adalah:

1. Menarik perhatian
2. Memberitahukan tujuan pembelajaran kepada peserta didik
3. merangsang ingatan pada prasyarat belajar
4. Menyajikan bahan perangsang
5. Memberikan bimbingan belajar
6. Mendorong unjuk kerja
7. Memberikan balikan informatif
8. Menilai unjuk kerja
9. Meningkatkan retensi dan alih belajar

Daftar Rujukkan

Wina Sanjaya. 2007. Strategi Pembelajaran Standard Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.

Sudana Degeng, Nyoman. 1989. Ilmu Pengajaran Taksonomi Variable. Jakarta: Ditjen Dikti Depdikbud. Project Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan.

Atwi Suparman. Desain Instruksional. 2001. Jakarta: PAU Untuk Peningkatan dan Pengembangan Aktivitas Instruksional. Ditjen Dikti Depdiknas.

Gagne, Robert M, Leslie J., Briggs, and Walter W. Wagner. Principles of Intructional Design. Orlando: Harcourt Brace & Company, 1992.

Reigeluth, C.Mmerrill, M.D. 1977. Classes of Instructional Variables. Educational Technology.

Oleh: Dr. H. Karwono, M.Pd

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: