Rangsangan Dini Pada Panca Indera Dapat Tingkatkan Kecerdasan Anak

Salah satu cara meningkatkan kecerdasan anak adalah dengan merangsang (stimulasi) semua aspek sensorik (panca indera), karena stimulasi tersebut akan merangsang dan mengembang- kan bagian tertentu dari otak primitif yang disebut Reticular Activating System (RAS), kata seorang akademisi.

“RAS ini pintu masuk di mana kesan yang ditangkap setiap indera saling berkoordinasi sebelum diteruskan ke otak pikir. RAS merupakan wilayah di otak yang membuat kita mampu memusatkan perhatian,” kata staf pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Dr. Dwi Putro Widodo, SpA, di Jakarta, Minggu.

Dwi Putro Widodo, yang juga dokter spesialis konsultan neurologi anak di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta, mengemukakan hal itu pada acara seminar bertema “Tingkatkan Kecerdasan Anak Melalui Panca Indera” yang diselenggarakan oleh Huggies, sebuah perusahaan multinasional produsen popok dan “toiletries” (produk perawatan) bayi.

Dikatakannya bahwa stimulasi (rangsangan) pada semua aspek sensorik merupakan faktor sangat penting untuk kelangsungan hidup sel saraf dan proses sinapsis.

Menurut dia, rangsangan di masa kecil bisa mengubah ukuran dan fungsi otak. “Bila diberikan pada dua tahun pertama akan memberikan hasil paling besar dalam meningkatkan kecerdasan,” kata Dwi Putro.

Stimulasi yang diberikan yakni dengan merangsang cita rasa, daya rasa, dan daya pendengaran. Untuk merangsang cita rasa, antara lain dengan memperkenalkan makanan atau minuman dengan rasa manis terlebih dahulu, lalu secara perlahan-lahan memperkenalkan rasa pahit, asam dan asin.

Merangsang daya rasa yakni dengan memijat bayi, membelai, memeluk dan mencium sehingga merasa disayangi dan tenteram. Merangsang daya pendengaran antara lain dengan membacakan buku dongeng, menyanyikan lagu anak-anak serta memainkan permainan yangb mengeluarkan suara atau musik.

Dwi Putro mengatakan, selain penting bagi pertumbuhan intelejensia anak, pemberian stimulasi juga telah terbukti dapat memperkuat keterikatan emosional (“emotional bonding”) antara orang tua dan anak.

sumber:www.antara.co.id

Tag: , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: