<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Wong Solo</title>
	<atom:link href="http://supraptojielwongsolo.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://supraptojielwongsolo.wordpress.com</link>
	<description>Pasopati-JieL.Product.com (Alumni SMA N 1 Karanganyar, Solo)</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Feb 2011 01:39:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='supraptojielwongsolo.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Wong Solo</title>
		<link>http://supraptojielwongsolo.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://supraptojielwongsolo.wordpress.com/osd.xml" title="Wong Solo" />
	<atom:link rel='hub' href='http://supraptojielwongsolo.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Perbedaan Antara Pendidikan Dan Pengajaran</title>
		<link>http://supraptojielwongsolo.wordpress.com/2008/09/18/perbedaan-antara-pendidikan-dan-pengajaran/</link>
		<comments>http://supraptojielwongsolo.wordpress.com/2008/09/18/perbedaan-antara-pendidikan-dan-pengajaran/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 13:04:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>supraptojielwongsolo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Antara Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Dan Pengajaran]]></category>
		<category><![CDATA[Perbedaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://supraptojielwongsolo.wordpress.com/?p=159</guid>
		<description><![CDATA[2007-01-17 14:46 — firman Pengajaran dan pendidikan atau dalam bahasa arabnya taalim dan tarbiah adalah dua perkara penting di dalam membina manusia. Pengajaran dan pendidikan adalah dua perkara yang berbeda tetapi banyak orang yang tidak faham tentang kedua perkara ini. Pengajaran khusus ditujukan pada akal. Oleh karena itu mudah dan straight forward. Sedangkan pendidikan adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supraptojielwongsolo.wordpress.com&amp;blog=3583334&amp;post=159&amp;subd=supraptojielwongsolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><br />
<span class="submitted"><span lang="EN"> 2007-01-17 14:46 — firman</span></span><span lang="EN"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="EN">Pengajaran dan pendidikan atau dalam bahasa arabnya taalim dan tarbiah adalah dua perkara penting di dalam membina manusia. Pengajaran dan pendidikan adalah dua perkara yang berbeda tetapi banyak orang yang tidak faham tentang kedua perkara ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Pengajaran khusus ditujukan pada akal. Oleh karena itu mudah dan straight forward. Sedangkan pendidikan adalah pembinaan insan yang tidak saja melibatkan perkara fisik dan mental tetapi juga hati dan nafsu karena sesungguhnya yang dididik adalah hati dan nafsu. Oleh karena itu pendidikan lebih </span><span id="more-159"></span><span lang="SV">rumit dan susah. Kedua perkara ini harus kita fahami benar dalam membina insan. Keduanya diperlukan dalam pembinaan pribadi agar pandai berbakti pada Tuhan dan pada sesama manusia.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Pengajaran adalah proses belajar atau proses menuntut ilmu. Ada dosen, guru, ustadz yang mengajar atau menyampaikan ilmu kepada murid yang belajar. Hasilnya murid menjadi pandai, dan berilmu pengetahuan (‘alim). Pendidikan adalah proses mendidik yang melibatkan penerapan nilai-nilai. Di dalam pendidikan terdapat proses pemahaman, penghayatan, penjiwaan, dan pengamalan. Ilmu yang telah diperoleh terutama ilmu agama dicoba untuk difahami dan di hayati hingga tertanam dalam hati dan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain pendidikan menyangkut tentang akhlak.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Pendidikan antara lain adalah memperkenalkan Tuhan kepada manusia. Membersihkan hati insan dari sifat-sifat keji (mazmumah) dan mengisinya dengan sifat-sifat terpuji (mahmudah). Pendidikan juga adalah mengembalikan hati nurani manusia kepada keadaan fitrah yang suci dan bersih. Nafsu perlu dikendalikan supaya tidak cenderung kepada kejahatan dan maksiat tetapi cenderung kepada kebaikan dan ibadah.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Namun, kita tidak bisa mendidik saja tanpa memberi ilmu, dan begitu juga sebaliknya, kita tidak bisa memberi ilmu saja tanpa mendidik. Pengajaran tanpa pendidikan akan menghasilkan masyarakat yang pandai tetapi rusak akhlaknya atau jahat. Masyarakat akan maju di berbagai bidang dan kemewahan timbul dimana-mana tetapi akan timbul hasad dengki dimana-mana karena jiwa tiap insannya tidak hidup. Manusia menjadi individual, tidak berkasih sayang, dan kemanusiaan musnah. Manusia berubah identitas. Fisiknya saja manusia tetapi perangainya seperti setan dan hewan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Sebaliknya mendidik saja tanpa memberi ilmu akan menghasilkan individu yang baik tetapi tidak berguna di tengah masyarakat. Mendidik tanpa ilmu menyebabkan insan mempunyai jiwa yang hidup tetapi tidak ada ilmu untuk dijadikan panduan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Tetapi perlu dipahami bahwa tidak semua orang mampu mendidik. Ada orang yang berilmu banyak tetapi tidak mampu mendidik tetapi ada juga orang yang berilmu sedikit tetapi dapat mendidik. Karena peranan pengajaran ilmu hanya sedikit saja sedangkan selebihnya adalah peranan pendidikan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Manusia menjadi jahat bukan karena tidak tahu ilmu. Jumlah orang bodoh yang jahat hampir sama dengan jumlah orang pandai yang jahat juga. Bahkan orang pandai yang jahat lebih jahat dari pada orang bodoh yang jahat, karena orang yang pandai menggunakan kelebihan akal atau ilmunya untuk kejahatan. Manusia menjadi jahat adalah karena proses pendidikannya tidak tepat sehingga jiwanya tidak hidup.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Dalam mencari ilmu, seseorang bisa belajar dari beberapa guru karena hanya ilmu yang kita pelajari. Tetapi, dalam mendidik atau mencari pendidik, tidak bisa ada lebih dari seorang pendidik. Pendidik yang sesungguhnya adalah pemimpin, model, sekaligus contoh untuk diikuti. Kalau ada banyak pendidik maka ibarat seperti masakan yang dimasak oleh beberapa koki. </span><span lang="EN">Dia akan jadi rusak. “ Too many cooks spoil the brook”.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="EN">Kemudian dilihat dari segi ilmunya, tidak semua ilmu mempunyai nilai pendidikan. Ilmu agama khususnya ilmu fardlu ‘ain seperti ilmu mengenal Tuhan memang untuk mendidik. Sedangkan kebanyakan ilmu akademik seperti matematika, perdagangan, sejarah, ilmu alam dan lain-lain tidak dapat untuk mendidik dan sekedar untuk mengajar saja. Meskipun begitu, jika proses pendidikan berjalan dengan benar sehingga jiwa Tauhid hadir pada diri seseorang maka ilmu-ilmu akademik akan menambah keyakinannya dan akan menjadikannya semakin melihat betapa berkuasa dan Maha Hebatnya Tuhan.. Sebaliknya, bagi pelajar-pelajar yang kosong jiwanya dari mengenal Tuhan, ilmu-ilmu tersebut hanya akan melalaikan mereka karena mereka tidak mampu mengaitkan apa yang mereka pelajari dengan Tuhan.</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Dalam suatu proses membangun dan membina manusia, pengajaran dan pendidikan adalah perkara wajib. Namun pendidikanlah yang lebih diutamakan karena jika pendidikan tidak diutamakan maka akan terbangun masyarakat yang rusak dan merusakkan. Manusia akan menjadi musuh kepada manusia yang lain dan kepada Tuhannya.Didiklah manusia lebih dahulu sebelum mengajar mereka hingga pandai. Jadikan mereka berakhlak sebelum menjadikan mereka berilmu. Kenalkan Tuhan lebih dahulu sebelum mengenalkan alam semesta beserta ciptaanNya yang lain. Jadikan mereka sebagai hamba-hamba ALLAH lebih dahulu sebelum menjadikan mereka sebagai khalifahNya.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/supraptojielwongsolo.wordpress.com/159/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/supraptojielwongsolo.wordpress.com/159/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/supraptojielwongsolo.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/supraptojielwongsolo.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/supraptojielwongsolo.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/supraptojielwongsolo.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/supraptojielwongsolo.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/supraptojielwongsolo.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/supraptojielwongsolo.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/supraptojielwongsolo.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/supraptojielwongsolo.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/supraptojielwongsolo.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/supraptojielwongsolo.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/supraptojielwongsolo.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/supraptojielwongsolo.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/supraptojielwongsolo.wordpress.com/159/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supraptojielwongsolo.wordpress.com&amp;blog=3583334&amp;post=159&amp;subd=supraptojielwongsolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://supraptojielwongsolo.wordpress.com/2008/09/18/perbedaan-antara-pendidikan-dan-pengajaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7eda71c301da9403f0fb26d8a90c2b95?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">supraptojielwongsolo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Istilah Jaringan Komputer</title>
		<link>http://supraptojielwongsolo.wordpress.com/2008/09/17/istilah-jaringan-komputer/</link>
		<comments>http://supraptojielwongsolo.wordpress.com/2008/09/17/istilah-jaringan-komputer/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Sep 2008 14:47:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>supraptojielwongsolo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://supraptojielwongsolo.wordpress.com/?p=157</guid>
		<description><![CDATA[Jaringan : jaringan (network) adalah kumpulan dua atau lebih sistem komputer yang terhubung. Terdapat banyak jenis jaringan komputer: a. local-area network (LAN): komputer yang terhubung berada pada tempat yang berdekatan secara gografis (misalkan satu gedung). b. wide-area network (WAN): komputer yang terhubung berada pada tempat yang berjauhan dan dihubungkan dengan line telepon atau gelombang radio. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supraptojielwongsolo.wordpress.com&amp;blog=3583334&amp;post=157&amp;subd=supraptojielwongsolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jaringan :</strong> jaringan (<em>network</em>) adalah kumpulan dua atau lebih sistem komputer yang terhubung. Terdapat banyak jenis jaringan komputer:<br />
a. <em>local-area network</em> (LAN): komputer yang terhubung berada pada tempat yang berdekatan secara gografis (misalkan satu gedung).<br />
b. <em>wide-area network</em> (WAN): komputer yang terhubung berada pada tempat yang berjauhan dan dihubungkan dengan line telepon atau gelombang radio. selain itu, jaringan komputer dapat juga dikelompokan berdasar<span id="more-157"></span> kriteria di bawah ini:<br />
a. <em>topologi</em>: pengaturan keterhubungan antar sistem komputer. Terdapat bermacam-macam topologi seperti <em>bus, star,</em> dan <em>ring</em>.<br />
b. <em>protokol</em>: protokol mendefinisikan sekelompok aturan dan sinyal yang digunakan oleh komputer pada jaringan untuk berkomunikasi. Protokol LAN yang paling populer adalah <em>Ethernet</em>. Protokol LAN lain yang banyak digunakan adalah <em>IBM token-ring network</em>.<br />
c. <em>arsitektur</em>: jaringan dapat diklasifikasikan ke dalam arsitektur <em>peer-to-peer</em> atau <em>client/server</em>.</p>
<p class="MsoNormal"><strong>NIC :</strong> NIC <em>(network interface card)</em> adalah <em>expansion board</em> yang digunakan supaya komputer dapat dihubungkan dengan jaringan. Sebagian besar NIC dirancang untuk jaringan, protokol, dan media tertentu. NIC biasa disebut dengan LAN card (Local Area Network Card).</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Backbone : </strong>Backbone adalah saluran atau koneksi berkecepatan tinggi yang menjadi lintasan utama dalam sebuah jaringan.</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Bandwidth :</strong> Bandwidth menunjukan kapasitas dalam membawa informasi. Istilah ini dapat digunakan dalam banyak hal: Telepon, jaringan kabel, bus, sinyal frekuensi radio, dan monitor. Paling tepat, bandwidth diukur dengan putaran perdetik (<em>cycles per second</em>), atau hertz (Hz), yaitu perbedaan antara frekuensi terendah dan tertinggi yang dapat ditransmisikan. Tetapi juga sering digunakan ukuran bit per second (bps).</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Bridge :</strong> Bridge adalah peranti yang meneruskan lalu lintas antara segmen jaringan berdasar informasi pada lapisan data link. Segmen ini mempunyai alamat lapisan jaringan yang sama. Setiap jaringan seharusnya hanya mempunyai sebuah bridge utama.</p>
<p class="MsoNormal"><strong>DNS : </strong><span> </span>DNS (<em>domain name sistem</em>) adalah sistem yang menerjemahkan domain Internet, seperti www.microsoft.com menjadi alamat Internet, yaitu serangkaian nomor yang terlihat seperti 101.232.12.5. Istilah DNS berhubungan dengan konvensi untuk penamaan host pada Internet dan cara penangan nama-nama tersebut.</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Ethernet : </strong>Ethernet adalah protokol LAN yang dikembangkan oleh Xerox Corporation yang bekerjasama dengan DEC dan Intel pada tahun 1976. Ethernet menggunakan topologi bus atau star dan medukung transfer data sampai dengan 10 Mbps. Versi Ethernet yang lebih baru yang disebut 100Base-T (atau Fast Ethernet), mendukung transfer data sampai dengan 100 Mbps, dan versi terbarunya, Gigabit Ethernet, mendukung tranfer data sampai dengan 1 Gigabit per detik atau 1000 Mbps.</p>
<p class="MsoNormal"><a name="FastEthernet"><strong>Fast Ethernet</strong></a><strong> : </strong>Fast Ethernet seperti Ethernet biasa, namun dengan kecepatan transfer data yang lebih cepat, sampai dengan 100 mbps. Ethernet ini juga disebut 100BaseT.</p>
<p class="MsoNormal"><a name="Gateway"><strong>Gateway</strong></a><strong> : </strong>Istilah gateway merujuk kepada hardware atau software yang menjembatani dua aplikasi atau jaringan yang tidak kompatibel, sehingga data dapat ditransfer antar komputer yang berbeda-beda. Salah satu contoh penggunaan gateway adalah pada email, sehingga pertukaran email dapat dilakukan pada sistem yang berbeda.</p>
<p><strong>GPS : </strong>GPS (<em>Global Positioning System </em>) adalah sistem navigasi menggunakan 24 satelit MEO (<em>medium earth orbit</em> atau <em>middle earth orbit</em>) yang mengelilingi bumi dan penerima-penerima di bumi. Satelit mengorbit pada ketinggian sekitar 12.000 mil di atas bumi dan mampu mengelilingi bumi dua kali dalam 24 jam. Satelit GPS secara kontinu mengirimkan sinyal radio digital yang mengandung data lokasi satelit dan waktu pada penerima yang berhubungan. Satelit GPS dilengkapi dengan jam atom dengan ketepatan satu per satu juta detik. Berdasar informasi ini, stasiun penerima mengetahui berapa lama waktu yang digunakan untuk mengirim sinyal sampai ke penerima di bumi. Semakin lama waktu yang digunakan untuk sampai ke penerima, semakin jauh posisi satelit dari stasiun penerima. dengan mengetahui posisi satelit, penerima mengetahui bahwa satelit terletak pada posisi tertentu pada permukaan bola imaginer yang berpusat pada satelit. Dengan menggunakan tiga satelit, GPS dapat menghitung lintang dan bujur penerima berdasar perpotongan ketiga bola imaginer. Dengan menggunakan empat satelit, dapat juga ditentukan ketinggian. GPS dikembangkan dan dioperasikan oleh Departemen Pertahanan Amerika. GPS, asalnya dikenal dengan NAVSTAR (<em>Navigation System with Timing and Ranging</em>). Sebelum untuk keperluan yang lebih luas, GPS digunakan untuk menyediakan kemampuan navigasi sepanjang waktu dan dalam segala cuaca untuk militer darat, laut, dan angkatan udara. Disamping untuk navigasi dan penentuan posisi geografik, GPS dapat juga digunakan di antaranya untuk pemetaan, kehutanan, eksplorasi mineral, manajemen habitat liar, dan pengawasan perpindahan penduduk.</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Host : </strong>Host adalah sistem komputer yang diakses oleh pengguna yang bekerja pada lokasi yang jauh. Biasanya, istilah ini digunakan jika ada dua sistem komputer yang terhubung dengan modem dan saluran telepon. Sistem mengandung data yang disebut <em>host</em>, sedang sitem yang digunakan untuk mengases dari jarak jauh disebut <em>remote terminal</em>. Istilah <em>host</em> juga digunakan untuk menyebut komputer yang terhubung dengan jaringan TCP/IP, termasuk Internet. Setiap host mempunyai alamat IP yang unik. Selain itu, istilah <em>host</em> juga merujuk pada penyediaan infrastruktur layanan komputer. Sebagai contoh, banyak perusahaan yang menjadi host Web server, yang berarti bahwa perusahaan tersebut menyediakan hardware, software, dan saluran komunikasi yang dibutuhkan oleh server, tetapi isi server (data) dikendalikan oleh pihak lain.</p>
<p class="MsoNormal"><a name="ISP(InternetServiceProvider)"><strong>ISP (Internet Service Provider)</strong></a><strong> : </strong><a name="Internet">ISP (<em>Internet service provider</em>) adalah penyedia layanan Internet. Sebagian besar ISP mempunyai jaringan server (mail, berita, Web), router, modem yang dihubungkan dengan koneksi “backbone” Internet yang permanen dan berkecepatan tinggi. Pelanggan ISP dapat mendapatkan koneksi Internet dengan modem dan telepon. Untuk mengakses Internet pelanggan ISP harus melakukan <em>dial</em> ke jaringan dengan menekan nomor telepon tertentu milik ISP.</a></p>
<p class="MsoNormal"><span><strong>Internet</strong></span><strong> : </strong>Internet adalah jaringan global yang menghubungkan jutaan komputer. Sejak 1999 Internet telah memiliki 200 juta pemakai di seluruh dunia, dan jumlah ini meningkat cepat. Lebih dari 100 negara terhubung dengan Internet untuk menukar data, berita, dan informasi lainnya. Setiap komputer yang terhubung dengan Internet disebut <em>host</em>.</p>
<p><a name="ISDN"><strong>ISDN</strong></a><strong> : </strong>ISDN (<em>Integrated Services Digital Network</em>) adalah standard komunikasi internasional untuk pengiriman suara, video dan data melalui line telepon digital atau telepon kawat biasa. ISDN mempunyai kecepatan transfer data 64 Kbps. Sebagian besar saluran ISDN ditawarkan oleh perusahaan telepon yang memungkinkan dua saluran, yang disebut kanal B (<em>B channel</em>). Satu line dapat digunakan untuk suara dan yang lain untuk data lain dan keduanya mempunyai kecepatan transfer 128 Kbps. Versi awal ISDN menggunakan transmisi <em>baseband</em>. Versi lain ISDN, yaitu B-ISDN, menggunakan transmisi broadband dan dapat mendukung transmisi data dengan kecepatan 1,5 Mbps.</p>
<p><a name="Protocol(protokol)"><strong>Protocol (protokol)</strong></a><strong> :</strong><span> </span>Bahasa atau prosedur hubungan yang digunakan oleh satu sistem komputer dengan sistem lainnya sehingga antara keduanya dapat saling berhububngan. Untuk dapat berkomunikasi. Kedua system harus menggunakan protokol yang sama.</p>
<p><a name="PPP(PointToPointProtocol)"><strong>PPP (Point To Point Protocol)</strong></a><strong> :</strong><span> </span>Protokol TCP/IP yang memungkinkan hubungan antara host dengan jaringan dan antara router dengan router atau dapat pula digunakan untuk hubungan serial antara 2 system.</p>
<p><a name="Repeater"><strong>Repeater</strong></a><strong> :</strong><span> </span>Suatu perangkat yang dipasang di titik-titik tertentu dalam jaringan untuk memperbarui sinyal-sinyal yang di transmisikan agar mencapai kembali kekuatan dan bentuknya yang semula, guna memperpanjang jarak yang dapat di tempuh. Ini di perlukan karena sinyal-sinyal mengalami perlemahan dan perubahan bentuk selama transmisi.</p>
<p><a name="Router"><strong>Router</strong></a><strong> :</strong><span> </span>Suatu perangkat yang berfungsi menghubungkan suatu LAN ke suatu internetworking/WAN dan mengelola penyaluran lalu-lintas data di dalamnya.</p>
<p><a name="Routing"><strong>Routing</strong></a><strong> : </strong>Proses dari penentuan sebuah path yang di pakai untuk mengirim data ke tujuan tertentu.</p>
<p><a name="RJ-45"><strong>RJ-45</strong></a><strong> : </strong>RJ-45 (<em>Registered Jack-45</em>) adalah konektor delapan kabel yang biasanya digunakan untuk menghubungkan komputer ke sebuah <em>local-area network</em> (LAN), khususnya Ethernets. Konektor RJ-45 mirip dengan konektor RJ-11 yang digunakan dalam koneksi telepon, tetapi lebih besar.</p>
<p><a name="Server"><strong>Server</strong></a><strong> : </strong><span>S</span>uatu unit yang berfungsi untuk menyimpan informasi dan untuk mengelola suatu jaringan komputer.komputer server akan melayani seluruh client atau worstation yang terhubung ke jaringannya.</p>
<p class="MsoNormal"><a name="TCP/IP"><strong>TCP/IP</strong></a><strong> : </strong>TCP/IP <em>Transmission Control Protokol</em> adalah dua buah protokol yang dikembangkan oleh militer AS yang memungkinkan komputer pada jaringan dapat saling berhubungan. IP digunakan untuk memindahkan paket data antarsimpul. TCP dugunakan untuk memverifikasi pengiriman dari client ke server. TCP/IP adalah dasar internet dan dapat ditemukan pada semua system operasi modern, seperti Unix dan Windows.</p>
<p class="MsoNormal"><a name="Topologi"><strong>Topologi</strong></a><strong> : </strong>Dalam jaringan komputer <em>topologi</em> adalah bentuk pengaturan keterhubungan antar sistem komputer. terdapat bermacam-macam topologi seperti bus, star, ring.</p>
<p class="MsoNormal"><a name="UTP"><strong>UTP</strong></a><strong> : </strong>UTP (<em>Unshielded Twisted Pair</em>) adalah jenis kabel yang terdiri dari dua kawat tak terbungkus yang berpilin. Kabel UTP banyak digunakan pada local-area networks (LANs) dan sambungan telepon karena harganya lebih murah. Kabel UTP tidak sebaik kabel koaksial dan serat optik dalam hal penyediaan banwidth dan ketahanan terhadap interferensi.</p>
<p class="MsoNormal"><a name="VLAN"><strong>VLAN</strong></a><strong> : </strong>VLAN (<em>virtual local-area network</em>) adalah jaringan komputer yang seakan terhubung menggunakan kabel yang sama meskipun mungkin secara fisik berada pada bagian LAN yang lain. VLAN dikonfigurasi melalui software dan tidak hardware, yang membuatnya sangat fleksible.<br />
Salah satu keunggulan VLAN adalah jika sebuah komputer secara fisik dipindah ke lokasi lain, komputer tersebut tetap pada VLAN yang sama tanpa melakukan konfigurasi ulang hardware.</p>
<p class="MsoNormal"><a name="VPN"><strong>VPN</strong></a><strong> : </strong>VPN (<em>virtual private network</em>) adalah koneksi internet pribadi yang aman dan terenkripsi untuk menjamin bahwa hanya pengguna yang berhak yang dapat mengaksesnya dan trasfer data yang dilakukan tidak dapat diganggu.</p>
<p class="MsoNormal"><a name="VSAT"><strong>VSAT</strong></a><strong> : </strong>VSAT (<em>Very Small Aperture Terminal</em>) stasiun bumi yang digunakan pada satelit komunikasi sinyal data, suara, dan video, kecuali pemancaran televisi. VSAT terdiri dari dua bagian: sebuah <em>transceiver</em> yang diletakkan ditempat terbuka sehingga dapat secara langsung menerima sinyal dari satelit dan sebuah piranti yang diletakkan dalam ruangan untuk menghubungkan transceiver dan piranti komunikasi pengguna akhir(<em>end user</em>), seperti PC.<br />
Transceiver menerima dan mengirim sinyal ke transponder satelit diluar angkasa. Satelit mengirimkan dan menerima sinyal dari komputer stasiun bumi yang berfungsi sebagai <em>hub</em> sistem. Setiap pengguna yang saling terhubung dengan stasiun<em>hub</em> melewati satelit, membentuk topologi bintang. <em>hub</em> mengendalikan semua operasi pada jaringan. Semua transmisi untuk komunikasi antar pengguna harus melewati stasiun<em>hub</em> yang meneruskannya ke satelit dan kepengguna VSAT yang lain. VSAT dapat mengirimkan data sampai dengan kecepatan 56 Kbps.</p>
<p class="MsoNormal"><a name="WAN"><strong>WAN</strong></a><strong> : </strong>WAN <em>wide area network</em> adalah komputer yang terhubung berada pada tempat yang berjauhan dan hubungan dengan line telepon atau gelombang radio. <em>Lihat</em> juga LAN dan jaringan.</p>
<p class="MsoNormal"><a name="Wi-Fi"><strong>Wi-Fi</strong></a><strong> : </strong>Wi-Fi <em>Wireless Fidelity</em> adalah nama dagang resmi untuk IEEE 802.11b yang dibuat oleh Wireless Ethernet Compatibility Aliance (WECA). Istilah Wi-Fi menggantikan 802.11b seperti halnya istilah Ethernet menggantikan IEEE 802.3. Produk yang disertifikasi oleh WECA sebagai Wi-Fi dapat beroperasi bersama meskipun dibuat oleh perusahaan yang berbeda.</p>
<p class="MsoNormal"><a name="Workstation"><strong>Workstation</strong></a><strong> : </strong>Pada jaringan komputer, workstation adalah komputer yang terhubung dengan sebuah local-area network (LAN).<br />
Istilah workstation juga digunakan untuk menyebut komputer yang digunakan untuk aplikasi teknik (CAD/CAM), <em>desktop publishing</em>, pengembangan software, dan aplikasi lainnya yang membutuhkan tingkat komputasi dan kemampuan grafis yang cukup tinggi.<br />
Workstation biasanya terdiri dari layar grafik yang besar dengan revolusi tinggi, RAM minimal 64 MB, dukungan jaringan built-in, dan <em>graphical user interface</em>.<br />
Sebagian besar workstation juga mempunyai piranti penyimpanan seperti disk drive, tetapi jenis workstation khusus, yang disebut <em>diskless workstation</em>, tidak mempunyai disk drive. Sistem operasi yang banyak digunakan untuk workstation adalah UNIX dan windows NT. Seperti halnya PC, sebagian besar workstation adalah komputer <em>single user</em>, Meski demikian, workstation pada dasarnya dihubungkan dengan local area network, meskipun dapat juga sebgian sistem yang berdiri sendiri <em>stand alone</em>.</p>
<p class="MsoNormal"><a name="100BaseT"><strong>100BaseT</strong></a><strong> :</strong> 100BaseT adalah nama lain fast Ethernet yang mempunyai kecepatan transmisi sampai dengan 100 mbps. Jenis 100BaseT ini lebih mahal daripada 10BaseT dan lebih jarang digunakan pada <em>local area network</em> (LAN).</p>
<p class="MsoNormal"><a name="10Base2"><strong>10Base2</strong></a><strong> :</strong> 10Base2 adalah satu jenis standar Ethernet ( IEEE802.3) untuk lokal area network ( LAN ). Standard 10 Base-2 ( yang juga disebut Thinnet )menggunakan kabel koasial 50 ohm ( RG-58A/U ) dengan panjang maksimal 185 meter.kabel ini lebih kecil dan lebih flesibel daripada yang digunakan untuk standard 10 Base 5. Sistem 10 Base-2 beroperasi pada 10 Mbps dan menggunakan metode tranmisi baseband.</p>
<p class="MsoNormal"><a name="10Base5"><strong>10 Base5</strong></a><strong> :</strong> 10 Base-5 adalqh standard awal untuk Ethernet yang menggunakan kabel koasial. nama 10 Base5 didasarkan pada fakta bahwa kecepatan transfer data maksimum adalah 10 Mbps. menggunakan transmisi Baseband, dan panjang kabel maksimal adalah 500 meter. 10 Base5 juga disebut Thick Wire atau thick Net.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong>10BaseT :</strong> 10BaseT adalah jenis Ethernet yang paling umum. Nama tersebut menunjukan bahwa kecepatan transmisi maksimum adalah 10Mbps. 10BaseT menggunakan kabel tembaga dan merupakan card standard untuk menghubungkan komputer pada <em>lokal area network (LAN)</em></p>
<p class="MsoNormal">Sumber <a href="http://www.channel-11.net/">http://www.channel-11.net</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/supraptojielwongsolo.wordpress.com/157/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/supraptojielwongsolo.wordpress.com/157/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/supraptojielwongsolo.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/supraptojielwongsolo.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/supraptojielwongsolo.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/supraptojielwongsolo.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/supraptojielwongsolo.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/supraptojielwongsolo.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/supraptojielwongsolo.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/supraptojielwongsolo.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/supraptojielwongsolo.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/supraptojielwongsolo.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/supraptojielwongsolo.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/supraptojielwongsolo.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/supraptojielwongsolo.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/supraptojielwongsolo.wordpress.com/157/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supraptojielwongsolo.wordpress.com&amp;blog=3583334&amp;post=157&amp;subd=supraptojielwongsolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://supraptojielwongsolo.wordpress.com/2008/09/17/istilah-jaringan-komputer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7eda71c301da9403f0fb26d8a90c2b95?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">supraptojielwongsolo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenapa Guru perlu Nge-Blog?</title>
		<link>http://supraptojielwongsolo.wordpress.com/2008/09/16/kenapa-guru-perlu-nge-blog/</link>
		<comments>http://supraptojielwongsolo.wordpress.com/2008/09/16/kenapa-guru-perlu-nge-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 15:27:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>supraptojielwongsolo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Kenapa Guru perlu Nge-Blog?]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://supraptojielwongsolo.wordpress.com/?p=154</guid>
		<description><![CDATA[Blog menjadi fenomena belakangan ini, apalagi setelah seminar “Blogging, Journalism, and Credibility: Battleground and Common Ground” di Universitas Harvard, AS, pada Januari 2006. Dimana persaingan bloggers dan journalists sempat mengemuka, karena mengingat reportase dan jurnalisme blak-blakan dapat dilakukan lewat blog, sehingga tak jarang para jurnalis dari mainstream publication merasa tersaingi. Mengapa? Sebab, mereka kehilangan monopoli [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supraptojielwongsolo.wordpress.com&amp;blog=3583334&amp;post=154&amp;subd=supraptojielwongsolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Blog menjadi fenomena belakangan ini, apalagi setelah seminar <em>“Blogging, Journalism, and Credibility: Battleground and Common Ground</em>” di Universitas Harvard, AS, pada Januari 2006. Dimana persaingan bloggers dan journalists sempat mengemuka, karena mengingat reportase dan jurnalisme blak-blakan dapat dilakukan lewat blog, sehingga tak jarang para jurnalis dari mainstream publication merasa tersaingi. Mengapa? Sebab, mereka kehilangan monopoli dan</span><span id="more-154"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> kendali atas reportase suatu berita. Ini bukan hanya menyangkut cara reportasenya, tetapi juga dalam memilih apa yang cocok dan disukai publik, kata Eason Jordan, senior editor dan jurnalis dari CNN Network.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Power of Blog</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dalam konferensi para jurnalis di Universitas Harvard, terungkap enam pilar kunci yang membedakan blogging dengan saluran komunikasi lainnya. </span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;" lang="SV">Publishable</span></strong><span style="font-size:10pt;" lang="SV">. Anda dapat      langsung mem-posting berita. Mudah, murah, dan dapat dibaca di mana pun.</span><span lang="SV"> </span></li>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;" lang="SV">Findable</span></strong><span style="font-size:10pt;" lang="SV">. Mudah ditemukan      lewat situs pencari, berdasarkan subjek, nama penulis, atau keduanya. </span><span style="font-size:10pt;">Makin tambun suatu blog, makin digemari.</span></li>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;">Social</span></strong><span style="font-size:10pt;">.      Blogosphere cirinya adalah cuap-cuap. Percakapan yang menarik berdasarkan      topik beralih dari suatu situs ke situs web, nge-link dari suatu link ke      link lain. Melalui blog, mereka yang memiliki minat yang sama dapat      membangun network atau berita lintas geografi.</span></li>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;">Viral</span></strong><span style="font-size:10pt;">.      Informasi menyebar lebih cepat melalui blog dibanding news service. Saat      ini tak ada viral marketing yang dapat menyetarakan kecepatan dan      efisiensi suatu blog.</span></li>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;">Syndicatable</span></strong><span style="font-size:10pt;">. Content yang kaya mudah disindikasikan oleh siapa saja.      Bayangkan dunia penuh dengan orang pandai, dan, lewat media blog, ribuan      informasi yang tersebar dapat didapat.</span></li>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;">Linkable</span></strong><span style="font-size:10pt;">.      Setiap blog nge-link ke yang lain, memiliki akses ke puluhan juta orang      yang mengunjungi blogosphere setiap hari yang bercirikan komunikasi      internet dua arah. Media blog itu bak supermarket tabloid, demikian Dan      Gillmor, penulis buku We the Media.</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Mengingat kekuatan dari blog tersebut, saya berpikir kiranya seorang guru perlu nge-blog, kenapa? Karena blog adalah media yang paling OK disamping untuk menambah wawasan sekaligus untuk eksistensi diri.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Kok bisa? Tentu saja, sebab dalam blog bisa;</span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal">Menuliskan      apapun tentang kegiatan di sekolah seperti; menceritakan kegiatan belajar      yang menyenangkan bersama murid-murid, menceritakan inovasi dalam metode      mengajar yang memang menarik minat dan bisa jadi contoh bagi guru-guru      yang lain untuk dipraktekkan di kelas mereka, menuliskan uneg-uneg akan protes      kebijakan sekolah selain jadi bahan melepas stres juga bisa sebagai      ancang-ancang berargumen dengan kepala sekolah/kepala yayasan.</li>
<li class="MsoNormal">Bisa      menjadi cermin evaluasi diri karena tulisan-tulisan kita juga dikomentari      oleh berbagai orang dengan berbagai sudut pandang sehingga kita juga      belajar memahami berbagai karakter orang dan sudut pandang seseorang      menyikapi masalah.</li>
<li class="MsoNormal"><span lang="FI">Menguji kualitas tulisan-tulisan.      Posting sebuah tulisan di blog. Kalau banyak orang yang menyukainya, maka      sukses jadi penulis yang berbakat. Jika tak ada yang suka, berarti harus      belajar lebih giat lagi untuk membuat tulisan yang menarik. Intinya,      aktivitas blogging bisa menjadi sarana yang sangat jitu untuk mengevaluasi      kualitas dan kemampuan. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="FI">Bisa menjadi ajang sosialisasi dan      menyusun kekuatan opini apalagi dengan teknologi sindikasi berita, link      dan mesin pencari sekarang. </span></li>
<li class="MsoNormal">Siapa tahu      curhat, opini, dan protes-protes selama yang ditulis bisa jadi buku,      sekaligus jadi pendapatan sampingan juga kan?</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Pada pernyataan kesatu dan terakhir saya memberi perhatian lebih karena ketika saya bertemu <a href="http://www.torey-hayden.com/">Torey Hayden</a> (penulis novel Sheila) di Jakarta 9 September 2004 yang lalu, saya berpikir keras kenapa guru-guru di Indonesia tidak bisa mengikuti jejaknya? Saya pikir pasti bisa dan pasti akan banyak penulis-penulis yang memang berasal dari guru. Ternyata guru perlu media yang bisa menjadi ruang berkreasinya.</p>
<h2 style="text-align:justify;">APA ITU BLOG? <span lang="SV">(Sebuah Catatan Sebelum nge-Blog)</span></h2>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Sebuah Weblog , Web log atau singkatnya Blog , adalah sebuah aplikasi web yang memuat secara periodik tulisan-tulisan (posting) pada sebuah webpage umum. Posting-posting tersebut seringkali dimuat dalam urutan posting secara terbalik, meskipun tidak selamanya demikian. Situs web semacam itu biasanya dapat diakses oleh semua pengguna internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Media Blog pertama kali di populerkan oleh </span><a href="http://blogger.com/"><span lang="SV">Blogger.com</span></a><span lang="SV"> , yang dimiliki oleh PyraLab sebelum akhirnya PyraLab diakuisi oleh </span><a href="http://google.com/"><span lang="SV">Google.Com</span></a><span lang="SV"> pada akhir tahun 2002.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Blog mempunyai fungsi yang sangat beragam, dari sebuah catatan harian sampai dengan media publikasi dalam sebuah kampanye politik, program-program media dan korporasi. Sebagian blog dipelihara oleh seorang penulis tunggal, sementara sebagian lainnya oleh beberapa penulis. Banyak juga weblog yang memiliki fasilitas interaksi dengan para pengunjungnya, yang dapat memperkenankan para pengunjungnya untuk meninggalkan komentar atas isi dari tulisan yang dipublikasikan, namun demikian ada juga yang yang sebaliknya atau yang bersifat non-interaktif. Situs-situs web yang saling berkaitan berkat weblog, atau secara total merupakan kumpulan weblog sering disebut sebagai blogosphere . Bilamana sebuah kumpulan gelombang aktifitas, informasi dan opini yang sangat besar mengerupsi beberapa subyek atau sangat kontroversi dalam blogoshpere, maka hal itu sering disebut sebagai blogstorm atau badai blog.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Karena semakin banyaknya pengguna fasilitas blog dan seringnya para pengguna blog yang sering berkunjung ke blog lain, maka lazim dibentuk sebuah organisasi atau komunitas kumpulan blogger.</span></p>
<h2 style="text-align:justify;"><strong><span lang="SV">Sejarah Blog </span></strong></h2>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Blog pertama kemungkinan besar adalah halaman What’s New pada browser Mosaic yang dibuat oleh<em> Marc Andersen</em> pada tahun 1993. Kalau kita masih ingat, <em>Mosaic</em> adalah browser pertama sebelum adanya <em>Internet Explorer</em> bahkan sebelum <em>Netscape</em> . Kemudian pada Januari 1994, <em>Justin Hall</em> memulai website pribadinya <strong>Justin’s Home Page</strong> yang kemudian berubah menjadi<strong> Links from the Underground</strong> yang mungkin dapat disebut sebagai Blog pertama seperti yang kita kenal sekarang.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Hingga pada tahun 1998, jumlah Blog yang ada diluar sana belumlah seberapa. Hal ini disebabkan karena saat itu diperlukan keahlian dan pengetahuan khusus tentang pembuatan website, HTML, dan web hosting untuk membuat Blog, sehingga hanya mereka yang berkecimpung di bidang Internet, System Administrator atau Web Designer yang kemudian pada waktu luangnya menciptakan Blog-Blog mereka sendiri.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Pada Agustus 1999 sebuah perusahaan Silicon Valley bernama <strong><em>Pyra Lab</em></strong> meluncurkan layanan <strong>Blogger.com</strong> yang memungkinkan siapapun dengan pengetahuan dasar tentang HTML dapat menciptakan Blog-nya sendiri secara online dan gratis. Walaupun sebelum itu (Juli 1999) layanan membuat Blog online dan gratis yaitu <em><strong>Pitas</strong></em> telah ada dan telah membuat Blogger bertambah hingga ratusan, tapi jumlah Blog tidak pernah bertambah banyak begitu rupa sehingga Blogger.com muncul di dunia per-blog-an. Blogger.com sendiri saat ini telah memiliki hingga 100.000 Blogger yang menggunakan layanan mereka dengan pertumbuhan jumlah sekitar 20% per bulan. Blogger.com dan Pitas tentu tidak sendirian, layanan pembuat blog online diberikan pula oleh <em><strong>Grouksoup</strong></em>, <em><strong>Edit this Page</strong></em> dan juga <strong><em>Velocinews</em></strong>.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Sejak saat itu Blog kian hari kian bertambah hingga makin sulit untuk mengikutinya. Ribuan Blog kemudian bermunculan dan masing-masing memilih topik bahasannya sendiri, dimulai dari bagaimana menjadi orang tua yang baik, hobi menonton film, topik politik, kesehatan, sex, olahraga, buku komik dan banyak macam-macam lagi. Blog adalah daerah kekuasan si Blogger-nya tanpa ada editor atau boss yang ikut campur, tema segila apapun biasanya dapat kita temukan sejalan dengan makin bermunculannya Blog di Internet. Dan ya, ide itu telah terpikirkan, Blogger bahkan sekarang telah membuat Blog dari Blog, dan bahkan Blog dari Blog dari Blog.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Lalu apa gunanya membuat Blog? Apa yang mungkin didapatkan oleh seorang Blogger dalam usaha mengurus Blognya? <strong>Rabecca Blood</strong> menulis bahwa setelah ia membuat Blog-nya ada dua efek samping yang terjadi yang tidak ia perkirakan sebelumnya. Pertama ia menemukan kembali minatnya semenjak ia mulai membuat Blog. Dan hal kedua yang lebih penting, ia mulai lebih menghargai cara pandangnya sendiri.</span></p>
<h2 style="text-align:justify;"><strong>Kamus Singkat nge-Blog </strong></h2>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><strong>Blog</strong> adalah suatu diary online yang dibuat melalui internet atau web oleh      individu (perseorangan). Kebanyakan blog dipelihara oleh orang-orang yang      hanya sedikit tahu tentang desain website atau website development.</li>
<li class="MsoNormal"><strong>Blogger</strong> adalah seseorang yang mempunyai dan memelihara sebuah blog yang dibuatnya      sendiri .</li>
<li class="MsoNormal"><strong>Blogging</strong> adalah aktivitas meng -update sebuah blog oleh seseorang yang memelihara      posting blog ( biasanya oleh orang yang tidak professional).</li>
<li class="MsoNormal"><strong>Blog      posting</strong> adalah informasi yang diletakkan pada sebuah blog yang      secara kronologis dilakukan bersamaan dengan penambahan feature.</li>
<li class="MsoNormal"><strong>Weblog</strong> adalah nama lain untuk blog . Terminologi blog dipandang lebih baik      daripada weblog .</li>
</ul>
<h2 style="text-align:justify;">Membuat Blog Sendiri</h2>
<p style="text-align:justify;">Seberapa susah membuat blog? Tidak lebih susah dari membuat email. Artinya kalau Anda memiliki email –dan membuat sendiri- biasanya akan terbiasa dengan pengisian form-form pendaftarannya. Sudah banyak website-website yang menyediakan layanan blog bagi anggotanya. Tapi sebagai pertimbangan, bisa dipikirkan hal-hal apa saja yang perlu digunakan dalam memilih blog.</p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal">akses      cepat,</li>
<li class="MsoNormal">mudah      digunakan,</li>
<li class="MsoNormal">ada      fasilitas umpan balik.</li>
<li class="MsoNormal">ada      sindikasi</li>
<li class="MsoNormal">punya      koleksi template yang sudah jadi,</li>
<li class="MsoNormal">bisa      diutak-atik (templatenya)</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Berikut ini daftar website yang memberikan layanan weblog bagi anggotanya:</p>
<h3 style="text-align:justify;">Blogger atau Blogspot</h3>
<p style="text-align:justify;">Blogger merupakan layanan blog gratisan yang lebih stabil dari yang lain-lainnya mungkin karena sekarang dia telah dibeli ( menjadi bagian dari ) Google. Dilengkapi builtin editor yang digunakan untuk menulis artikel karena dia sederhana dan ada fitur toggle untuk preview dan edit HTML.</p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT">Bisa diakses di </span><a href="http://www.blogger.com/"></a><em><strong><a href="http://www.blogger.com/"><span lang="IT">http://www.blogger.com</span></a></strong></em><span lang="IT"> . Kelemahan blogger adalah adanya fitur yang hilang, yaitu fitur statistik. Tadinya fitur ini ada, tapi dihilangkan karena oleh Blogger.com dianggap memberatkan system mereka. Sehingga perlu sedikit tenaga ekstra memasang statistik sendiri, sudah banyak yang menyediakan statistik yang gratisan sehingga tinggal copy &amp; paste saja. Oh, ya fungsi dari statistik ini adalah untuk mengetahui jumlah pengunjung yang datang dan membaca artikel di blog. Kelemahan lainnya adalah tidak menyediakan fitur tagboard (papan chatting) dan penyimpanan gambar.</span></p>
<h3 style="text-align:justify;"><span lang="IT">Blogdrive</span></h3>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT">Blogdrive yang beralamat di </span><a href="http://www.blogdrive.com/"></a><em><strong><a href="http://www.blogdrive.com/"><span lang="IT">http://www.blogdrive.com</span></a></strong></em><span lang="IT"> merupakan weblog yang cukup stabil dengan jumlah anggota yang lumayan banyak. Layananya hampir sama dengan blogger. Keunggulannya adalah adanya fasilitas tagboard dan ruang penyimpanan gambar. Namun koleksi template desainnya lebih terbatas dan tidak sebagus di blogger.</span></p>
<h3 style="text-align:justify;"><span lang="IT">WordPress.com</span></h3>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT">Layanan yang bisa diakses di </span><a href="http://www.wordpress.com/"></a><em><strong><a href="http://www.wordpress.com/"><span lang="IT">http://www.wordpress.com</span></a></strong></em><span lang="IT"> ini menggunakan software wordpress. Software ini merupakan software khusus dalam membuat weblog. Kebaikan layakan wordpress.com, sudah ada fitur statistiknya meskipun masih belum sempurna. Keburukan layanan wordpress.com adalah templatenya yang masih terbatas dibandingkan bila menggunakan software ini pada situs yang dikelola sendiri (membeli domain dan hosting).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT">WordPress memang software blog yang sangat ampuh sehingga tidak jarang banyak web-web blog yang lain menggunakan software ini sebagai layanan di web mereka.</span></p>
<h3 style="text-align:justify;"><span lang="IT">Blogsome</span></h3>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT">Weblog ini menggunakan software wordpress. Kebagusan blogsome adalah dia menggunakan wordpress sebagai basisnya. Kekurangannya adalah template tema yang terbatas. Bisa diakses di </span><a href="http://www.%20blogsome.com/"></a><em><strong><a href="http://www./"><span lang="IT">http://www.</span></a></strong></em><em><strong><span lang="IT"> blogsome.com</span></strong></em><span lang="IT">.</span></p>
<h3 style="text-align:justify;"><span lang="IT">Edublogs.org</span></h3>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT">Blog ini dikhususkan bagi kalangan pendidikan, dengan masih menggunakan software wordpress, bisa diakses di </span><a href="http://www.edublogs.org/"></a><em><strong><a href="http://www.edublogs.org/"><span lang="IT">http://www.edublogs.org</span></a></strong></em><span lang="IT">.</span></p>
<h3 style="text-align:justify;"><span lang="SV">Efx2.com</span></h3>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Fitur tampilannya lebih berkesan fleksibel dan modern. Desain bisa diubah secara total atau hanya per-blok. Sebagai contoh, bisa mengubah desain untuk kolom bagian kanan saja dengan pergi ke menu untuk desain. Akses ke efx2.com juga relatif cepat.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Suasana komunitas di efx2.com juga sangat kental. <strong>Anggota saling mengunjungi blog</strong> . (Sebetulnya suasana ini juga ada di multiply.com) Fitur templatenya juga cukup fleksibel. bisa diakses di </span><a href="http://www.efx2.com/"><span lang="SV">http://www.efx2.com</span></a></p>
<h3 style="text-align:justify;"><span lang="SV">Jurnal di Multiply</span></h3>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Multiply lebih mirip disebut jurnal dari pada sebuah blog, karena layanan multiply lebih bersifat komunitas -seperti friendster- (akan tetapi untuk kalangan yang lebih “tua”). Layanan multiply memberikan fitur blog dalam bentuk “jurnal”. Selain itu juga ada kolom untuk melakukan review. </span><span lang="IT">Bisa di akses di </span><a href="http://www.multiply.com/"></a><strong><em><a href="http://www.multiply.com/"><span lang="IT">http://www.multiply.com</span></a></em></strong></p>
<h3 style="text-align:justify;"><span lang="IT">Blog di Friendster</span></h3>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT">Semula Friendster tidak menyediakan layanan blog, namun belakangan mereka yang awalnya adalah web komunitas menyediakan juga fasilitas blog. Namun mayoritas pengguna Friendster adalah ABG.</span></p>
<h3 style="text-align:justify;"><span lang="IT">Blog di Yahoo 360</span></h3>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT">Seakan tidak mau kalah dengan friendster, Yahoo pun membuat fitur weblog. Cukup dengan hanya memiliki account email di yahoo. Namun kelemahan dari Yahoo 360 -<em>dan juga Blog Friendster</em>-, karena mereka menyediakan blog bukan sebagai fasilitas utama sehingga kemampuan-kemampuan andalan dari blog seperti sindikasi tidak diperhatikan, selain itu untuk komunitas pun belum terlalu banyak.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT">Sebenarnya masih banyak layanan weblog yang lain, namun saya memilihkan beberapa yang sudah sangat dikenal luas dan komunitas yang sudah cukup baik. Sekarang terserah bagaimana kesukaan saja dalam memilih akan nge-Blog dimana.</span></p>
<h2 style="text-align:justify;"><span lang="IT">Komunitas Blog</span></h2>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT">Saat ini, weblog tidak hanya menjadi sebuah fenomena teknologi, namun telah berubah menjadi gaya hidup (<em> life style</em> ). Jika beberapa tahun lalu orang berlomba-lomba membuat situs pribadi (yang mempopulerkan beberapa layanan situs gratisan seperti <strong>Geocities</strong>, <strong>Tripod</strong>, <strong>AngelFire</strong>, dan sebagainya), maka sekarang adalah jamannya weblog. Weblog tampaknya lebih menggiurkan ketimbang situs pribadi konvensional, karena pengelolaan content-nya yang sangat mudah, cepat, dan praktis. Coba bandingkan dengan situs pribadi yang dibangun secara manual dengan bahasa HTML standar</span>،<span> </span>ء<span lang="IT">ukup merepotkan. Mungkin inilah sebabnya, jumlah pemilik weblog jauh lebih banyak ketimbang pemilik situs pribadi konvensional.</span></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Bandung Blog Village</span></strong><span lang="SV"> -komunitas weblog Bandung- (</span><a href="http://bbv.or.id/"></a><strong><em><a href="http://bbv.or.id/"><span lang="SV">http://bbv.or.id/</span></a></em></strong><span lang="SV">) </span></li>
<li class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Angkringan</span></strong><span lang="SV"> -komunitas weblog Yogyakarta- (</span><a href="http://www.angkringan.or.id/"></a><em><strong><a href="http://www.angkringan.or.id/"><span lang="SV">http://www.angkringan.or.id/</span></a></strong></em><span lang="SV">) </span></li>
<li class="MsoNormal"><strong>Blogger      Family</strong> (<a href="http://blogfam.com/"></a><strong><em><a href="http://blogfam.com/">http://blogfam.com/</a></em></strong>)</li>
<li class="MsoNormal"><strong>Indonesian Muslim      Blogger</strong> (<a href="http://blog.muslimblog.net/"></a><em><strong><a href="http://blog.muslimblog.net/">http://blog.muslimblog.net/</a></strong></em>).</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Sebagai gaya hidup, komunitas weblog pun semakin banyak yang tumbuh di internet. Nah, jika tidak mau ketinggalan dengan salah satu fenomena yang sedang ngetrend di internet, memiliki situs pribadi yang berisi catatan harian, segeralah membangun blog. Jika perlu, bergabunglah dengan komunitas blog yang disukai, untuk memperluas pergaulan Anda di dunia maya.</p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Selamat nge-Blog.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="FI">Alamat : </span><a href="http://muhamadikhsan.multiply.com/"><span lang="FI">http://muhamadikhsan.multiply.com</span></a></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span lang="FI">Pustaka :</span></strong></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Blog" target="_blank">id.wikipedia.org</a></li>
<li class="MsoNormal"><a href="http://blogpedia.web.id/wiki/Apa_Itu_Blog" target="_blank">blogpedia.web.id </a></li>
<li class="MsoNormal"><a href="http://enda.goblogmedia.com/apa-itu-blog.html">enda.goblogmedia.com</a></li>
<li class="MsoNormal"><a href="http://budi.insan.co.id/articles/blog/index.html" target="_blank">budi.insan.co.id</a></li>
</ul>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><a href="http://cybertech.cbn.net.id/detil.asp?kategori=Web&amp;newsno=6" target="_blank">cybertech.cbn.net.id</a></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/supraptojielwongsolo.wordpress.com/154/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/supraptojielwongsolo.wordpress.com/154/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/supraptojielwongsolo.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/supraptojielwongsolo.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/supraptojielwongsolo.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/supraptojielwongsolo.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/supraptojielwongsolo.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/supraptojielwongsolo.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/supraptojielwongsolo.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/supraptojielwongsolo.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/supraptojielwongsolo.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/supraptojielwongsolo.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/supraptojielwongsolo.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/supraptojielwongsolo.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/supraptojielwongsolo.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/supraptojielwongsolo.wordpress.com/154/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supraptojielwongsolo.wordpress.com&amp;blog=3583334&amp;post=154&amp;subd=supraptojielwongsolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://supraptojielwongsolo.wordpress.com/2008/09/16/kenapa-guru-perlu-nge-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7eda71c301da9403f0fb26d8a90c2b95?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">supraptojielwongsolo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENULISAN LAPORAN PENELITIAN</title>
		<link>http://supraptojielwongsolo.wordpress.com/2008/09/16/penulisan-laporan-penelitian/</link>
		<comments>http://supraptojielwongsolo.wordpress.com/2008/09/16/penulisan-laporan-penelitian/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 14:52:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>supraptojielwongsolo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[LAPORAN]]></category>
		<category><![CDATA[Penelitian]]></category>
		<category><![CDATA[PENULISAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://supraptojielwongsolo.wordpress.com/?p=145</guid>
		<description><![CDATA[Pendahuluan Tahap terakhir yang merupakan tahap paling penting dalam proses pelaksanaan penelitian adalah tahap menulis laporan hasil penelitian. Betapapun pentingnya teori dan hipotesis suatu penelitian, atau pun hati-hati dan telitinya rancangan dan pelaksanaan penelitian itu, atau bagaimanpun hebatnya penemuan-penemuan penelitian itu, semuanya akan kecil hasilnya apabila hasil penellitian itu tidak dilaporkan secara tertulis. Peneliti membutuhkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supraptojielwongsolo.wordpress.com&amp;blog=3583334&amp;post=145&amp;subd=supraptojielwongsolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoTitle" style="text-align:center;" align="center"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><span lang="FI">Pendahuluan</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;"><span lang="FI">Tahap terakhir yang merupakan tahap paling penting dalam proses pelaksanaan penelitian adalah tahap menulis laporan hasil penelitian. Betapapun pentingnya teori dan hipotesis suatu penelitian, atau pun hati-hati dan telitinya rancangan dan pelaksanaan penelitian itu, atau bagaimanpun hebatnya penemuan-penemuan penelitian itu, semuanya akan kecil hasilnya apabila</span><span id="more-145"></span><span lang="FI"> hasil penellitian itu tidak dilaporkan secara tertulis. Peneliti membutuhkan komunikasi dengan pihak lain sehingga pengalaman penelitiannya dapat menambah perbendaharaan untuk kepentingan perkembangn ilmu pengetahuan.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;"><span lang="FI">Bentuk, isi, dan cara melaporkan hasil penelitian akan menentukan bagaiman proses penyebaran pengalaman penelitian dapat berlangsung secara semestinya didalalm masyarakat luas.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;"><span lang="FI">Untuk berhasilnya penyebaran pengalaman penelitian,peneliti perlu mempertimbangkan beberapa pertanyaan dasar seperti : apa yang akan dilaporkan, siapa yang akan menerima laporan, dengan jalan apa laporan itu disebarluaskan, apa pengaruh penyebaran laporan itu?.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;"><span lang="FI">Pertimbangan pertama dalam seni menyusun laporan adalah menentukan siapa yang menjadi konsumuen dari laporan itu. Dalam proses laporan dan pihak pembaca hasil laporan itu</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;"><span lang="FI">Bentuk, bahasa, dan cara menyusun laporan penting juga dipertimbangkan, yaitu sejauh mungkin diusahakan agar isi laporan dapat dipahami oleh pihak pembaca hasil laporan itu. Dalam pelaporan hasil penelitian berdasarkan data statistik, penggunaan tabel dan diagram merupakan alat yang berguna dalam menyajikan dan menjelaskan data yang berhasil dikumpulkan</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;"><span lang="FI">Akhirnya, pentingnya penellitian itu tergantung pada bagaimana penemuan-penemuan itu didiskusikan dan ditafsirkan.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;"><span lang="FI">1. Pengertian</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;"><span lang="FI">Jika suatu penelitian sudah selesai dilakukan, maka peneliti harus membuat laporan hasil penelitian dalam bentuk tertulis. Laporan penelitian merupakan bentuk pertanggungjawaban. Ada berbagai versi laporan hasil penelitian tergantung dari lembaga ataupun pakar mana yang menulisnya. Sekalipun demikian ada benang merah dalam isi penulisan laporan, yaitu terdiri dari bagian-bagian sebagai berikut:</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;"><span lang="FI">Laporan terdiri atas : Bagian I berisi Pendahuluan; Bagian II berisi Metodologi yang digunakan; Bagian III berisi Hasil Penelitian dan Bagian V berisi Kesimpulan dan Saran.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;"><span lang="FI">2 Beberapa Model Bentuk Laporan</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left:9pt;text-align:justify;"><span lang="FI">2.1 Laporan Hasil Penelitian Bisnis: Laporan hasil penelitian </span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left:27pt;text-align:justify;"><span lang="FI">contohnya sebagai berikut:</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left:75pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span lang="FI">1.</span><span style="font-size:7pt;" lang="FI"> </span><span lang="SV">Judul</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left:75pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span lang="SV">2.</span><span style="font-size:7pt;" lang="SV"> </span><span lang="SV">Ringkasan Ekskutif (abstrak)</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left:75pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span lang="SV">3.</span><span style="font-size:7pt;" lang="SV"> </span><span lang="SV">Daftar Isi</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left:75pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span lang="FI">4.</span><span style="font-size:7pt;" lang="FI"> </span><span lang="FI">Pendahuluan</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left:75pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span lang="FI">5.</span><span style="font-size:7pt;" lang="FI"> </span><span lang="FI">Isi Laporan yang mencakup:</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left:111pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span lang="SV">a.</span><span style="font-size:7pt;" lang="SV"> </span><span lang="SV">Metodologi</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left:111pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span lang="SV">b.</span><span style="font-size:7pt;" lang="SV"> </span><span lang="SV">Hasil Penelitian</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left:111pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span lang="SV">c.</span><span style="font-size:7pt;" lang="SV"> </span><span lang="SV">Batasan-Batasan</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left:75pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span lang="SV">6.</span><span style="font-size:7pt;" lang="SV"> </span><span lang="SV">Kesimpulan dan Saran</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left:75pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span lang="SV">7.</span><span style="font-size:7pt;" lang="SV"> </span><span lang="SV">Apendiks yang mencakup:</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left:111pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span lang="SV">a.</span><span style="font-size:7pt;" lang="SV"> </span><span lang="SV">Instrumen Koleksi Data</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left:111pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span lang="SV">b.</span><span style="font-size:7pt;" lang="SV"> </span><span lang="SV">Tabel-Tabel</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left:111pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span lang="SV">c.</span><span style="font-size:7pt;" lang="SV"> </span><span lang="SV">Bahan-Bahan Pendukung yang Cocok Lainnya</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left:1in;text-align:justify;"><span lang="SV">(Cosenza, 1985:449)</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left:27pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">Secara lebih detil dapat diterangkan sebagai berikut:</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left:27pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">Judul mengidentifikasi subyek laporan hasil penelitian</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left:27pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">Ringkasan Eksekutif berisi ringkasan hasil laporan secara keseluruhan biasanya membicarakan hasil temuan penelitian, metode yang digunakan serta kesimpulannya</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left:27pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">Daftar Isi berisi tentang judul-judul dan sub-judulnya pokok-pokok bahasan seluruh isi laporan hasil penelitian</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left:27pt;text-align:justify;line-height:150%;">Pendahuluan berisi tentang informasi latar belakang yang dibutuhkan oleh pembaca agar dapat memahami isi hasil penelitian. Dalam bagian ini diterangkan tujuan penelitian dan informasi tambahan lainnya yang akan menuntun pembaca untuk dapat memahami isi hasil penelitian</p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left:27pt;text-align:justify;line-height:150%;">Isi menguraikan tentang detil-detil pokok penelitian mencakup</p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left:.75in;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">1) metodologi apa yang digunakan dalam melakukan penelitian tersebut, </span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left:.75in;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">2) hasil penelitian sebenarnya, </span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left:.75in;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">3) pernyataan adanya keterbatasan yang ada dalam penelitian tersebut. </span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left:27pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">Metodologi terutama mendiskusikan tentang metode dan prosedur yang digunakan dalam mengumpulkan dan menganalisa data. Pada bagian metodologi ini peneliti harus menguraikan semua hal yang berkaitan dengan penggunaan metode dan prosedur pengumpulan dan analisa data secara detil sehingga pembaca dapat melihat kualitas hasil penelitian tersebut melalui cara-cara peneliti menggunakan metode dan prosedur dalam melakukan kegiatan penelitian tersebut.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left:27pt;text-align:justify;line-height:150%;">Pada bagian hasil penelitian peneliti harus dapat secara jelas menggambarkan temuan-temuan pokok penelitian yang dipaparkan secara logic dan mudah dipahami oleh pembaca misalnya dengan menggunakan bantuan grafik, table atau gambar.</p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left:27pt;text-align:justify;line-height:150%;">Pada bagian batasan hasil penelitian peneliti menuliskan pernyataan mengenai batasan-batasan studi, yang biasanya menguraikan secara eksplisit bahwa peneliti ingin mendapatkan hasil penelitian yang sempurna, tetapi pada kenyataannya tujuan tersebut tidak akan pernah tercapai. Oleh karena itu, peneliti menyampaikan kelemahan-kelemahan hasil penelitiannya kepada para pembacanya agar mereka menyadari adanya kelemahan-kelemahan dalam studi tersebut.</p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left:27pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="FI">Kesimpulan dan Saran pada bagian ini peneliti harus mampu menggambarkan rasional atau alasan ilmiah dari mana kesimpulan itu dihasilkan. Langkah-langkah dalam menyusun kesimpulan harus diterangkan tahapannya secara detil sehingga pembaca dapat mengetahui dari mana asal kesimpulannya; sehingga peneliti memberikan saran-saran sebagaimana yang ditulisnya. </span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left:27pt;text-align:justify;line-height:150%;">Apendiks berisi semua informasi dan bahan-bahan yang dibutuhkan dalam menyelesaikan penelitian tersebut, misalnya instrumen untuk mengumpulkan data, table-table penghitungan komputer dan bahan-bahan lain yang sesuai dan digunakan dalam penelitian tersebut.</p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;">2.2 Laporan Hasil Ilmiah (Umum): Laporan hasil penelitian ilmiah (umum) contohnya akan diambil dari ketentuan Lembaga Pembinaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat sebagai berikut:</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;"><strong><span lang="SV">SISTEMATIKA LAPORAN AKHIR HASIL PENELITIAN </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;"><span lang="SV">Lembar Identitas dan Pengesahan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;"><span lang="SV">Ringkasan dan Summary </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;"><span lang="SV">Prakata </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;"><span lang="SV">Daftar tabel </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;"><span lang="SV">Daftar Gambar </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;"><span lang="SV">Daftar Lampiran</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;"><span lang="SV">Bab I. Pendahuluan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;"><span lang="FI">Bab II. Tinjauan Pustaka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;"><span lang="FI">Bab III. </span><span lang="SV">Tujuan dan Manfaat Penelitian</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;"><span lang="SV">Bab IV. Metode Penelitian </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;"><span lang="SV">Bab V. Hasil dan Pembahasan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;"><span lang="SV">Bab VI. </span>Kesimpulan dan Saran</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;">Daftar Pustaka</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;">Lampiran</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;"><em><span lang="SV">(termasuk instrumen penelitian, personalia tenaga peneliti beserta kualifikasinya, dll)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;"><em><span lang="SV"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Referensi</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">S. Margono, Drs. Metodologi penelitian pendidikan. Jakarta. Rineka Cipta. 2007</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV"><a href="http://www.depkes.go.id/">www.depkes.go.id</a></span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">www. Kupalima.wordpress.com</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/supraptojielwongsolo.wordpress.com/145/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/supraptojielwongsolo.wordpress.com/145/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/supraptojielwongsolo.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/supraptojielwongsolo.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/supraptojielwongsolo.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/supraptojielwongsolo.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/supraptojielwongsolo.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/supraptojielwongsolo.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/supraptojielwongsolo.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/supraptojielwongsolo.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/supraptojielwongsolo.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/supraptojielwongsolo.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/supraptojielwongsolo.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/supraptojielwongsolo.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/supraptojielwongsolo.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/supraptojielwongsolo.wordpress.com/145/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supraptojielwongsolo.wordpress.com&amp;blog=3583334&amp;post=145&amp;subd=supraptojielwongsolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://supraptojielwongsolo.wordpress.com/2008/09/16/penulisan-laporan-penelitian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7eda71c301da9403f0fb26d8a90c2b95?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">supraptojielwongsolo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>METODE PENELITIAN</title>
		<link>http://supraptojielwongsolo.wordpress.com/2008/09/16/metode-penilitian/</link>
		<comments>http://supraptojielwongsolo.wordpress.com/2008/09/16/metode-penilitian/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 14:42:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>supraptojielwongsolo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[METODE]]></category>
		<category><![CDATA[Penelitian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://supraptojielwongsolo.wordpress.com/?p=141</guid>
		<description><![CDATA[I. PENGERTIAN METODE PENELITIAN Metode adalah suatu kerangka kerja untuk melakukan tindakan, atau suatu kerangka berfikir menyusun gagasan, yang beraturan, terarah dan terkonteks, yang relevan dengan maksud dan tujuan. Secara ringakas, metode adaalah suatu sistem untuk melalukan suatu tindakan. Karena berupa sistem maka metode merupakan seperangkat unsur-unsur yang membentuk satu kesatuan. Unsur-unsur metode adalah wawasan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supraptojielwongsolo.wordpress.com&amp;blog=3583334&amp;post=141&amp;subd=supraptojielwongsolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--><strong>I.<span> </span>PENGERTIAN METODE PENELITIAN</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong> </strong><span> </span><span> </span><span> </span><strong>Metode </strong>adalah suatu kerangka kerja untuk melakukan tindakan, atau suatu kerangka berfikir menyusun gagasan, yang beraturan, terarah dan terkonteks, yang relevan dengan maksud dan tujuan. <span lang="SV">Secara ringakas, metode adaalah suatu sistem untuk </span><span id="more-141"></span><span lang="SV">melalukan suatu tindakan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">Karena berupa sistem maka metode merupakan seperangkat unsur-unsur yang membentuk satu kesatuan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"><span> </span>Unsur-unsur metode adalah wawasan intelektual, konsep, cara pendekatan (approach) persoalan, dan rancang bangun atas data (database). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span lang="SV">Wawasan intelektual</span></em><span lang="SV"> berkenaan dengan nalar, tanggap rasa (sensation), pemahaman (perception), pengalaman, dan ilmu pengetahuan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span lang="SV">Konsep</span></em><span lang="SV"> adalah hasil proses intelektul berpa kejadian imajinatif untuk memperluas dan menambah pemahaman sehingga dapat dibentuk gagasan baru yang dapat menganalisis persoalan secara lebih cermat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span lang="SV">Cara </span></em><span lang="SV">berkenaan dengan pola berfikir.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span lang="SV">Alas data</span></em><span lang="SV"> adalah cerminan citra tentang “kenyataan” yang dimiliki seorang peneliti, atau pemahaman peneliti tentang “kenyataan”. Alas data dirancang bangun sedemikian rupa agar semua data yang terkumpul dapat dialokasikan kepada keddukan atau fungsi yang sepadan menurut maksud dan tujuan penelitian.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"><span> </span><span> </span><span> </span><strong>Penelitian</strong> (research ) adalah suatu kegiatan mengkaji (study) secara tiliti dan teratur dalam suatu bidang ilmu menurut kaidah tertentu. Kaidah yang dianut adalah kaidah metode.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">Mengkaji adalah suatu usaha memperoleh atau menambah pengetahuan. Jadi, meneliti dilakukan untuk memperkaya dan meningkatkan kefahaman tentang sesuatu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"><span> </span>Dalam penelitain ada kegiatan penyelidikan (investigation), yaitu mencari fakta secara teliti dan teratur menurut kaidah tertentu untuk menjawab suatu pertanyaan . Jadi penyelidikan dilakukan unutk menjelaskan sesuatu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"><span> </span><span> </span>Pada dasarnya, penyelidikan dinyatakan selesai setelah<span> </span>berhasil menemukan penyebab kejadian. Suatu penelitian baru dianggap selesai setelah berhasil menetapkan faktor atau latar belakang penggerak atau pengendali penyebab atau pelaku kejadian. Jadi, suatu penelitian menjangkau persoalan secara lebih jauh atau lebih mendalan daripada penyelidikan. Oleh karena penelitian selalu mengungkapkan<span> </span>faktor penyebab maka penelitian menjadi sumber ilmu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">Dengan kata lain, tanpa penelitian tidak akan ada ilmu dan ilmu hanya dapat tumbuh dan berkembang jika didorong dan didukung dengan penelitian.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"><span> </span><span> </span>Dari penjelasan diatas, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa <strong>metode penelitian</strong> adalah kegiatan mengkaji suatu masalah secara teliti dan teratur, dengan cara menyusun gagasan yang terarah dan terkonsep untuk memecahkan permasalahan yang hidup dan berguna bagi masyarakat atau peneliti itu sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong>II.<span> </span>KATEGORI PENELITIAN BERDASARKAN METODE</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span><span lang="SV">Berdasarkan metode, penelitian dapat dibedakan menjadi :<span> </span><span> </span></span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><strong>Penelitian      Historis </strong>
<ol style="margin-top:0;" type="a">
<li class="MsoNormal"><em>Pengertian metode       penelitian historis</em></li>
</ol>
</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:150%;"><span> </span>Metode penelitian historis merupakan salah satu penelitian mengenai pengumpulan dan evalasi data secara sistematik berkaitan dengan kejadian masa lalu untuk<span> </span>menguji hipotesis yang berhubungan dengan penyebab , pengaruh atau perkembangan kejadian yang mungkin membantu dengan memberikan informasi pada kejadian sekarang dan mengantisipasi kejadian yang akan datang</p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li>
<ol style="margin-top:0;" type="a">
<li class="MsoNormal"><em>Sumber-sumber       data dalam penelitian historis</em></li>
</ol>
</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:117pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>1)<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Sumber-sumber primer, yaitu data yang diperoleh dari cerita para pelaku peristiwa itu sendiri, dan atau saksi mata yang mengetahui<span> </span>perisiwa tersebut</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:117pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>2)<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Sumber inormasi sekunder, yaitu informasi yang diperoleh dari sumber lain yang mungkin tidak berhubungan langsung dengan peristiwa tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:99pt;text-align:justify;line-height:150%;">
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li>
<ol style="margin-top:0;" type="a">
<li class="MsoNormal"><em>Langkah-langakh       penelitian historis</em></li>
</ol>
</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="PT-BR">Pada umumnya dalam penelitian historis mencakup beberapa langkah penting yaitu :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:117pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="PT-BR"><span>1)<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="PT-BR">Menentukan permasalahan penelitian yang diharapkan mempunyai manfaat ganda, yaitu bermanfaat bagi masyarakat dan berguna bagi pengembangan ilmu pengetahuan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:117pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>2)<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Menyatakan tujuan penelitian,<span> </span>hipotesis and reseach question yang akan memberikan arah dan fokus penelitian.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:117pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>3)<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Mengumpulkan data ternasuk di dalamnya menetapkan populasi, besarnya sampel,dan metode pengumpulan data. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:117pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>4)<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Evaluasi data dengan menggunakan kritik eksternal maupun internal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:117pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>5)<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Melaporkan hasil penelitian kepada masyarakat, termasuk melengkapi komponen-komponen penelitian dan mengkomunikasikan ke dalam jurnal ilmu pengetahuan.</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><strong>Penelitian      Deskriptif</strong>
<ol style="margin-top:0;" type="a">
<li class="MsoNormal"><em>Pengertian metode       penelitian deskriptif</em></li>
</ol>
</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span>Metode<span> </span>penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasikan<span> </span>objek sesuai denga apa adanya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span>Penelitian deskriptif pada umumnya dilakukan dengan tujuan utama, yaitu menggambarkan secara sistematis fakta dan karakteristik objek atau subjek yang diteliti secara tepat.</p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li>
<ol style="margin-top:0;" type="a">
<li class="MsoNormal"><em>Langkah-langkah       penelitian deskriptif</em></li>
</ol>
</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:117pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>1)<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Mengidentifikasi adanya permasalahan yang signifikan untuk dipecahkan melalui metode deskriptif.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:117pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>2)<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Membatasi dan merumuskan permasalahan secara jelas</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:117pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>3)<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Menentukan tujuan dan manfaat penelitian</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:117pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>4)<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Melkukan studi pustaka yang berkaitan dengan permasalahan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:117pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>5)<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Menentukan kerangka berfikir dan pertanyaan penelitian dan atau hipotesis penelitian.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:117pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>6)<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Mendesain metode penelitian yang hendak dignakan termasuk dalam hal ini menentukan populasi, sampel, teknik sampling, menentukan instrument pengumpul data, dan menganalisis data.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:117pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>7)<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Mengumpulkan, mengorganisasi, dan menganalisis data dengan menggunakan teknik statistik yang relevan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:117pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span> <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> <span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Membuat laporan penelitian.</p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><strong>Penelitian      Ekspermen</strong>
<ol style="margin-top:0;" type="a">
<li class="MsoNormal">Pengertian metode<span> </span>penelitian eksperimen</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span>Metode penelitian eksperimen merupakan metode penelitian yang paling produktif, karena jika penelitain tersebut dilakuakn dengan baik, dapat menjawab hipotesis yang umumnya berkaitan dengan hubungan sebab akibat.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span>Penelitian eksperimen pada prinsipnya dapat didefinisikan sebagai metode sistematis guna membangun hubungan yang mengandung fenomena sebab akibat.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span>Konsep penelitain eksperimen dimulai dengan pengertian yang sederhana misalnya tentang pertanyaan yang berkaitan<span> </span>dengan bagaimanakah hubungan satu atau lebih variabel dalam suatu kondisi tertentu. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, seorang peneliti pada umumnyya akan mengembangkan satu atau lebih hipotesis yang menyatakan hubungan yang diharapkanm membuat desain penelitian, mencari dan mengorganisasi data, untuk kemudian menganalisis dan akhirnya memperoleh jawaban hipotesis di atas.</p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li>
<ol style="margin-top:0;" type="a">
<li class="MsoNormal"><em>Langkah-langkah       penelitian eksperimen</em></li>
</ol>
</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:117pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>1)<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Melakukan kajian secara induktif yang berkaitan erat dengan permasalahan yang hendak dipecahkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:117pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>2)<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Mengidentifikasi permasalahan</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:117pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>3)<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Melakukan studi literatur dari beberapa sumber yang relevan, memformulasikan hipotesis penelitian, menentukan divinisi operasional dan variabel.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:117pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>4)<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Menbuat rencana penelitian yang didalamnya mencakup kegiatan :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:2in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">mengidentifikasi variabel luar yang tidak diperlukan, tetapi memungkinkan terjadinya kontaminasi proses eksperimen.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:2in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Menentukan cara untuk mengontrol mereka</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:2in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Memilih desain riset yang tepat</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:2in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Menentukan populasi, memilih sampel yang mewakili dan memilih sejumlah subjek penelitian</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:2in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Membagi subjek ke dalam kelompok control maupun kelompok eksperimen.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:2in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Membuat instrument yang sesuai, memvalidasi instrumen dan melakukan pilot study agar memperoleh instrument yang memenuhi persyaratan untuk mengambil data yang diperlukan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:2in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Mengidentifikasi prosedur pengumpluan data, dan menentukan hipotesis.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:117pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>5)<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Melakukan eksperimen</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:117pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>6)<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Mengumpulkan data kasar dari proses eksperimen</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:117pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>7)<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Mengorganisasi dan mendeskripsikan data sesuai dengan variabel yang telah ditentukan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:117pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span> <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> <span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Membuat analisis data dengan teknik statistik yang relevan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:117pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>9)<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Membuat laporan penelitian eksperimen</p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><strong>Metode      penelitian ex-postfacto</strong>
<ol style="margin-top:0;" type="a">
<li class="MsoNormal"><em>Pengertian       metode penelitian ex-postfacto</em></li>
</ol>
</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span>Penelitian ex postfacto merupakan penelitian dimana variabel-variabel bebas telah terjadi ketika peneliti mulai dengan pengamatan variabel terikat dalam suatu penelitian. Pada penelitian ini keterikatan antara variabel bebas dengan variabel bebas, maupun antara variabel bebas dengan variabel terikat, sudah terjadi secara alami, dan peneliti dengan setting tersebut ingin melacak kembali jika dimungkinkan apa yang menjadi faktor penyebabnya.</p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li>
<ol style="margin-top:0;" type="a">
<li class="MsoNormal"><em>Langkah-langkah       penelitian ex postfacto</em></li>
</ol>
</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:117pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>1)<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Mengidentifikasi adanya permasalahan yang signifikan untuk dipecahkan melalui metode ex-postfacto</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:117pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>2)<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Membatasi dan merumuskan permasalahan secara jelas</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:117pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>3)<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Menentukan tujuan dan manfaat penelitian</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:117pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>4)<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Melakuan studi pustaka yang berkaitan dengan permasalahan penelitian</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:117pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>5)<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Menentukan kerangka berfikir, pertanyaan penelitian, dan hipotesis penelitian.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:117pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>6)<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Mendesain metode penelitian yang hendak digunakan termasuk dalam hal ini menentukan populasi, sampel ,teknik sampling, menentukan instrument pengumpul data, dan menganalisis data.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:117pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>7)<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Mengumpulkan, mengorganisasi, dan menganalisis data dengan menggunakan teknik statistik yang relevan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:117pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span> <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> <span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Membuat laporan penelitian</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:99pt;text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:99pt;text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong>III.<span> </span>KESIMPULAN</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Dari keempat metode penelitian yang telah<span> </span>di bahas diatas dapat diambil kesimplan bahwa<span> </span>hampir semua <span> </span>metode penelitian pada dasarnya memiliki karakteristik sebagai berikut :</p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal">Adanya tujuan penelitian yaitu untuk memberikan arah      atau target yang akan dicapai</li>
<li class="MsoNormal">Adanya kegiatan mengumpulkan data</li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Mencakup      kegiatan yang terencana dan sistematis</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Menggunakan      analisis logis, yaitu yang bersifat objektif dan universal</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Mempertimbangkan      aspek pengembangan teori dalam pemecahan masalah.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Mengandung      unsur observasi yaitu pengamatan terhadap objek dan subjek yang diteliti.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Melakukan      pencatatan terhadap gejala yang muncul yang berasal dari objek atau subjek      yang diteliti.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Melakukan kontrol      sehingga variabel lain yang tidak di harapkan tidak berintervensi terhadap      variabel yang telah direncanakan</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Memerlukan      validasi instrumen yaitu alat ukur yang valid dan universal serta tidak      terpengaruh oleh faktor waktu dan tempat.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:14pt;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:14pt;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:14pt;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:14pt;">DAFTAR PUSTAKA</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:14pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;text-indent:-.5in;line-height:150%;">Ary, D.,Jacob, L.C. and Razavieh, A. 1985. Intoduction to research in education. New York; Hold, Rinehart and Winston.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;text-indent:-.5in;line-height:150%;">Gay, L.R. 1983. Educational Research Competencies for Analysis &amp; Aplication. Ohio: A Bel &amp; Howell Company.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;text-indent:-.5in;line-height:150%;">Gulo, W. 2003,Metodologi Penelitian, Jakarta, Grasindo.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;text-indent:-.5in;line-height:150%;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://digg.com/general_sciences/list_of_resource_for_research_writing">http://digg.com/general_sciences/list_of_resource_for_research_writing</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;text-indent:-.5in;line-height:150%;"><a href="http://one.indoskripsi.com/skripsi/judul-skripsi-jurusan/pendidikan-ekonomi">http://one.indoskripsi.com/skripsi/judul-skripsi-jurusan/pendidikan-ekonomi</a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;text-indent:-.5in;line-height:150%;"><a href="http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi-tugas-makalah/metodologi-%20%20%20%20%20%20%20%20penelitian/sistematika-usulan-penelitian-tindakan-kelas"><span lang="SV">http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi-tugas-makalah/metodologi-<span> </span>penelitian/sistematika-usulan-penelitian-tindakan-kelas</span></a><span lang="SV">.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;text-indent:-.5in;line-height:150%;"><span lang="SV">Sukardi,2003, Metodologi Penelitian Pendidikan,Jakarta:Bumi Aksara</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/supraptojielwongsolo.wordpress.com/141/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/supraptojielwongsolo.wordpress.com/141/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/supraptojielwongsolo.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/supraptojielwongsolo.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/supraptojielwongsolo.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/supraptojielwongsolo.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/supraptojielwongsolo.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/supraptojielwongsolo.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/supraptojielwongsolo.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/supraptojielwongsolo.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/supraptojielwongsolo.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/supraptojielwongsolo.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/supraptojielwongsolo.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/supraptojielwongsolo.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/supraptojielwongsolo.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/supraptojielwongsolo.wordpress.com/141/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supraptojielwongsolo.wordpress.com&amp;blog=3583334&amp;post=141&amp;subd=supraptojielwongsolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://supraptojielwongsolo.wordpress.com/2008/09/16/metode-penilitian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7eda71c301da9403f0fb26d8a90c2b95?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">supraptojielwongsolo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Karakteristik Bahan Ajar</title>
		<link>http://supraptojielwongsolo.wordpress.com/2008/09/13/karakteristik-bahan-ajar/</link>
		<comments>http://supraptojielwongsolo.wordpress.com/2008/09/13/karakteristik-bahan-ajar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Sep 2008 15:26:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>supraptojielwongsolo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Bahan Ajar]]></category>
		<category><![CDATA[Karakteristik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://supraptojielwongsolo.wordpress.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[Karakteristik Bahan Ajar 1. Tipe isi bidang studi Regeluth dan Merrill (1979) mengaalisis isi bidang studi menjadi 4, yang disebutnya sebagai konstruk isi bidang studi, yaitu: a. Fakta b. Konsep c. Prinsip d. Prosedur Fakta: asosiasi satu ke satu antara obyek, peristiwa, atau simbul yang ada, atau mungkin ada, di dalam lingkungan riil atau imajinasi. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supraptojielwongsolo.wordpress.com&amp;blog=3583334&amp;post=134&amp;subd=supraptojielwongsolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><strong><span style="text-decoration:underline;">Karakteristik Bahan Ajar</span></strong></h3>
<p><strong>1. Tipe isi bidang studi</strong><br />
Regeluth dan Merrill (1979) mengaalisis isi bidang studi menjadi 4, yang disebutnya sebagai konstruk isi bidang studi, yaitu:<br />
a. Fakta<br />
b. Konsep<br />
c. Prinsip<br />
d. Prosedur<br />
<span style="text-decoration:underline;">Fakta:</span> asosiasi satu ke satu antara obyek, peristiwa, atau<span id="more-134"></span> simbul yang ada, atau mungkin ada, di dalam lingkungan riil atau imajinasi. Mislnya; Jakarta ibukota Republik Indonesia.<br />
<span style="text-decoration:underline;">Konsep: </span>sekelompok obyek, peristiwa atau simbul yang memiliki karakteristik umum yang sama dan yang diidentifikasi dengan nama yang sama. <span lang="SV">Misal konsep tentang binatang<br />
Prinsip: hubungan sebab akibat antara konsep-konsep: mislnya: prinsip penawaran dan permintaan dalam ekonomi.<br />
<span style="text-decoration:underline;">Prosedur:</span> urutan langkah-langkah untuk mencapai tujuan, pemecahan maslah tertentu, atau membuat sesuatu. </span>Misalnya, prosedur penelitian.</p>
<p>Di samping hasil terhadap isi bidang studi, Merrill (1983) mengemukakan hasil analisisnya terhadap tingkat unjuk-kerja peserta didik, diklasifikasikan menjadi 3 yaitu:<br />
a. Mengingat<br />
b. Menggunakan<br />
c. Menemukan/mengemangkan</p>
<p>Mengingat: unjuk-kerja yang meneurut peserta didik melakukan penelusuran struktur ingatan agar dapat mengemukakan kebali konstruk-konstruk yang telah disimpan dalam ingatan.<br />
Menggunakan: unjuk kerja yang menuntut peserta didik menerapkan suatu abstraksi pada kasus-kasus khusus.<br />
Menemukan: unjuk kerja yang menuntut peserta didik menemukan atau mengembangkan abstraksi baru.</p>
<p>Apabila analisis tipe bidang studi dikombinasikan dengan hasil analisis tingkat u njuk kerja, maka akan terbentuk suatu matrik dua demensi isi unjuk kerja, seperti terlihat dalam diagram sebagai berikut:</p>
<p><a href="http://karwono.files.wordpress.com/2008/09/by-default-31.jpg"><span style="text-decoration:none;"><!--[if gte vml 1]&gt;                    &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><span><img class="aligncenter size-full wp-image-105" src="/DOCUME~1/A105~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.jpg" border="0" alt="" width="528" height="226" /></span><!--[endif]--></span></a></p>
<p><strong>2. Peristiwa Pembelajaran</strong><br />
Teori belajar pengolahan informasi mendeskripsikan bahwa tindakan belajar merupakan proses internal yang mencakup beberapa tahapan belajar. Gagne (1985) mengemukakan bahwa tahapan-tahapan ini dapat dimudahkan dengan menggunakan metode pembelajaran yang mengikuti urutan tertentu yang disebut peristiwa pebelajaran (the events of intruction). Peristiwa pembelajaran ini dibagi menjadi 9 tahapan, yang diasumsikan sebagai cara-cara eksternal yang berpotensi pendukung proses-proses internal dalam belajar. Hakekat suatu peristiwa pembelajaran berbeda tergantung pada kapabilitas apa yang diharapkan menjadi hasil pembelajaran.</p>
<p><span lang="SV">Kondisi untuk belajar kapabilitas yang berbeda</span></p>
<p><a href="http://karwono.files.wordpress.com/2008/09/by-default-4.jpg"><span style="text-decoration:none;"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><span><img class="aligncenter size-full wp-image-107" src="/DOCUME~1/A105~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.jpg" border="0" alt="" width="559" height="357" /></span><!--[endif]--></span></a></p>
<p>Sembilan peristiwa pembelajaran yang dikembangkanoleh Gagne adalah:</p>
<p>1. Menarik perhatian<br />
2. Memberitahukan tujuan pembelajaran kepada peserta didik<br />
3. merangsang ingatan pada prasyarat belajar<br />
4. <span lang="SV">Menyajikan bahan perangsang<br />
5. Memberikan bimbingan belajar<br />
6. Mendorong unjuk kerja<br />
7. Memberikan balikan informatif<br />
8. Menilai unjuk kerja<br />
9. Meningkatkan retensi dan alih belajar</span></p>
<h3><strong><span style="text-decoration:underline;"><span lang="SV">Daftar Rujukkan</span></span></strong></h3>
<p><span lang="SV">Wina Sanjaya. 2007. Strategi Pembelajaran Standard Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.</span></p>
<p><span lang="SV">Sudana Degeng, Nyoman. 1989. Ilmu Pengajaran Taksonomi Variable. Jakarta: Ditjen Dikti Depdikbud. Project Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan.</span></p>
<p><span lang="SV">Atwi Suparman. Desain Instruksional. 2001. Jakarta: PAU Untuk Peningkatan dan Pengembangan Aktivitas Instruksional. </span>Ditjen Dikti Depdiknas.</p>
<p>Gagne, Robert M, Leslie J., Briggs, and Walter W. Wagner. Principles of Intructional Design. Orlando: Harcourt Brace &amp; Company, 1992.</p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Reigeluth, C.Mmerrill, M.D. 1977. Classes of Instructional Variables. Educational Technology.</span></p>
<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<h3>Oleh: Dr. H. Karwono, M.Pd<strong></strong></h3>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/supraptojielwongsolo.wordpress.com/134/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/supraptojielwongsolo.wordpress.com/134/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/supraptojielwongsolo.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/supraptojielwongsolo.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/supraptojielwongsolo.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/supraptojielwongsolo.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/supraptojielwongsolo.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/supraptojielwongsolo.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/supraptojielwongsolo.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/supraptojielwongsolo.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/supraptojielwongsolo.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/supraptojielwongsolo.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/supraptojielwongsolo.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/supraptojielwongsolo.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/supraptojielwongsolo.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/supraptojielwongsolo.wordpress.com/134/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supraptojielwongsolo.wordpress.com&amp;blog=3583334&amp;post=134&amp;subd=supraptojielwongsolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://supraptojielwongsolo.wordpress.com/2008/09/13/karakteristik-bahan-ajar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7eda71c301da9403f0fb26d8a90c2b95?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">supraptojielwongsolo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME~1/A105~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.jpg" medium="image" />

		<media:content url="/DOCUME~1/A105~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Taksonomi Variabel Pembelajaran</title>
		<link>http://supraptojielwongsolo.wordpress.com/2008/09/13/taksonomi-variabel-pembelajaran/</link>
		<comments>http://supraptojielwongsolo.wordpress.com/2008/09/13/taksonomi-variabel-pembelajaran/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Sep 2008 15:21:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>supraptojielwongsolo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[PEMBELAJARAN]]></category>
		<category><![CDATA[Taksonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Variabel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://supraptojielwongsolo.wordpress.com/?p=131</guid>
		<description><![CDATA[Taksonomi Variabel Pembelajaran Banyak upaya yang dilakukan ilmuwan pembelajaran dalam mengklasifikasikan variabel dalam pembelajaran, namun klasifikasi yang nampak lebih rinci dan memadai sebagai landasan pengembangan suatu teori pembelajaran seperti yang dikemukan Regeluth, dkk (1977). Klasifikasi variabel-variabel pembelajaran ini dimodifikasi menjadi 3, yaitu: (1) Kondisi Pembelajaran (2) Metode Pembelajaran (3) Hasil Pembelajaran. Kondisi Pembelajaran, variabel yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supraptojielwongsolo.wordpress.com&amp;blog=3583334&amp;post=131&amp;subd=supraptojielwongsolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><strong><span style="text-decoration:underline;"><span lang="SV">Taksonomi Variabel Pembelajaran</span></span></strong></h3>
<p><span lang="SV">Banyak upaya yang dilakukan ilmuwan pembelajaran dalam mengklasifikasikan variabel dalam pembelajaran, namun klasifikasi yang nampak lebih rinci dan memadai sebagai landasan pengembangan suatu teori pembelajaran seperti yang dikemukan Regeluth, dkk (1977). Klasifikasi variabel-variabel pembelajaran ini dimodifikasi menjadi 3, yaitu:</span><span id="more-131"></span><span lang="SV"> (1) Kondisi Pembelajaran (2) Metode Pembelajaran (3) Hasil Pembelajaran.<br />
</span><a href="http://karwono.files.wordpress.com/2008/09/by-default-1.jpg"><span style="text-decoration:none;"><!--[if gte vml 1]&gt;                    &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><span><img class="size-full wp-image-101 aligncenter" src="/DOCUME~1/A105~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.jpg" border="0" alt="" width="465" height="347" /></span><!--[endif]--></span></a><span lang="SV"><br />
<strong><span style="text-decoration:underline;">Kondisi Pembelajaran</span></strong>, variabel yang termasuk ke dalam kondisi pembelajaran, yaitu variabel-variabel yang mempengaruhi penggunaan variabel metode. Oleh karena perhatian kita adalah untuk mempreskripsikan metode pembelajaran, maka variabel kondisi haruslah yang berinteraksi dengan metode dan sekaligus berada di luar kontrol perancang pembelajaran. Maksud yang terpenting dari bahasan ini adalah mengidentifikasi variabel-vriabel kondisi pembelajaran yang memiliki pengaruh utama pada ketiga variabel metode.<br />
Atas dasar ini, Regeluth dan Merrill (1979) memandang perlu mengelompokkan variabel kondisi pembelajaran menjadi 3 kelompok yaitu: (a) Tujuan dan karakteristik bidang studi<br />
(b) Kendala dan karakteristik bidang studi dan<br />
(c) Karakteristik peserta didik .</span></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;"><span lang="SV">Tujuan pembelajaran</span></span></strong><span lang="SV">: pernyataan tentang hasil pembelajaran apa yang diharapkan. Tujuan ini bisa sangat umum, sangat khusus atau dimana saja dalam kontinum umum ke khusus.<br />
Karakteristik bidang studi adalah aspek-aspek suatu bidang studi yang dapat memberikan landasan yang berguna sekali dalam mempreskripsikan strategi pembelajaran.</span></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;"><span lang="SV">Kendala</span></span></strong><span lang="SV"> adalah keterbatasan sumber-sumber, seperti watu, media, personalia, dan uang. Karakteristik peserta didik adalah aspek-aspek atau kualitas peserta didik, seperti bakat, motivasi, dan hasil belajar yang telah dimilikinya.</span></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;"><span lang="SV">Tujuan dan karakteristik bidang studi</span></span></strong><span lang="SV"> adalah dihipotesiskan memiliki pengaruh utama pada pemilihan strategi pengorganisasian pembelajaran, kendala dan karakteristik bidang studi pada pemilihan strategi penyampaian, dan karakteristik siswa pada pemilihan strategi pengelolaan pembelajaran.</span></p>
<p><span lang="SV">Bagaimanapun juga, pada tingkat tertentu, mungkin sekali suatu variabel kondisi akan mempengaruhi setiap variabel metode misalnya, karakteristik peserta didik bisa mempengaruhi pemilihan strategi pengorganisasian dan pemilihan strategi penyampaian, di samping pengaruh utamaya pada strategi pengelolaan pembelajaran.</span></p>
<h3><strong><span style="text-decoration:underline;"><span lang="SV">Metode Pembelajaran</span></span></strong></h3>
<p><span lang="SV">Variabel metode pembelajaran diklasifikasikan lebih lanjut menjadi 3 jenis yaitu: (a) Strategi pengorganisasian (Organizational srategy) (b) Strategi penyampaian (Delivery strategy) (c) Strategi pengelolaan (management strategy).</span></p>
<p><em><span lang="SV">Organizational srategy </span></em><span lang="SV">adalah metode untuk mengorganissi isi bidang studi yang telah dipilih untuk pembelajaran. Mengorganisasi mengacu pada suatu tindakan seperti pemilihan isi, penataan isi, pembuatan diagram, format, dll. yang setingkat dengan itu.<br />
<em><br />
<em>Delivery strategy</em></em> adalah metode untuk menyampaikan materi pembelajaran kepada peserta didik dan atau menerima serta merespon masukan yang berasal dari peserta didik. Sumber belajar merupakan bidang kajian utama dari strategi ini.</span></p>
<p><em><span lang="SV">Management strategy</span></em><span lang="SV"> adalah metode untuk menata interaksi antara peserta didik dan variabel metode pembelajaran yang lain. Variabel strategi pengorganisasian dan penyampaian isi pembelajaran. Strategi pengorganisasian pebelajaran dibedakan menjadi strategi pengorganisasian pada tingkat makro dan mikro.</span></p>
<h3><strong><span style="text-decoration:underline;"><span lang="SV">Hasil Pembelajaran</span></span></strong></h3>
<p><span lang="SV">Pada tingkat yang amat umum sekali, hasil pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi 3, yaitu: (a) Keefektifan (effectiveneess) (b) Efisiensi (efficiency) (c) daya tari pembelajaran.</span></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;"><span lang="SV">Keefektifan Pembelajaran,</span></span></strong><span lang="SV"> biasanya diukur dengan tingkat pencapaian si-belajar. Ada 4 aspek penting yang dapat dipakai untuk mempreskripsikan keefektifan pembelajaran yaitu: (1) kecermatan penguasaan perilaku yang dipelajari atau sering disebut tingkat kesalahan (2) kecepatan unjuk kerja (3) tingkat alih belajar (4) tingkat retensi dari apa yang dipelajari.</span></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;"><span lang="SV">Efisiensi Pembelajaran,</span></span></strong><span lang="SV"> biasanya diukur dengan rasio antara keefektifan dan jumlah waktu yang dipakai si-belajar dan/atau jumlah biaya pembelajaran yang digunakan.</span></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;"><span lang="SV">Daya Tarik Pembelajaran,</span></span></strong><span lang="SV"> biasanya diukur dengan mengamati kecenderungan si-belajar untuk tetap/terus belajar. Daya tarik pembelajaran erat kaitannya dengan daya tarik bidang studi, dimana kualitas pembelajaran biasanya akan mempengaruhi keduanya. Itulah sebabnya pengukuran kecenderungan si belajar untuk terus dan atau tidak terus belajar dapat dikaitkan dengan proses pembelajaran itu sendiri atau dengan bidang studi.</span></p>
<h3><strong><span style="text-decoration:underline;"><span lang="SV">Desain Pembelajaran </span></span></strong></h3>
<p><span lang="SV">Pengembangan instruksional telah menghasilkan berbagai model, tidak semua model itu serupa. Namun demikian dari berbagai model yang ada setidak-tidaknya pengembangan instruksional mengandung elemen berikut: (1) pengumpulan data, (2) penilaian keterampilan-keterampilan masukan, (3) spesifikasi tujuan-tujuan yang bersifat behavioral atau performance test, (4) suatu prosedur untuk memilih metode dan penyajian, (5) Prosedur pelaksanaan, evaluasi dan revisi. Beberapa model pengembangan instruksonal antara lain model Kemp, Model Instruksional Development Institute (IDI), model Rowntree, model Gerlach &amp; Ely, model Wittich &amp; Schuller, model Walter Dick &amp; Lou Carey dan masih banyak model pengembangan instruksional yang lain. Pada pertemuan ini saya coba samapaikan ancangan sistem pembelajaran Walter Dick &amp; Lou Carey.</span></p>
<p><span lang="SV">Disain ini dipilih karena (a) ancangan sistem ini adanya fokus pada awal proses, pada apa yang siswa harus tahu atau mampu lakukan pada waktu berakhirnya program pembelajaran, (b) ancangan sistem ini adanya pertautan yang seksama antar komponen, khususnya adanya hubungan antara siasat pembelajaran dan hasil belajar yang dikehendaki, (c) anacangan ini merupakan proses empirik yang sifatnya dan dapat diulangi-ulangi. Pembelajaran tidak dirancang untuk sajian sekali saja, tetapi digunakan untuk sebanyak mungkin siswa, karena dapat dipakai ulang. Adapaun disain tersebut dapat divisualisasikan sebagai berikut:</span></p>
<h3><strong><span style="text-decoration:underline;"><span lang="SV">Model Perencanaan Pembelajaran Diadaptasi Dari Dick and Cary </span></span></strong></h3>
<p><a href="http://karwono.files.wordpress.com/2008/09/by-default-2.jpg"><span style="text-decoration:none;"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><span><img class="aligncenter size-full wp-image-102" src="/DOCUME~1/A105~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.jpg" border="0" alt="" width="546" height="309" /></span><!--[endif]--></span></a><span lang="SV"><br />
<strong>(1) Mengidentifikasi Tujuan Pembelajaran.</strong><br />
Langkah pertama dalam model ini ialah menentukan apa yang diinginkan setelah siswa mengikuti pembelajaran yang dilakukan. Batasan tujuan pembelajaran dapat dijabarkan dari tujuan umum, dari penilaian kebutuhan berkenaan dengan kurikulum tertentu, dari kesulitan belajar para siswa berdasarkan pengalaman praktek, dari analisa pekerjaan, atau dari ketentuan-ketentuan lain bagi pembelajaran baru.</span></p>
<p><strong><span lang="SV">(2) Melakukan Analisa Pembelajaran.</span></strong><span lang="SV"><br />
Setelah mengetahui tujuan pembelajaran, langkah selanjutnya menentukan belajar jenis apa yang dituntut dari siswa. Tujuan tersebut perlu dianalisis untuk mengenali keterampilan-keterampilan bawahan/sub ordinat yang mengharuskan siswa belajar menguasainya dan langkah-langkah prosedural bawahan yang harus diikuti siswa untuk dapat belajar proses tertentu. Proses ini menghasilkan suatu peta atau bagan yang menggambarkan keterampilan-keterampilan yang ditemukan dan menunjukkan hubungan-hubungannya.<br />
<strong><br />
<strong>(3) Mengenali Tingkah Laku Masukan dan Ciri-ciri siswa</strong></strong><br />
Di samping mengenali keterampilan-keterampilan bawahan dan langkah prosedural yang harus dimasukkan dalam pembelajaran, adalah perlu untuk mengenali keterampilan-keterampilan tertentu yang dimiliki siswa sebelum pembelajaran dimulai. Ini tidak berarti menyusun daftar semua hal yang dapat dilakukan siswa, melainkan mengenali keterampilan-keterampilan khusus tertentu yang siswa harus mampu lakukan untuk memulai pembelajaran. Penting juga untuk mengenali ciri-ciri khusus tertentu yang dimiliki siswa yang barangkali perlu dipertimbangkan dalam merancang kegiatan-kegiatan pembelajaran.</span></p>
<p><strong>(4) Merumuskan Tujuan Performansi</strong><br />
Atas dasar analisis pembelajaran dan keterangan tentang tingkah laku masukan, selanjutnya menyusun pernyataan spesifik tentang apa yang akan mampu dilakukan siswa ketika menyelesaikan pembelajaran. Pernyataan yang dijabarkan dari keterampilan-keterampilan yang dikenali dengan jalan melakukan analisis pembelajaran ini perlu menyebutkan keterampilan-keterampilan yang harus dipelajari (dikuasai) siswa, kondisi perbuatan yang menunjukan keterampilan itu, dan kreteria bagi unjuk perbuatan (performansi) yang berhasil.</p>
<p><strong>(5) Mengembangkan Butir-butir tes acuan Patokan.</strong><br />
Berdasarkan tujuan khusus yang telah dirumuskan, selanjutnya merumuskan butir-butir penilaian (assesment) yang sejajar dengan mengukur kemampuan siswa untuk mencapai apa yang dicantumkan di dalam tujuan. Tekanan utama diletakkan pada mengaitkan macam tingkah laku yang disebutkan dalam tujuan dengan apa yang diminta dari butir-butir tersebut.</p>
<p><strong>(6) Mengembangkan Siasat Pembelajaran</strong><br />
Dengan adanya keterangan-keterangan yang didapat dari langkah-langkah sebelumnya, selanjutnya diperlukan untuk mengenali siasat yang dipergunakan dalam pembelajaran dan menentukan media mana yang cocok untuk digunakan untuk mencapai tujuan akhir. Bagian siasat pembelajaran mencakup kegiatan: pra pembelajaran, penyajian informasi, latihan dan balikan, pengetesan, dan kegiatan tindak ikutan. Siasat ini di dasarkan atas hasil-hasil penilaian tentang belajar yang terbaru, pengetahuan terbaru tentang proses belajar, isi/bahan yang harus dijabarkan, dan ciri-ciri pribadi siswa yang akan menggunakan material pembelajaran. Sifat-sifat keadaan ini dipakai untuk mengembangkan atau memilih matrial untuk maksud mengembangkan suatu siasat bagi pembelajaran kelas interaktif.</p>
<p><strong>(7) Mengembangkan dan Memilih Material Pembelajaran.</strong><br />
Dalam langkah ini menggunakan siasat pembelajaran untuk memproduksi pembelajaran. Pada langkah ini kegiatannya meliputi buku petunjuk kerja siswa, material pembelajaran, tes dan buku pegangan guru. Keputusan untuk mengembangkan asli material pembelajaran tergantung pada jenis belajar yang akan disampaikan, adanya material yang relevan, dan sumber-sumber pengembantgan yang tersedia. <span lang="SV">Untuk memilih diantara material-material pembelajaran yang ada dan akan dipakai sebagai kreterianya.</span></p>
<p><strong>(8) Merancang dan melakukan Penilaian Formatif</strong><br />
Setelah draf kasar selesai dalam bentuk rencana disusun, langkah selanjutnya melakukan serangkaian penilaian dengan maksud mengumpulkan data yang digunakan untuk menemukan cara-cara bagaimana menyempurnakan rencana pembelajaran tersebut. Pada tiga macam penilaian formatif untuk keperluan ini yaitu: penilaian satu-persatu, penilaian kelompok kecil, dan penilaian lapangan. Setiap jenis penilaian itu memberikan keterangan yang berlain-lainan kepada perancang untuk dapat digunakan dalam pembelajaran tersebut. Teknik-teknik yang serupa dapat diterapkan untuk melakukan penilaian formatif terhadap material atau pembelajaran di kelas.</p>
<p><strong>(9) Merevisi Pembelajaran</strong><br />
Langkkah terakhir (dan merupakan langkah pertama dalam daur ulang) ialah memperbaiki, atau merevisi pembelajaran. Data yang diperoleh dari penilaian formatif diihtisarkan dan ditafsirkan sebagai usaha untuk mengenali kesulitan-kesulitan yang dialami para siswa dalam mencapai tujuan, dan untuk menghubungkan kesulitan-kesulitan ini dengan kekurangan tertentu dalam pembelajaran. Garis pada gambaran bagan model bernama Merevisi pembelajaran menunjukan bahwa data dari penilaian formatif tidak semata-mata dipakai untuk merevisi pembelajaran itu sendiri, tetapi dipakai untuk menguji kembali kesahihan analisis pembelajaran yang dilakukan dan asumsi-asumsi tentang tingkah laku masukan serta sifat ciri siswa. Perlu juga dikaji ulang pertanyaan-pertanyaan tujuan performansi dan butir-butir soal tes dengan memperhatikan data yang terkumpul. Siasat pembelajaran perlu ditinjau kembali dan pada akhirnya semua ini dipadukan ke dalam upaya revisi pembelajaran untuk menjadikannya alat pembelajaran yang lebih berhasil guna.</p>
<p><strong><span style="font-size:12pt;">(10) Melakukan Penilaian Sumatif</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><br />
Adanya garis putus-putus pada gambar bagan model menunjukkan bahwa meskipun penilaian sumatif itu merupakan penilaian keefektifan pembelajaran, ini umumnya bukan bagian dari proses perancangan. Penilaian sumatif merupakan penilaian atau harga pembelajaran yang mutlak dan atau nisbi, dan dilakukan hanya setelah pembelajaran itu mengalami penilaian formatif serta direvisi dengan mestinya untuk memenuhi patokan yang ditetapkan perancangnya. Karena pelaksanaan penilaian sumatif itu biasanya tidak melibatkan perancang pembelajaran, tetapi sesungguhnya melibatkan evaluator yang independen, maka komponen ini tidak dipandang bagian terpadu dari proses perancangan pembelajaran itu sendiri</span></p>
<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--> &lt;!&#8211;  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:&#8221;"; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;; 	mso-fareast-font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} &#8211;&gt; <!--[if gte mso 10]&gt;--><br />
/* Style Definitions */<br />
table.MsoNormalTable<br />
{mso-style-name:&#8221;Table Normal&#8221;;<br />
mso-tstyle-rowband-size:0;<br />
mso-tstyle-colband-size:0;<br />
mso-style-noshow:yes;<br />
mso-style-parent:&#8221;";<br />
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;<br />
mso-para-margin:0in;<br />
mso-para-margin-bottom:.0001pt;<br />
mso-pagination:widow-orphan;<br />
font-size:10.0pt;<br />
font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;;<br />
mso-ansi-language:#0400;<br />
mso-fareast-language:#0400;<br />
mso-bidi-language:#0400;}<br />
<span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Oleh: Dr. H. Karwono, M.Pd</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/supraptojielwongsolo.wordpress.com/131/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/supraptojielwongsolo.wordpress.com/131/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/supraptojielwongsolo.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/supraptojielwongsolo.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/supraptojielwongsolo.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/supraptojielwongsolo.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/supraptojielwongsolo.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/supraptojielwongsolo.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/supraptojielwongsolo.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/supraptojielwongsolo.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/supraptojielwongsolo.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/supraptojielwongsolo.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/supraptojielwongsolo.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/supraptojielwongsolo.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/supraptojielwongsolo.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/supraptojielwongsolo.wordpress.com/131/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supraptojielwongsolo.wordpress.com&amp;blog=3583334&amp;post=131&amp;subd=supraptojielwongsolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://supraptojielwongsolo.wordpress.com/2008/09/13/taksonomi-variabel-pembelajaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7eda71c301da9403f0fb26d8a90c2b95?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">supraptojielwongsolo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME~1/A105~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.jpg" medium="image" />

		<media:content url="/DOCUME~1/A105~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>PARADIGMA BARU TENTANG PEMBELAJARAN DAN APLIKASINYA</title>
		<link>http://supraptojielwongsolo.wordpress.com/2008/09/13/paradigma-baru-tentang-pembelajaran-dan-aplikasinya/</link>
		<comments>http://supraptojielwongsolo.wordpress.com/2008/09/13/paradigma-baru-tentang-pembelajaran-dan-aplikasinya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Sep 2008 15:18:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>supraptojielwongsolo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[mengajar]]></category>
		<category><![CDATA[PARADIGMA]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://supraptojielwongsolo.wordpress.com/?p=128</guid>
		<description><![CDATA[Perlunya perubahan Paradigma tentang Mengajar Salah satu diantara masalah besar yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia akhir-akhir ini yang banyak  diperbincangkan dari berbagai kalangan adalah rendahnya kualitas pendidikan. Pembelajaran adalah inti dari aktivitas pendidikan, oleh sebab itu pemecahan masalah rendahnya kualitas pendidikan harus difokuskan pada kualitas pembelajaran. Komponen-komponen yang dapat memberikan kontribusi terhadap kualitas dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supraptojielwongsolo.wordpress.com&amp;blog=3583334&amp;post=128&amp;subd=supraptojielwongsolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--><strong><span style="text-decoration:underline;"><span lang="SV">Perlunya perubahan Paradigma tentang Mengajar</span></span></strong></p>
<p>Salah satu diantara masalah besar yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia akhir-akhir ini yang banyak  diperbincangkan dari berbagai kalangan adalah rendahnya kualitas pendidikan. Pembelajaran adalah inti dari aktivitas pendidikan, oleh sebab itu pemecahan masalah rendahnya kualitas pendidikan harus difokuskan pada kualitas pembelajaran. Komponen-komponen yang dapat memberikan kontribusi terhadap kualitas dan hasil pembelajaran yaitu: peserta didik, <span id="more-128"></span>dosen (guru), materi, metode, sumber belajar, sarana dan prasarana, serta biaya. Kualitas pembelajaran dapat diwujudkan bilamana proses pembelajaran direncanakan dan dirancang secara matang dan seksama tahap demi tahap dan proses demi proses (Pannen, 2003).</p>
<p>Reformasi di bidang pendidikan khususnya pembelajaran telah mulai bergulir dan banyak diperbincangkan. Namun harus diakui bahwa reformasi itu masih sebatas wacana ketimbang tindakan konkrit. Dalam dunia pendidikan telah terjadi perubahan regulasi yang mendasar yaitu dengan adanya:<br />
a. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.<br />
b. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<br />
c. P.P. Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.</p>
<p>Terminolgi yang dipakai dalam regulasi tersebut kata mengajar tidak dipergunakan lagi, tetapi menggunakan kata pembelajaran, demikian juga kata peserta didik sebabai pengganti siswa. <span lang="SV">Penggunaan istilah tersebut membawa perubahan mendasar karena pijakan secara filosofis antara mengajar dan pembelajaran berbeda.</span></p>
<p><span lang="SV">Mengajar adalah terjemahan dari teach secara deskriptif mengajar diartikan sebagai proses penyampaian informasi atau pengetahuan dari guru kepada peserta didik. Proses penyampaian ini sering juga dianggap sebagai proses mentransfer ilmu. Dalam konteks ini transfer tidak diartikan dengan pemindahan seperti mentransfer uang, maka jumlah uang yang dimiliki seseorang akan berkurang bahkan hilang setelah ditransfer pada orang lain. (Wina Sanjaya (2006: 96). Sebagai sebuah proses menyampaikan atau menanamkan ilmu mengajar mempunyai karakteristik:<br />
a. Proses pengajaran berorientasi pada pengajar (teacher centred)<br />
b. Peserta didik dianggap sebagai obyek belajar<br />
c. Kegiatan pengajaran terjadi pada tempat dan waktu tertentu<br />
d. Tujuan utama pengajaran adalah penguasaan materi pengajaran</span></p>
<p><span lang="SV">Mengajar berpijak pada pandangan behavioristik, pandangan ini menganggap betapa penting faktor eksternal, peserta didik dianggap pasif dan perilakunya ditentukan oleh faktor eksternal (Thordike, Ivan Pavlov, John B. Watson). Sejak tahun 1950-an, definisi mengajar (teaching) mengalami perkembangan secara terus-menerus dan perlu adanya perubahan paradigma tentang mengajar. Terlepas adanya regualasi seperti tersebut di atas, apakah mengajar sebagai proses untuk menanamkan pengetahuan di abad teknologi saat ini masih relevan. Setiadaknya ada tiga alasan perlunya perubahan paradigma mengajar yaitu (a) bahwa peserta didik adalah bukan orang dewsa dalam bentu kecil, tetapi mereka adalah manusia yang sedang berkembang, memiliki segenap potensi dan dalam perkembangannya memerlukan komponen eksternal. (b) Ledakan ilmu dan teknologi mengakibatkan setiap orang tidak mungkin menguaai setiap cabang keilmuan (c) Penemuan-penemuan baru khususnya dalam bidang psikologi, mengakibatkan pemahaman baru terhadap konsep perubahan tingkah-laku manusia.</span></p>
<p><span lang="SV">Sedangkan pembelajaran adalah terjemahan dari kata instructional, pembelajaran bepijak pada aliran psikologi kognitif holistik yang selanjutnya diikuti pandangan konstruktif, humanistik dan seterusnya. Pembelajaran juga dipengaruhi adanya perkemabngan teknologi, bahwa belajar dapat dipermudah melalui berbagai sumber belajar selain guru/dosen, sehingga merubah peran guru dalam pembelajaran. </span>Semula guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi fasilitator dalam pembelajaran. Gagne (1992:3) menyatakan bahwa: “Instruction is a set of event that effect learners in such a way that learning is facilitated.” Oleh sebab itu mengajar atau teaching merupakan bagian dari instruction (pembelajaran). Peran guru lebih ditekankan kepada bagaimana merncang atau mengaransemen berbagai sumber dan fasilitas yang tersedia untuk dimanfaatkan peserta didik dalam belajar.</p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Menurut aliran ini bahwa belajar adalah hasil kerja faktor internal peserta didik (kognitif), selanjutnya bagaimana menata faktor eksternal agar sesuai dengan kondisi internal peserta didik ini menjadi penting (kontruktivisme). Aliran ini beranggapan bahwa dalam batas-batas tertentu sebenarnya manusia dapat belajar sendiri tanpa bantuan orang lain, namun dalam batas-batas tertentu tetap diperlukan bantuan orang lain. Hadirnya orang lain (guru, pembimbing, dan lain-lain) dalam belajar dimaksudkan agar belajar menjadi lebih mudah, lebih lancar, lebih efektif, lebih efisien dan mempunyai dampak pengiring pada diri individu dan berarah tujuan. Atau dengan ungkapan lain hadirnya orang lain dalam pembelajaran adalah untuk membentuk pola belajar. Terminologi pembelajaran merupakan suatu perkembangan pemahaman manusia terhadap belajar dan bagaimana upaya membelajarkan. Oleh sebab perlu dipemahami pembelajaran merupakan kegiatan yang yang bersifat kontnum dimulai dari kegiatan yang berorientasi pada guru (teaching oriented) behavioristik kepada kegiatan yang studet oriented, humanistik. </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Pandangan ini yang menyertai perkembangan konsep mengajar di satu titik dan pembelajaran pada titik yang lain.</span></p>
<p>Oleh: Dr. H. Karwono, M.Pd</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/supraptojielwongsolo.wordpress.com/128/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/supraptojielwongsolo.wordpress.com/128/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/supraptojielwongsolo.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/supraptojielwongsolo.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/supraptojielwongsolo.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/supraptojielwongsolo.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/supraptojielwongsolo.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/supraptojielwongsolo.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/supraptojielwongsolo.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/supraptojielwongsolo.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/supraptojielwongsolo.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/supraptojielwongsolo.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/supraptojielwongsolo.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/supraptojielwongsolo.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/supraptojielwongsolo.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/supraptojielwongsolo.wordpress.com/128/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supraptojielwongsolo.wordpress.com&amp;blog=3583334&amp;post=128&amp;subd=supraptojielwongsolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://supraptojielwongsolo.wordpress.com/2008/09/13/paradigma-baru-tentang-pembelajaran-dan-aplikasinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7eda71c301da9403f0fb26d8a90c2b95?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">supraptojielwongsolo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ACCELERATED LEARNING</title>
		<link>http://supraptojielwongsolo.wordpress.com/2008/07/08/accelerated-learning/</link>
		<comments>http://supraptojielwongsolo.wordpress.com/2008/07/08/accelerated-learning/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jul 2008 03:14:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>supraptojielwongsolo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[accelerated learning]]></category>
		<category><![CDATA[belajar yang menyenangkan.]]></category>
		<category><![CDATA[delapan kecerdasan]]></category>
		<category><![CDATA[learning how to learn and how to think]]></category>
		<category><![CDATA[M-A-S-T-E-R]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://supraptojielwongsolo.wordpress.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Abstract: Many teachers tend to teach the way they have been taught, and the chalk talk model is what we all grew up on. Beyond that, there is a default assumption that students don&#8217;t require heightened activity and a faid pace to learn effectively. Because the developed mind is capable of reflection, perspective taking, and [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supraptojielwongsolo.wordpress.com&amp;blog=3583334&amp;post=125&amp;subd=supraptojielwongsolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table class="contentpaneopen" border="0">
<tbody>
<tr>
<td class="contentheading" width="100%"></td>
<td class="buttonheading" width="100%" align="right"></td>
<td class="buttonheading" width="100%" align="right"></td>
<td class="buttonheading" width="100%" align="right"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Abstract:</p>
<p>Many teachers tend to teach the way they have been taught, and the chalk talk model is what we all grew up on. Beyond that, there is a default assumption that students don&#8217;t require heightened activity and a faid pace to learn effectively. Because the developed mind is capable of reflection, perspective taking, and abstract thought, some teachers assume that many students are really learning as<span id="more-125"></span> they sit listening to the lesson. This belief is usually strong enough to last even when teachers are disappointed with how much is retained and how little is applied. Maybe things were better in the past, but today&#8217;s students are products of an MTV world of sights as well as sounds, movement as well as meditation. Moreover, there is a far greater diversity of students these days diverse not only in gender, race, and ethnicity, but also in their styles of learning. Accelerated Learning is needed not only to add excitement but also to show respect for individual differences and multiple intelligences.</p>
<p>Educators have come to realize that learners come in different styles. Some students learn best by seeing someone else do it. Usually, they like carefully sequenced presentations of information. They prefer to write down what a teacher tells them. These visual learners contrast with auditory learners, who often do not bother to look at what a teacher does, or to take notes. They rely on their ability to hear and remember. Kinesthetic learners learn mainly by direct involvement in activity. They tend to be impulsive, with little patience. Their approach to learning can appear haphazard and random. Educators also have been noticing changes in their students&#8217; learning styles. Students today grow up in a world where things happen quickly and where many choices are presented. Sounds come in clever &#8220;bites,&#8221; and colors are vibrant and compelling. Objects, both real and virtual, move quickly. The opportunity to change things from one state to another is everywhere.<br />
I.   Pendahuluan</p>
<p>Kehidupan masyarakat yang cenderung bersifat terbuka saat ini memberi kemungkinan munculnya berbagai pilihan bagi seseorang dalam menata dan merancang kehidupan masa depannya yang lebih baik. Keadaan ini juga memunculkan persaingan yang cukup tajam, dan sekaligus menjadi ajang seleksi alam yang kompetitif, sehingga diyakini hanya manusia dengan kualitas unggul sajalah yang akan mampu survive.</p>
<p>Sejalan dengan itu, dalam bidang pendidikan, paradigma belajar sepanjang hayat semakin mengemuka dan menjadi penting; diyakini tanpa belajar manusia akan tertinggal. Ketika dunia berubah sangat cepat, adalah penting untuk mengikuti laju perubahan dunia yang demikian. Hal ini berarti kecepatan perubahan laju dunia menuntut kemampuan belajar yang lebih cepat. Kompleksitas dunia yang terus meningkat juga menuntut kemampuan yang setara untuk menganalisis setiap situasi secara logis, sehingga mampu memecahkan masalah secara kreatif.  Untuk menguasai perubahan yang berlangsung cepat dibutuhkan pula cara belajar cepat, dan kemampuan menyerap serta memahami informasi baru dengan cepat pula. Konsep belajar dan pembelajaran nampaknya harus pula berubah. Pada saat laju perubahan ibarat prahara yang selalu menantang, pengajaran dan cara belajar tradisional sulit dipertahankan. Orientasi pendidikan tidak lagi hanya tertuju pada upaya mengembang-kan kemampuan berpikir, tetapi lebih dari itu, juga mencetak manusia yang mampu berbuat dan selalu berusaha meningkatkan kualitas kehidupannnya.</p>
<p>Meskipun kesadaran tentang pentingnya perubahan dalam orientasi belajar ini sudah makin meluas, tetapi harus dipahami pula bahwa aktivitas belajar setiap individu, tidak selamanya dapat berlangsung sebagaimana mestinya. Kadang-kadang aktivitas itu dapat berjalan dengan lancar, dan kadang-kadang seret. Ketika belajar, seseorang ter-kadang juga mengalami situasi yang disebut &#8220;jenuh belajar&#8221;. Kejenuhan belajar dapat melanda siapapun yang kehilangan semangat dan motivasi belajar. Di sinilah peran penting seorang pendidik, khususnya dalam proses belajar mengajar di kelas. Tugas utama pendidik adalah menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif bagi tumbuhnya partisi-pasi, komunikasi, interaksi belajar mengajar yang menyenangkan dan mencerdaskan.</p>
<p>Keberhasilan pendidikan formal banyak ditentukan oleh keberhasilan pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar, yakni keterpaduan antara kegiatan pendidik (guru/dosen) dengan kegiatan peserta didik. Kegiatan belajar-mengajar tidak dapat terlepas dari keseluruhan sistem pendidikan. Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kegiatan pembelajaran ini banyak upaya yang dapat dilakukan guru (dosen), misalnya dengan meningkatkan  pengetahuan  dan  pemahaman  mereka tentang berbagai strategi (metode) pembelajaran, sehingga kegiatan belajar-mengajar lebih efektif dan efisien.</p>
<p>Kehadiran dosen (guru) dalam proses pembelajaran masih tetap memegang peranan penting. Peranan mereka belum dapat digantikan sepenuhnya oleh mesin, tape recorder atau oleh komputer yang paling canggih sekalipun. Masih terlalu banyak unsur-unsur manusiawi seperti sikap, sistem nilai, perasaan, motivasi, kebiasaan dan lain-lain, yang diharapkan merupakan hasil dari proses pembelajaran, tidak dapat dicapai melalui alat-alat tersebut. Di sinilah kelebihan unsur manusia dibandingkan hasil produk teknologi tersebut.  Colin Rose menyatakan bahwa guru adalah anggota suatu masyarakat yang paling berharga. Nilai tertinggi diberikan pada guru yang lebih suka membimbing daripada menggurui anak didiknya, dan pada guru yang mampu merancang pengalaman-pengalaman yang mendorong pemikiran kreatif dengan berbagai masalah yang relevan untuk dipecahkan.  Dalam belajar ada pembelajar yang cepat mencerna bahan, ada yang sedang, dan ada yang lamban. Ketiga tipe belajar ini menghendaki agar setiap guru mampu mengatur strategi pembelajaran yang sesuai dengan gaya dan kemampuan belajar mereka.</p>
<p>Saat ini muncul satu konsep belajar yang menawarkan cara belajar yang lebih cepat, yang dikenal dengan konsep &#8220;Accelerated Learning&#8221;. Teknik belajar baru ini diharapkan bisa membantu anak didik belajar lebih cepat dari sebelumnya. Teknik yang ditawarkan ini telah diuji dalam berbagai penelitian dan eksperimen pembelajaran oleh para ilmuwan dan pakar psikologi. Cara belajar dalam “Accelerated Learning“ merupakan sebuah tawaran baru yang sangat menarik untuk diteliti lebih lanjut, sebagai masukan terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia dewasa ini dan untuk masa yang akan datang, khususnya bagi pendidikan Islam.</p>
<p>II.  Prinsip-Prinsip Belajar Cepat</p>
<p>Percepatan  belajar  adalah  sebuah  konsep  pembelajaran  yang  berupaya   untuk</p>
<p>mengoptimalkan proses internal dalam diri peserta didik ketika sedang belajar, sehingga terjadi perolehan, pengorganisasian dan pengungkapan pengetahuan baru. Upaya percepatan belajar yang dikenal dengan konsep Accelerated Learning dalam penerapannya didasarkan pada prinsip-prinsip berikut.</p>
<p>1.    Belajar Bagaimana Belajar (Learning How to Learn) dan Belajar Bagaimana Berpikir (Learning How to Think). Lembaga pendidikan modern adalah suatu lembaga yang  seharusnya terus menerus belajar, terus menerus berubah karena hasil belajar  dari  pengalaman atau dari pemikiran-pemikiran inovatif dalam mengantisipasi perubahan yang datang.  Prioritas utama bagi sebuah lembaga pendidikan pada masa yang berubah sangat cepat seperti sekarang ini adalah mengajarkan kepada anak didik bagaimana cara belajar dan bagaimana cara berpikir.  Belajar Bagaimana Belajar menjadi begitu penting, karena ketika seseorang mempelajari cara belajar, kepercayaan dan keyakinan dirinya akan meningkat. Ketika seseorang mempelajari cara belajar, maka orang  tersebut tidak hanya bisa menghadapi teknologi baru dan perubahan, akan tetapi juga dapat menyambut baik kedatangannya. Belajar Bagaimana Belajar berarti mempelajari cara otak bekerja, cara memori bekerja, cara menyimpan informasi, mengambilnya, menghubungkannya dengan konsep lain, dan mencari pengetahuan baru dengan cepat kapanpun memerlukannya.  Selain itu, belajar bagaimana berpikir secara logis dan kreatif adalah satu hal yang sangat penting jika ingin dapat memecahkan masalah sosial dan personal secara efektif.  Dalam ajaran Islam, terdapat banyak ayat-ayat Al-Qur’an atau sabda-sabda Nabi saw  yang secara implisit mengandung motivasi yang mendorong manusia untuk berpikir dan menyelidiki alam kehidupannya sendiri dan lingkungan alam sekitarnya. Misalnya, firman Allah Surat Ali &#8216;Imran 190 – 191 :</p>
<p>إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ   (190)   الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ  (191)<br />
&#8220;Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): &#8220;Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka&#8221;.</p>
<p>2.    Belajar harus menyenangkan dan membangun rasa percaya diri. Menjadikan proses belajar menjadi sesuatu yang menyenangkan adalah sangat penting. Karena belajar yang menyenangkan merupakan kunci utama bagi individu untuk memaksimalkan hasil yang akan diperoleh dalam proses belajar. Dalam bukunya Quantum Learning, Bobbi De Porter dan Mike Hernacki mengangkat hal tersebut sebagai falsafah dasar yang harus dikembangkan dalam kurikulum. Agar bisa efektif, belajar dapat dan harus menyenangkan. Belajar adalah kegiatan seumur hidup yang dapat dilakukan dengan menyenangkan dan berhasil.  Senada dengan falsafah yang diangkat oleh Bobbi DePorter dan Mike Hernacki dalam Quantum Learning, maka dalam khasanah pendidikan Islam juga ditemukan pemikiran yang serupa. Prof. Dr. Omar Mohammad Al-Toumy Al-Syaibany, misalnya, memandang sangat penting membuat proses pendidikan menjadi suatu proses pendidikan yang menggembirakan dan menciptakan kesan baik pada diri pelajar.  Tidak jauh berbeda dengan falsafah yang diangkat dalam Quantum Learning serta pendapat Syaibany tersebut, maka Colin Rose dan Malcolm J. Nicholl juga mengangkat hal ini sebagai salah satu filosofi Accelerated Learning. Syarat bagi pembelajaran yang efektif adalah dengan menghadirkan lingkungan “seperti masa kanak-kanak”, yang mendukung dan menggembirakan (“bermain”). Pandangan ini dipromosikan oleh seorang ahli psikologi terkenal, Mihaly C., yang selama lebih dari 20 tahun mengkaji apa yang disebut “aliran”, yaitu keadaan konsentrasi yang menghantarkan pada pengalaman yang optimal, suatu kesadaran yang demikian terfokus, sehingga pelakunya terserap penuh dalam suatu kegiatan. Ini terjadi ketika seseorang menikmati perasaan yang sangat nyaman tanpa keterpaksaan dan menjalankan kegiatan dengan puncak kemampuannya.  Apabila proses belajar mengembirakan, maka motivasi akan tinggi. Itulah sebabnya mengapa peran lingkungan sangat penting dan mengapa para guru harus memperlihatkan antusiasme mereka kepada anak didik.</p>
<p>Untuk mencapai tujuan belajar dengan mudah, maka lingkungan kelas harus ditata sedemikian rupa menjadi lingkungan yang kondusif, yang dapat mempengaruhi siswa secara positif dalam belajar. Lingkungan belajar yang kondusif dapat menumbuhkan motivasi anak dalam belajar, penyajian bahan pelajaran dapat disuguhkan dengan penuh makna serta memberi kesan tersendiri kepada siswa.</p>
<p>3.    Pengetahuan harus disampaikan dengan pendekatan multi-sensori dan multi-model dengan menggunakan berbagai bentuk kecerdasan. Dalam proses belajar mengajar di kelas, guru berhadapan dengan siswa yang berbeda-beda jenis kecerdasannya. Ada sebagian siswa yang membutuhkan penggambaran visual dan fisik dari konsep-konsep yang diajarkan. Sebagian lagi lebih suka kerja otak yang abstrak, sebagian lainnya memerlukan gagasan-gagasan yang diungkapkan secara verbal. Selain itu, ada pula yang lebih suka jika diberi jawaban-jawaban secara langsung. Dengan demikian, guru harus siap melibatkan berbagai berbagai jenis kecerdasan yang dibawa oleh siswa ke dalam kelas. Colin Rose dan Malcolm J. Nicholl membagi gaya belajar menjadi tiga, yaitu visual, auditori, dan kinestetik. Cara yang efektif dalam belajar yaitu menggunakan sebanyak mungkin kecerdasan secara praktis. Dengan cara inilah seseorang akan mengalami dan menghayati apa yang tengah dipelajari secara utuh. Guru tidak perlu khawatir untuk mengidentifikasi gaya belajar yang disukai setiap siswa. Namun demikian, guru harus mampu merancang berbagai  macam  aktivitas  yang  mengga-bungkan sebanyak mungkin jenis kecerdasan.  Dengan memasukkan kecerdasan berganda ke dalam isi dan rancangan pembelajaran, maka guru telah membantu siswa secara otomatis mendapatkan lebih banyak makna dan rangsangan otak dalam proses belajarnya, sekaligus memberinya lebih banyak variasi dan kesenangan, serta mengembangkan dan memperkuat kecerdasan mereka.</p>
<p>4.    Orang tua khususnya dan masyarakat umumnya harus terlibat sepenuhnya dalam pendidikan anak-anak. Pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Sekolah hanyalah membantu kelanjutan pendidikan dalam keluarga, sebab pendidikan yang pertama dan utama diperoleh anak dalam keluarga. Peralihan bentuk pendidikan jalur luar sekolah ke jalur pendidikan sekolah (formal) memerlukan kerja sama antara orang tua dan sekolah (pendidik).  Menurut Abdullah Nasih Ulwan harus ada kerjasama antara rumah, masjid dan sekolah untuk membentuk kepribadian anak yang meliputi aspek ruhani, jasmani, akal, dan jiwanya, sehingga menjadi lebih matang. Kerjasama ini tidak akan berjalan dengan sempurna kecuali dengan adanya dua syarat pokok, yaitu: (1) pengarahan di rumah dan di sekolah hendaknya tidak bertentangan; (2) hendaknya saling membantu dan kerjasama itu bertujuan untuk menegakkan penyempurnaan dan keseimbangan dalam upaya membina pribadi yang Islami.</p>
<p>Colin Rose dan Malcolm J. Nichollpun juga berpendapat tentang pentingnya peranan orangtua dan masyarakat dalam pendidikan anak-anak. Orang tua harus dilibatkan secara penuh dalam pendidikan anak-anak. Orang tua adalah orang yang paling mengetahui anak-anaknya. Merekalah orang yang paling tahu riwayat hidup seorang anak dan cara khasnya mendekati dunia sekitarnya. Setiap orang tua harus membuat para guru sadar akan bakat “terpendam” yang dimiliki anak-anak mereka.  Oleh karena itu rumah menjadi lembaga pendidikan terpenting dan orang tualah yang berperan sebagai pendidik pertama dan utama.</p>
<p>5. Sekolah harus menjadi ajang persiapan yang sebenarnya bagi kehidupan dunia nyata. Dilihat dari segi fungsi sosialnya, maka sekolah mempunyai beberapa fungsi yang harus diperankannya. Fungsi sekolah tersebut antara lain:</p>
<p>a.    Mempersiapkan anak untuk suatu pekerjaan</p>
<p>b.    Memberikan keterampilan dasar</p>
<p>c.    Membuka kesempatan memperbaiki nasib</p>
<p>d.    Sekolah menyediakan tenaga pembangunan.</p>
<p>Sedikit berbeda dengan fungsi sekolah menurut Nasution, dalam Accelerated Learning sekolah memegang peranan penting untuk mempersiapkan peserta didiknya dalam menghadapi kehidupan yang akan dijalani. Masa-masa sekolah harus mempersiapkan para siswa untuk tantangan-tantangan yang pasti akan mereka hadapi ketika keluar dari sekolah.  Hal ini juga dijelaskan oleh Renate Nummela Caine dan Geoffrey Caine dalam bukunya, &#8216;Making Connections: Teaching and the Human Brain&#8217; sebagaimana dikutip oleh Gordon Dryden dan Jeannette Vos bahwa salah satu fungsi sekolah adalah menyiapkan siswa untuk menghadapi dunia nyata. Mereka perlu disadarkan tentang harapan yang mereka pikul, tantangan yang mereka hadapi, dan kemampuan yang perlu mereka kuasai.</p>
<p>6.  Gunakan Prinsip-prinsip Manajemen Mutu Terpadu (Total Quality Management). Prinsip-prinsip manajemen mutu terpadu dalam bidang bisnis harus mengilhami dunia persekolahan. Ada beberapa prinsip kunci dari TQM yang dapat membantu menuju sistem sekolah yang sukses.</p>
<p>a.     Mengkonsentrasikan pada proses. Manajemen Mutu Terpadu bertujuan untuk secara berkesinambungan meningkatkan kualitas produk (dalam hal ini hasil pendidikan) dengan melibatkan setiap orang dalam meningkatkan proses yang dengannya “produk” itu diproduksi. Guru, administrator, orangtua dan siswa harus memberikan masukan dan saran pada apa yang diajarkan  dan secara langsung dilibatkan dalam bagaimana ia dipelajari. Ketika para siswa mampu menganalisis cara belajarnya sendiri (proses), maka mereka dapat bekerja sama dalam menghasilkan output pendidikan yang bermutu. Dan ketika guru memberikan kesempatan  kepada siswa untuk mengevaluasi dan meningkatkan setiap proses belajarnya sendiri di kelas, maka sesungguhnya mereka sedang menciptakan basis bagi pendidikan yang bekualitas.</p>
<p>b.     Kualitas ditentukan oleh pelanggan. Pelanggan di sini adalah siswa dan orangtua. Pendidikan yang bekualitas akan mendorong minat siswa dan membuatnya keranjingan belajar. Ketika siswa merasakan nikmat dan senangnya belajar, maka motivasi ekstrinsik seperti nilai, hadiah dan ancaman menjadi lemah dibanding motivasi intrinsik, yakni selalu ingin meningkatkan prestasinya dari sebelumnya.</p>
<p>c.      Produk akan dihasilkan oleh visi awal. Siswa perlu dilibatkan dalam menetapkan norma dan aturan di dalam kelas, dan orangtua juga harus dilibatkan dalam menetapkan visi yang jelas tentang untuk apa pendidikan itu, karena dengan adanya kesepakatan tentang nilai dan visi bersama, maka setiap pihak akan mengetahui apa yang seharusnya dikerjakan tanpa harus diberi tahu.</p>
<p>d.     Seluruh sistem harus berubah, bukan hanya sebagian. Orang-orang yang bekerja dalam sebuah sistem tidak dapat berbuat lebih baik dari yang dimungkinkan sistem tersebut. Untuk memperoleh hasil yang diinginkan, maka haruslah mengubah sistemnya. Agar guru dapat memperoleh hasil yang diinginkan dalam menerapkan gagasan-gagasan dalam Accelerated Learning maka semua guru, pengelola sekolah, orangtua dan siswa harus bekerja sama untuk mencapai hasil yang disepakati.</p>
<p>III.  Konsep Cara Belajar Cepat</p>
<p>Konsep cara belajar cepat diawali oleh pandangan Colin Rose dan Nicholl tentang adanya beberapa hal yang menjadi karakteristik tahun-tahun terakhir yang penuh pancaroba dari millenium II yang baru lalu. Hal tersebut merupakan tantangan yang harus dijawab oleh setiap orangtua, pendidik, pelaku bisnis dan pemerintahan. Keberhasilan pada abad mendatang akan bergantung pada sejauhmana seseorang dapat mengembangkan keterampilan-keterampilan yang tepat untuk menguasai kecepatan, kompleksitas, dan ketidakpastian yang saling berhubungan satu sama lain. Perubahan dunia yang begitu cepat menuntut kemampuan belajar yang lebih cepat. Kompleksitas dunia yang terus meningkat menuntut kemampuan yang sesuai untuk menganalisis setiap situasi secara  logis dan memecahkan masalah secara kreatif. Prioritas utama bagi lembaga pendidikan adalah mengajarkan kepada anak-anak bagaimana cara belajar dan bagaimana cara berpikir. Hanya dengan dua ketrampilan super inilah seseorang dapat mengatasi perubahan dan kompleksitas serta menjadi manusia yang secara ekonomi tidak bergantung dan tidak akan menganggur pada abad ini. Kedua keterampilan tersebut akan menghasilkan kemandirian dan kepercayaan diri. Kemandirian merupakan kemampuan untuk mengelola cara belajar sejak dini, untuk menguasai informasi, dan untuk mengetahui bagaimana menggunakan informasi tersebut guna menghasilkan produk-produk dan jawaban-jawaban kreatif terhadap berbagai masalah.</p>
<p>Semua hal tersebut berimplikasi pada kebutuhan mendesak akan keharusan melakukan suatu perubahan, baik dalam apa yang dipelajari dan bagaimana ia dipelajari. Belajar bagaimana belajar menjadi sangat penting karena ketika seseorang mempelajari cara belajar, maka kepercayaan dan keyakinan dirinya akan meningkat. Ketika seseorang mempelajari cara belajar maka akan memperoleh kemampuan dasar untuk menjadi pembelajar yang mampu mengatur diri, dan kemampuan dasar untuk meningkatkan pengembangan pribadi. Selain itu juga akan memiliki kekuatan untuk berubah dari konsumen pendidikan yang pasif menjadi pengelola pembelajaran dan kehidupan yang aktif bagi diri sendiri.</p>
<p>Menurut Colin dan Malcolm, belajar bukan hanya untuk mengetahui jawaban-jawaban, juga bukan sekedar untuk mengetahui penggalan dari suatu batang tubuh pengetahuan. Belajar juga tidak hanya diukur dengan indeks prestasi dan nilai ujian saja. Akan tetapi belajar adalah petualangan seumur hidup, perjalanan eksplorasi tanpa akhir untuk menciptakan pemahaman personal. Petualangan tersebut haruslah melibatkan kemampuan untuk secara terus menerus menganalisis dan meningkat cara belajar, serta kemampuan menyadari proses belajar dan berpikir diri sendiri. Belajar haruslah dimulai sedini mungkin dan terus berlangsung seumur hidupnya, serta mengimplementasikan apa yang dipelajari.</p>
<p>Seseorang akan menemukan bahwa belajar itu mudah dan menyenangkan ketika orang tersebut mampu menggunakan bentuk-bentuk kecerdasannya yang paling kuat. Hal tersebut disebabkan karena sebagian orang mungkin kurang mampu dalam suatu jenis kecerdasan. Akan tetapi karena gabungan dan paduan khusus keterampilan yang dimilikinya, dia mungkin mampu mengisi dengan baik beberapa kekurangannya secara baik.Tapi umumnya semakin baik seseorang mengembangkan kecerdasannya yang lain, maka akan semakin luwes orang tersebut memenuhi tantangan dalam kehidupan yang luas aspeknya.</p>
<p>Metode belajar dalam Accelerated Learning mengakui bahwa masing-masing individu memiliki cara belajar pribadi pilihan yang sesuai dengan karakter dirinya. Oleh karena itu, ketika seseorang belajar dengan menggunakan teknik-teknik yang sesuai dengan gaya belajar pribadinya, maka berarti ia telah belajar dengan cara yang paling alamiah bagi diri sendiri. Sebab, yang alamiah menjadi lebih mudah, dan yang lebih mudah menjadi lebih cepat, itulah alasan Colin Rose dan Malcolm J. Nicholl menyebutnya cara belajar cepat.  Ketika para guru menggunakan cetak biru enam langkah yang sama, maka mereka akan menjamin bahwa pengalaman belajar adalah lengkap. Dan ketika para guru bekerja dalam urutan langkah-langkah tersebut, maka mereka akan merasakan bahwa itu menyenangkan, efektif, dan cepat.</p>
<p>Kecerdasan hanyalah sehimpunan kemampuan dan ketrampilan. Seseorang dapat mengembangkan dan meningkatkan kecerdasannya dengan belajar menggunakan kemampuannya sendiri secara penuh. Strategi Cara Belajar Cepat akan memberikan “sarana usaha” untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan ini.  Dan berikut ini penulis akan memaparkan lebih jauh beberapa strategi cara belajar cepat.</p>
<p>IV.  Strategi Cara Belajar Cepat</p>
<p>Strategi cara belajar cepat dalam Accelerated Learning merupakan paduan dari metode-metode yang dibagi menjadi enam langkah dasar yang dapat dingat dengan mudah dengan menggunakan singkatan  M – A – S – T – E – R.  Kata ini diciptakan oleh pelatih terkemuka Cara Belajar Cepat (CBC) Jayne Nicholl. Adapun pengertian dari M-A-S-T-E-R menurut Colin Rose dan Malcolm J. Nicholl adalah sebagai berikut:</p>
<p>1.    M adalah Motivating Your Mind  (Memotivasi Pikiran)</p>
<p>Dalam memotivasi pikiran maka seseorang harus berada dalam keadaan pikiran yang “kaya akal”, Itu berarti harus dalam keadaan relaks, percaya diri dan termotivasi. Jika mengalami stress atau kurang percaya diri atau tidak dapat melihat manfaat dari sesuatu yang dipelajari, maka ia tidak akan bisa belajar dengan baik. Memiliki sikap yang benar terhadap belajar tentang sesuatu adalah prasyarat mutlak. Seseorang harus mempunyai keinginan untuk memperoleh keterampilan atau pengetahuan baru, harus percaya bahwa dirinya betul-betul mampu belajar, dan bahwa informasi yang didapatkan akan mempunyai dampak yang bermakna bagi kehidupannya. Jika belajar hanya dianggap sebagai tugas belaka, maka besar kemungkinannya akan mengalami kegagalan.  Maka dari itu, sebagai langkah penting pertama untuk memulai proses belajar, harus dapat menemukan AGB (Apa Gunanya Bagiku). Menanyai diri sendiri, memperdebatkan informasi yang ada, menanyai diri sendiri dengan pertanyan seperti “Apakah ini benar? Apakah ini dapat dimengerti?” adalah bagian-bagian yang esensial dari proses belajar, karena pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat menjaga fokus perhatian.</p>
<p>2.    A adalah Aquiring The Information (Memperoleh Informasi)</p>
<p>Dalam belajar seseorang perlu mengambil, memperoleh dan menyerap fakta-fakta dasar subyek palajarran yang dipelajari melalui cara yang paling sesuai dengan pembelajaran inderawi yang disukai. Walaupun ada sejumlah strategi belajar yang harus diimplementasikan oleh setiap orang. Tetapi juga ada perbedaan pokok sejauh mana seseorang perlu melihat, mendengar, atau melibatkan diri secara fisik dalam proses belajar. Dengan mengidentifikasi kekuatan visual, auditori dan kinestetik, maka seseorang askan dapat memainkan berbagai strategi yang menjadikan pemerolehan informasi lebih mudah daripada sebelumnya.</p>
<p>Ada beberapa strategi yang ditawarkan Colin dan Malcolm dalam memperoleh informasi agar lebih mudah :</p>
<p>a.    Dapatkan gambaran yang lebih menyeluruh tentang suatu obyek yang dimaksudkan. Otak atau pikiran mampu merasakan keseluruhan dan sebagian dari suatu hal secara bersamaan. Otak secara aktif sibuk dalam “pembuatan makna”, yaitu mengaitkan informasi baru dengan pengetahuan sebelumnya, sementara secara bersamaan memisahkan informasi ke dalam tempatnya masing-masing.  Misalnya dalam membaca sebuah buku, cobalah membuka sekilas-sekilas seluruh halamannya. Catatlah (dalam hati) tajuk-tajuk bab, sub-sub tajuk bab, dan ilustrasi. Berhentilah sejenak, kemudian baca cepat suatu bagian yang benar-benar menarik perhatian. Inilah cara efektif umtuk mulai belajar.</p>
<p>b.     Kembangkan gagasan inti</p>
<p>Setiap subyek pasti memiliki gagasan inti atau gagasan pokok. Dengan memahami gagasan inti, segala sesuatunya yang lain akan mudah dimengerti. Sekali bisa memahami gagasan pokoknya, seluruh subyeknya akan menjadi menarik.</p>
<p>c.     Buat sketsa dari apa yang telah diketahui</p>
<p>Dalam memulai proses belajar perlu membuat beberapa catatan tentang apa yang telah diketahui yang berkaitan dengan apa yang akan dipelajari.</p>
<p>Pertama-tama adalah mencatat apa yang telah diketahui. Barulah kemudian mencatat apa saja yang dibutuhkan untuk menemukan lebih banyak informasi yang terkait dengannya. Ini akan mendorong untuk mulai merumuskan pertanyaan-pertanyaan dalam pikiran, kemudian mulai mencari jawaban-jawabannya dan akhirnya akan melibatkan sepenuhnya seseorang dalam proses belajarnya.</p>
<p>d.     Bagi materi menjadi bagian-bagian kecil</p>
<p>Banyak pelajar yang gagal sebelum memulai belajar karena merasa apa yang sedang dilakukan sangar membebani. Untuk mengatasi hal ini adalah dengan memecah-mecah apa yang sedang dipelajari ke dalam bagian-bagian kecil. Dengan mendapatkan informasi bagian per bagian akan memperoleh sukses kecil yang berkesinambungan tanpa tekanan mental.</p>
<p>e.    Bertanyalah terus</p>
<p>Dengan mempertanyakan terus apa yang belum diketahui akan membuat pikiran tetap fokus, dengan mencari dan menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang disusun akan menjaga ketertarikan terhadap subyek yang dipelajari.</p>
<p>f.    Kenali gaya belajar sendiri</p>
<p>Walaupun masing-masing peneliti menggunakan istilah yang berbeda dan menemukan berbagai cara untuk mengatasi gaya belajar seseorang, telah disepakati secara umum adanya dua kategori utama tentang bagaimana kita belajar. Pertama, bagaimana kita menyerap informasi dengan mudah dan kedua, cara kita mengatur dan mengolah informasi tersebut. Gaya belajar seseorang adalah kombinasi dari bagaimana ia menyerap, dan kemudian mengatur serta mengolah informasi.</p>
<p>Jika seseorang akrab dengan gaya belajarnya sendiri, maka dapat mengambil langkah-langkah penting untuk membantu agar belajar lebih cepat dan lebih mudah. Pada awal pengalaman belajar, salah satu di antara langkah-langkah  pertama adalah mengenali modalitas seseorang sebagai modalitas visual,   auditorial, atau kinestetik. Seperti yang telah diusulkan istilah-istilah ini, orang visual belajar dari apa yang mereka lihat, pelajar auditorial belajar melalui apa yang mereka dengar, dan pelajar kinestetik belajar lewat gerak dan sentuhan. Walaupun masing-masing dari kita belajar dengan menggunakan ketiga modalitas ini pada tahapan tertentu, kebanyakan orang lebih cenderung pada salah satu di antara ketiganya.</p>
<p>Mengidentifikasi dan memahami belajar sendiri dan gaya-gaya belajar orang lain, akan membuka pintu untuk meningkatkan kinerja dan prestasi serta memperkaya pengalaman dalam setiap aspek kehidupan. Seseorang akan mampu menyerap informasi lebih cepat dan mudah, dapat mengidentifikasi dan mengapresiasi cara yang paling disukai untuk menerima informasi, dapat berkomunikasi jauh lebih efektif dengan orang lain dan memperkuat pergaulan dengan orang lain.</p>
<p>3.    S adalah Searching Out the Meaning  (Menyelidiki Makna)</p>
<p>Mengubah fakta ke dalam makna adalah unsur pokok dalam proses belajar. Menanamkan informasi pada memori mengharuskan seseorang untuk menyelidiki makna seutuhnya secara seksama dengan mengeksplorasi bahan subyek yang bersangkutan.  Mengubah fakta menjadi makna adalah arena di mana ke delapan kecerdasan berperan aktif. Setiap jenis kecerdasan adalah sumber daya yang bisa diterapkan ketika mengeskplorasi dan menginterpretasi fakta-fakta dari materi pelajaran. Teori Delapan Kecerdasan dikemukakan oleh Gardner, yang secara garis besarnya adalah sebagai berikut :</p>
<p>1)    Kecerdasan Linguistik (bahasa), yaitu kemampuan membaca, menulis, dan berkomunikasi dengann kata-kata atau bahasa.</p>
<p>2)    Kecerdasan Logis-Matematis, adalah kemampuan berpikir (menalar) dan menghitung, berpikir logis dan sistematis.</p>
<p>3)    Kecerdasan Visual-Spasial, adalah kemampuan berpikir menggunakan gambar, membayangkan berbagai hal pada mata pikiran.</p>
<p>4)    Kecerdasan Musikal, adalah kemampuan mengubah atau menciptakan musik, dapat bernyanyi dengan baik, atau memahami dan mengapresiasi musik.</p>
<p>5)    Kecerdasan Kinestetik–Tubuh, adalah kemampuan menggunakan tubuh secara terampil dalam memecahkan masalah, menciptakan produk atau mengemuka-kan gagasan dan emosi.</p>
<p>6)    Kecerdasan Interpersonal (sosial), adalah kemampuan bekerja secara efektif dengan orang lain, berhubungan dengan orang lain dan memperlihatkan empati dan pengertian, memperhatikan motivasi dan tujuan mereka.</p>
<p>7)    Kecerdasan Intrapersonal, yaitu kemampuan manganalisis diri sendiri, mampu merenung dan menilai prestasi diri, serta mampu membuat rencana dan menyusun tujuan yang hendak dicapai.</p>
<p>8)    Kecerdasan Naturalis, yaitu kemampuan mengenal flora dan fauna, melakukan  pemilahan-pemilahan runtut dalam dunia kealaman, dan menggunakan kemampuan ini secara produktif.</p>
<p>Dengan menggunakan semua jenis kecerdasan tersebut akan mendorong seseorang berpikir dalam cara baru, mampu menghidupkan informasi, menjadikannya mudah diingat, memungkinkan seseorang menginterpretasikan fakta, mengubahnya dari pengetahuan permukaan menjadi pemahaman mendalam, mengaitkan yang baru dengan yang sudah diketahui, membandingkan, menarik kesimpulan, dan menjadikan semua dapat digunakan dan bermakna bagi diri sendiri.</p>
<p>4.    T adalah Triggering the Memory  (Memicu Memori)</p>
<p>Memori menjadi bersifat menetap atau semestara, sangat tergantung pada bagaimana kekuatan informasi “didaftarkan” untuk pertama kalinya pada otak. Itulah sebabnya mengapa sangat penting untuk belajar dengan cara melibatkan indra pendengaran, penglihatan, berbicara dan bekerja, serta yang  melibatkan emosi-emosi positif.  Semua faktor tersebut membuat memori menjadi kuat.</p>
<p>Di samping setiap orang memiliki berbagai tipe kecerdasan yang berbeda, mereka juga memiliki daya ingat (kemampuan mengingat) yang berbeda pula. Sebagian orang sangat baik dalam mengingat nama, wajah, atau angka, namun tidak ketiga-tiganya sekaligus. Akan tetapi sebenarnya setiap jenis memori dapat ditingkatkan dengan menggunakan metode pelatihan yang benar. Dan berikut ini adalah beberapa metode untuk mengingat informasi yang sederhana maupun yang kompleks agar dapat tersimpan dalam memori:</p>
<p>a.   Memutuskan untuk mengingat</p>
<p>Seseorang ingat sesuatu yang ingin dingatnya. Kata-kata kuncinya di sini adalah ingin. Seseorang harus membuat keputusan secara sadar bahwa ingin mengingat sesuatu. Jika seseorang ingin belajar sesuatu, harus memilihnya secara sadar. Harus menentukan pilihan (keputusan) untuk mengingat atau tidak mengingat. Beberapa ahli mengatakan bahwa untuk memasukkan informasi kedalam memori jangka panjang, harus memusatkan pikiran padanya selama paling tidak delapan detik.</p>
<p>b.     Ambillah jeda, dan sering-seringlah</p>
<p>Dalam mengikuti suatu sesi kerja yang lama perlu mengambil jeda atau rehat setidaknya setiap 30 menit, dan hanya butuh waktu 2 hingga 5 menit, tetapi akan menjadi istirahat yang lengkap dari apa yang tengah dipelajari. Hal ini karena seseorang akan mengingat dengan sangat baik informasi yang didengar atau dilihat pada awal dan akhir suatu sesi belajar, maka dari itu dengan mengambil beberapa kali jeda, akan mengingat lebih banyak informasi yang diberikan di tengah-tengah.</p>
<p>c.     “Ulangi” selama dan sesudah belajar</p>
<p>Pengulangan dan peninjauan kembali materi yang dipelajari merupakan tahap-tahap sangat penting dalam menciptakan memori jangka panjang. Penelitian menunjukkan bahwa seseorang akan mengingat suatu informasi lebih lama setiap kali mengulanginya. Jika ingin mengingat sesuatu yang baru, ulangilah hal itu segera, dan ulangi lagi setelah 24 jam, lalu setelah satu minggu, setelah dua minggu, satu bulan dan enam bulan. Setelah itu sesorang akan mampu mengingatnya terus jika mengulanginya setiap enam bulan.</p>
<p>d.  Ciptakan Memori Multi-Sensori</p>
<p>Setiap manusia memiliki memori terpisah atas apa yang dilihat, didengar, diucapkan, dan dikerjakan. Karena itu, pengalaman multi-sensori akan memperluas dan memperdalam potensi seseorang dalam mengingat. Maka, pastikan bahwa ada pengalaman-pengalaman visual (lihat/pandang), auditori (dengar), dan kinestetik (gerak-laku).</p>
<p>e. Ciptakan Akronim (Singkatan)</p>
<p>Akronim (singkatan) adalah kata yang dibentuk dari huruf atau huruf-huruf awal, atau masing-masing bagian dari sekelompok kata, atau istilah gabungan.  Membuat berbagai akronim akan membuat lebih banyak memori menjadi menetap.</p>
<p>f.     Kilatan Memori</p>
<p>Cara mengingat dengan teknik kilatan memori sangat efektif dan sederhana. Pada kenyatannya ketika cara itu digunakan di kelas, kebanyakan siswa memilihnya sebagai satu strategi yang paling baik untuk mengingat. Berikut ini cara yang dimaksud :</p>
<p>1)     Buat catatan dalam bentuk peta konsep atau daftar ringkas</p>
<p>2)     Pelajari dengan seksama selama satu atau dua menit</p>
<p>3)     Kesampingkan catatan itu, lalu buat lagi peta konsep berdasarkan ingatan.</p>
<p>4)     Kini bandingkan kedua peta konsep, akan segera terlihat ada yang terlewat.</p>
<p>5)     Sekarang buatlah peta konsep yang ketiga, kemudian bandingkan dengan yang pertama. Suatu gagasan yang bahkan lebih baik adalah mengikat bersama kekuatan kilatan memori dengan sebuah akronim.</p>
<p>g.    Kartu Belajar</p>
<p>Beberapa subyek cukup ideal bagi kartu-kartu belajar, misalnya rumus-rumus ilmiah  atau  kata-kata asing.   Gunakan kartu-kartu itu pada waktu santai untuk  mengulang dan menguji diri sendiri.</p>
<p>h.    Belajar Secara Menyeluruh</p>
<p>Dalam mempalajari bahan yang banyak jangan melakukannya baris demi baris, pelajarilah secara menyeluruh sebagai satu kesatuan. Metode ini lebih efektif daripada metode “dari bagian ke keseluruhan” karena metode ini dimulai dari gambaran besar, pola yang menyeluruh, dan itu bersifat multi sensori.</p>
<p>i.    Ubahlah Ke Dalam Bentuk Cerita</p>
<p>Seseorang bisa menambahkan dimensi lain dengan membuat sebuah cerita untuk membantu mengingat butir-butir kunci.</p>
<p>j.    Iringi Dengan Musik</p>
<p>Dalam dunia pendidikan, pengaruh musik terhadap peningkatan kemampuan akademik sudah cukup lama diyakini, selain dapat berpengaruh positif terhadap kualitas kehidupan anak-anak, juga dapat merangsang keberhasilan akademik jangka panjang. Musik sebagai bentuk seni, diintegrasikan penyajiannya dalam bidang studi lain di sekolah dapat meningkatkan hasil belajar bidang studi itu selain hasil belajar musik sendiri.  Musik dan ritme membuat seseorang lebih mudah mengingat. Hal ini disebabkan karena musik sebenarnya berhubungan dan mempengaruhi kondisi fisiologis seseorang. Selama melakukan pekerjaan mental yang berat, tekanan darah dan denyut jantung cenderung meningkat. Gelombang otak meningkat, dan otot-otot menjadi tegang. Selama relaksasi dan meditasi, denyut jantung dan tekanan darah menurun, dan otot-otot mengendur. Biasanya akan sulit berkonsentrasi ketika benar-benar relaks, dan sulit untuk relaks ketika berkonsentrasi penuh.  Jadi relaksasi yang diiringi dengan musik membuat pikiran selalu siap dan mampu berkonsentrasi.</p>
<p>5.     E adalah Exhibiting What You Know  (Memamerkan Apa Yang Anda Ketahui)</p>
<p>Untuk mengetahui bahwa seseorang telah paham dengan apa yang dipelajarinya bisa dilakukan dengan beberapa teknik. Pertama, dengan menguji diri sendiri. Buktikan bahwa dia memang betul-betul telah mengetahui suatu subyek dengan pengetahuan yang mendalam, bukan hanya luarnya saja. Menguji diri harus menjadi penjabaran otomatis dan langsung atas kemampuan yang dimiliki. Ketika seseorang menjadikan uji diri sebagai bagian otomatis dari teknik belajar maka seseorang akan menjadi “lebih mampu melihat fakta” atas kesalahan yang mungkin dilakukan. Seseorang akan mulai mengerti bahwa kesalahan mempunyai peran cukup berarti dalam belajar. Kesalahan adalah umpan balik yang bermanfaat, kesalahan adalah batu loncatan, bukan penghalang. Yang harus dipikirkan adalah bukan seberapa banyak kesalahan yang dibuat, tetapi apa jenis kesalahan yang dilakukan. Kesalahan hanyalah terminal-terminal sementara di jalan menuju sukses. Evaluasi dari teman sebaya dan guru merupakan bagian penting dalam mencapai puncak pembelajaran, tetapi yang paling penting adalah evaluasi mandiri. Evaluasi mandiri merupakan metode berpikir yang tinggi, karena membutuhkan kemampuan refleksi, analisis, sintesis, dan menilai.  Kedua, mempraktikkan apa yang dipelajari kepada teman atau sahabat. Jika seseorang bisa mengajarkan apa yang diketahuinya kepada orang lain, maka hal ini menunjukkan bahwa dia telah paham, dan pengetahuan itu tidak hanya diketahuinya, tapi juga dimilikinya. Ketiga, menggunakan apa yang telah dipelajari secara bebas dan berjarak dari lingkungan belajar. Karena itulah mengapa langkah “pamerkan apa yang diketahui” sangat penting. Menggunakan apa yang telah dipelajari dalam cara yang berbeda, meningkatkan, serta mengembangkannya adalah penguasaan yang sebenarnya. Keempat, mencari dukungan dari orang lain, baik itu orang tua, atau teman belajar. Melalui cara ini akan didapatkan umpan balik langsung tentang ketepatan dan keefektifan cara belajar yang digunakan serta cara menpresentasikannya. Selain itu juga akan mendapat sudut pandang yang berbeda atas subyek yang dipelajari.</p>
<p>6.     R adalah Reflecting How You’ve Learned (Merefleksikan Bagaimana Anda Belajar)</p>
<p>Seseorang perlu merefleksikan pengalaman belajarnya, bukan hanya pada apa yang telah dipelajari, tetapi juga pada bagaimana mempelajarinya. Dalam langkah ini seseorang meneliti dan menguji cara belajarnya sendiri. Kemudian menyimpulkan teknik-teknik dan ide-ide yang terbaik untuk diri sendiri. Secara bertahap, seseorang akan dapat mengembangkan suatu pendekatan cara belajar yang paling sesuai dengan kemampuan dirinya. Langkah terakhir dalam rencana belajar ini adalah berhenti, kemudian merenungkan dan menanyakan pertanyaan ini pada diri sendiri: Bagaimana pembelajaran berlangsung? Bagaimana pembelajaran dapat berjalan lebih baik? Dan apa makna pentingnya bagi saya?</p>
<p>Mengkaji dan merenungkan kembali pengalaman belajar dapat membantu mengubah karang penghalang yang keras menjadi batu pijakan untuk melompat ke depan. Sekali bisa mempelajari kombinasi personal kecerdasan dan cara belajar yang disukai, maka potensi belajar akan terbuka lebar-lebar. Pemantuan diri, evaluasi diri dan introspeksi terus-menerus adalah karakteristik kunci yang harus dimiliki pembelajar yang punya motivasi diri.</p>
<p>V.  Penutup</p>
<p>Konsep belajar cepat adalah suatu pendekatan dalam dunia pendidikan modern yang menawarkan alternatif baru dalam proses pembelajaran. Diharapkan, proses belajar yang selama ini merupakan kegiatan yang membebani siswa (mahasiswa) dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan dan efektif. Konsep ini adalah sebuah konsep belajar yang dilatarbelakangi oleh kecepatan perubahan dunia yang menuntut adanya upaya untuk mengantisipasi perubahan tersebut. Upaya itu adalah dengan terus menerus meningkatkan kemampuan belajar personal dan menguasai dua ketrampilan utama yang diyakini sebagai ketrampilan super pada dekade ini, yakni belajar bagaimana belajar dan belajar bagaimana berpikir. Untuk menguasai dua ketrampilan ini, metode belajar yang dikembangkan dalam accelerated learning lebih ditekankan pada kecenderungan masing-masing individu terhadap gaya belajar pribadinya. Dengan cara inilah seseorang akan dapat belajar dengan menggunakan cara yang paling alamiah, dan yang alamiah itu akan menjadikan proses belajar menjadi mudah, sedangkan belajar yang mudah akan menjadikan belajar menjadi lebih cepat.</p>
<p>Implikasi accelerated learning terhadap proses belajar mengajar di kelas meliputi tiga konsep dasar, yaitu konsep belajar mengajar, strategi pembelajaran, dan cara belajar siswa. Konsep belajar mengajar dalam accelerated learning  menuntut adanya interaksi antara guru dan siswa secara aktif dalam proses belajar mengajar di kelas. Harus ada prakarsa dari guru terlebih dahulu untuk selanjutnya mendapat respon dari siswa. Jadi, antara konsep belajar dan konsep mengajar harus berjalan beriringan. Dalam strategi pembelajaran guru dituntut mampu merancang strategi-strategi yang dapat menjadikan proses belajar berjalan dengan efektif dan efisien. Dalam cara belajarnya, siswa diminta mengaplikasikan metode belajar 6 langkah M-A-S-T-E-R pada setiap kegiatan belajar mengajar.</p>
<p>DAFTAR PUSTAKA<br />
Al-Syaibany, Omar Mohammad Al-Toumy, Falsafah Pendidikan Islam, terj. Hasan Langgulung, (Jakarta: Bulan Bintang 1979)</p>
<p>Departemen Agama RI., Al-Quran dan Terjemahnya, (Mekkah: Komplek Percetakan Al-Quran Al-Karim Raja Fahd, 1997), hal. 109 – 110.</p>
<p>De Porter, Bobbi,  dkk, Quantum Teaching Mempraktikkan Quantum Learning Di Ruang-Ruang Kelas, (Bandung: Kaifa, 2000)</p>
<p>De Porter, Bobbi dan Hernacki, Hernacki, Quantum Learning Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan, (Bandung: Kaifa, 1999)</p>
<p>Djamarah, Syaiful Bahri, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta:Rineka Cipta, 1997)</p>
<p>Dryden, Gordon dan Vos, Jeannette, Revolusi Cara Belajar The Learning Revolution, terj. Word Translation Service, (Bandung: Kaifa, 2000)</p>
<p>Mas&#8217;ud, Abdurrachman, dkk., Paradigma Pendidikan Islam, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2001).</p>
<p>Meier, Dave, The Accelerated Learning Hand Book, (Bandung: Kaifa, 2002).</p>
<p>Nasution, S,  Berbagai Pendekatan Dalam Proses Belajar dan Mengajar, (Jakarta: Bumi Aksara, 1995)</p>
<p>Pekerti, Widia,  Jaurnal  Pendidikan dan Kebudayan, No. 002, tahun ke 5, Maret 2000</p>
<p>Rose, Colin dan J. Nicholl, Malcolm , Accelerated Learning For The 21 ST Century Cara Belajar Cepat Abad XXI, ( Bandung: Nuansa, 2002)</p>
<p>Rusyan, Tabrani, dkk, Pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar, (Jakarta: Balai Pustaka,1998)</p>
<p>Sudjana, Nana, Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar, (Bandung:Sinar Baru Algensindo, 2000)</p>
<p>Tilaar, H. A. R, Beberapa Agenda Reformasi Pendidikan Nasional Dalam Perspektif Abad 21, (Magelang: Indonesia Tera, 1999)</p>
<p>Ulwan, Abdullah Nasih, Pendidikan Anak Menurut Islam Kaidah-Kaidah Dasar, terj. Khalilullah Ahmas, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1992)</p>
<p>Usman, Moh. Uzer, Upaya Optimalisasi Kegiatan Belajar Mrngajar,  (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1993).<br />
<strong>Oleh : Drs. H. Hamruni, M.Si</strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/supraptojielwongsolo.wordpress.com/125/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/supraptojielwongsolo.wordpress.com/125/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/supraptojielwongsolo.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/supraptojielwongsolo.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/supraptojielwongsolo.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/supraptojielwongsolo.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/supraptojielwongsolo.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/supraptojielwongsolo.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/supraptojielwongsolo.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/supraptojielwongsolo.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/supraptojielwongsolo.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/supraptojielwongsolo.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/supraptojielwongsolo.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/supraptojielwongsolo.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/supraptojielwongsolo.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/supraptojielwongsolo.wordpress.com/125/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supraptojielwongsolo.wordpress.com&amp;blog=3583334&amp;post=125&amp;subd=supraptojielwongsolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://supraptojielwongsolo.wordpress.com/2008/07/08/accelerated-learning/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7eda71c301da9403f0fb26d8a90c2b95?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">supraptojielwongsolo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Paradog UN (Ujian Nasional)</title>
		<link>http://supraptojielwongsolo.wordpress.com/2008/07/03/paradog-un-ujian-nasional/</link>
		<comments>http://supraptojielwongsolo.wordpress.com/2008/07/03/paradog-un-ujian-nasional/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 04:30:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>supraptojielwongsolo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Paradog]]></category>
		<category><![CDATA[Ujian Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[UN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://supraptojielwongsolo.wordpress.com/?p=123</guid>
		<description><![CDATA[Sesuai dengan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional dan Undang-undang Guru dan Dosen bahwa hak melakukan evaluasi pendidikan adalah merupakan hak guru dan dosen. Guru yang lebih mengetahui kemampuan peserta didiknya. Guru juga mengetahui dan terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Guru juga yang mengetahui keterbatasan sarana yang dimiliki oleh sekolah di mana ia mengajar. Kemudian datanglah kekuasaan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supraptojielwongsolo.wordpress.com&amp;blog=3583334&amp;post=123&amp;subd=supraptojielwongsolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sesuai dengan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional dan Undang-undang Guru dan Dosen bahwa hak melakukan evaluasi pendidikan adalah merupakan hak guru dan dosen. Guru yang lebih mengetahui kemampuan peserta didiknya. Guru juga mengetahui dan terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Guru juga yang mengetahui keterbatasan sarana yang dimiliki oleh sekolah di mana ia mengajar.</p>
<p>Kemudian datanglah kekuasaan. Keputusan pun dibuat, meskipun keputusan itu keluar dari yang bukan ahli di bidang pendidikan. Wapres <span class="searchhighlight">Yusuf</span> <span class="searchhighlight">Kalla</span> yang notabene sang “juragan” menginginkan Ujian Nasional yang standarnya tiap tahun meningkat. Terjadilah jungkir balik di dunia pendidikan. Lalu keluarlah Peraturan Pemerintah No.19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Ujian Nasional pun dilaksanakan. Standar kelulusan ditetapkan 4,5. Hak guru pun dirampas<span id="more-123"></span> oleh pemerintah. Terjadi pengambilalihan peran. Padahal, seharusnya pemerintah tidak perlu terlalu jauh dan tidak perlu berhubungan langsung dengan para siswa.</p>
<p>Penetapan standar nasional untuk kelulusan ini sesungguhnya mengandaikan mutu pendidikan di tiap daerah sama. Sesungguhnya yang terjadi adalah adanya jurang perbedaan antara proses pendidikan di kota dan desa. Penetapan standar kelulusan ini juga menunjukkan bahwa pemerintah hanya melihatnya dari satu ranah, ranah kognitif. Ini menunjukkan bahwa pemerintah memandang proses pendidikan hanya sebagai transfer ilmu pengetahuan yang bisa dengan mudah diukur dengan angka-angka. Penetapan ini sesungguhnya mereduksi makna pendidikan sebagai sebuah proses pematangan pribadi mencakup pengembangan kognisi, afeksi, mental dan kepribadian (Kompas 21 Mei 2006).</p>
<p><strong>Paradog <span class="searchhighlight">UN</span></strong><br />
Ujian Nasional sesungguhnya diharapkan oleh Wapres <span class="searchhighlight">Yusuf</span> <span class="searchhighlight">Kalla</span> untuk mendorong siswa bekerja keras. Semua sepakat, bahwa kita mengharapkan pendidikan ini menghasilkan siswa pekerja keras. Tetapi kemudian yang terjadi adalah kerancuan demi kerancuan. Kerancuan yang pertama, adalah ketika kita mencoba untuk memisahkan antara input, proses dan output. Bagaimana mungkin pendidikan kita menghasilkan lulusan yang bekerja keras, kalau kemudian kita memasalkan dan menyeragamkan yang sesungguhnya berbeda. Diseragamkannya standar kelulusan yang 4,5 tersebut sesungguhnya karena pemerintah (dalam hal ini <span class="searchhighlight">Yusuf</span> <span class="searchhighlight">Kalla</span>) meninggalkan input dan proses. Dengan latar belakang sosial yang berbeda, akses mendapatkan informasi pendidikan yang tak sama, belum lagi alasan geografis yang juga sangat terjadi kesenjangan, ditambah lagi proses belajar yang begitu terasa jurangnya antara kota dan desa, daerah aman dan konflik, maka semakin nyatalah bahwa akal-akalan <span class="searchhighlight">UN</span> ini sepatutnya ditolak oleh warga pendidikan.</p>
<p>Dengan pemaksaan standar kelulusan yang 4,5 ini, maka pendidikan pun mulai kehilangan ruhnya. Pendidikan kehilangan makna. Lahirlah nuansa instan di dunia pendidikan. Guru pun mendapatkan kesibukan baru. Kesibukan yang serba instan. Sebagaimana guru, maka murid juga melakoni hal yang sama, belajar instan. Belajar sekadar untuk bisa menembus batasan kelulusan. Berbagai macam cara ditempuh. Cara yang akhirnya menghilangkan kreatifitas guru-guru mata pelajaran <span class="searchhighlight">UN</span>. Dan murid pun akhirnya mengubur nilai kreatifitas yang sesungguhnya merupakan potensi yang bisa ia munculkan. Pelajaran Matematika yang seharusnya bisa menghasilkan murid berfikir logis, kaya akan inovasi dan berusaha mencari dan berfantasi dengan bahasa-bahasa logis, akhirnya hanya bisa pasrah dan melakoni pelajaran yang mengasyikkan tersebut dengan ”cara cepat” menjawab soal-soal pilihan berganda yang hanya berpatokan pada nilai akhir. Begitu juga dengan pelajaran Bahasa Inggris yang seharusnya bisa dipraktekkan dengan suasana belajar yang lebih kreatif semacam debat, percakapan serta berbagai macam cara belajar yang lebih menarik, akhirnya harus puas hanya dengan trik-trik menjawab soal-soal <span class="searchhighlight">UN</span>.</p>
<p>Tak berbeda jauh dengan dua mata pelajaran di atas, Bahasa Indonesia pun akhirnya hanya sekadar ”lolos dari lubang jarum” kelulusan. Sastra Indonesia yang begitu kaya dengan karya para pujangganya pun hanya sekadar hafalan para siswa, tidak memaknai arti karya tersebut. Karya sastra yang juga mengiringi sejarah perjalanan bangsa ini pun akhirnya kehilangan kesan dari murid-murid yang seharusnya mereka bisa memaknainya. Maka pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia akhirnya kering kehilangan makna. Pelajaran Ekonomi yang juga satu di antara pelajaran yang di <span class="searchhighlight">UN</span> kan pun mengalami nasib serupa. Siswa (jurusan IPS), walaupun sampai tiga tahun berturut-turut belajar pelajaran ini, tetap saja tidak memahami keadaan ekonomi mikro dan ekonomi makro. Tetap saja tidak mengerti dengan gejolak ekonomi yang terus berlangsung secara fluktuatif di jagad bumi. Pelajaran Ekonomi, sekali lagi hanya sekadar bisa mengantarkan mereka lulus dari batasan 4,5 tersebut.</p>
<p>Momok angka 4,5 ini akhirnya memaksa sekolah (bisa jadi dinas pendidikan kabupaten/kota atau provinsi) melakukan ”terobosan” baru. Batasan 4,5 yang dipaksakan pusat akhirnya diakal-akali oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Pusat boleh saja membuat batasan tersebut, daerah atau sekolah pun akhirnya punya ”cara tersendiri” untuk menembus batasan tadi. Sistem pengawasan yang walaupun dilakukan silang, dikondisikan untuk melakukan pengawasan yang ”biasa-biasa saja” jangan terlalu ketat, dan siswa seakan diberikan peluang untuk melakukan ”kreatifitas” barunya di ruang ujian. Atau bahkan, sekolah membuat ”tim sukses” untuk memuluskan langkah para siswanya menembus batasan 4,5. Suara SMS yang berseliweran di ruang ujian, atau keluar-masuknya siswa untuk ke kamar kecil yang tentunya sudah dikondisikan menjadi pandangan baru ketika <span class="searchhighlight">UN</span> berlangsung. Pihak-pihak yang berkepentingan untuk mempertahankan posisinya seolah tidak mau ambil peduli atas semua yang terjadi mengiringi perjalanan <span class="searchhighlight">UN</span>.</p>
<p>Dengan kenyataan di atas, apa yang menjadi harapan <span class="searchhighlight">UN</span> sebenarnya hanya semu semata. Tidak ada lagi kebanggaan para siswa atas nilai ”bagus” yang ia peroleh di <span class="searchhighlight">UN</span> tersebut, karena ia pun mengerti tidak seperti itu sesungguhnya yang terjadi. Kualitas seperti inikah yang diinginkan dari hasil <span class="searchhighlight">UN</span> ini? Kualitas inikah yang diinginkan sang ”juragan’ <span class="searchhighlight">Yusuf</span> <span class="searchhighlight">Kalla</span>? Logika kebenaran siapakah yang seharusnya kita ikuti? Wapres yang pengusaha atau para pakar pendidikan? Tanyakan hati nurani masing-masing.<br />
<strong>Oleh: Muhammad Rais MPd</strong></p>
<p><strong></strong><em>(Penulis Guru SMA Negeri 3 Medan, pengurus Ikatan Sarjana Manajemen Pendidikan Indonesia (ISMaPI) Sumut, Alumni PPs Unimed dan mahasiswa pascasarjana USU) </em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/supraptojielwongsolo.wordpress.com/123/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/supraptojielwongsolo.wordpress.com/123/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/supraptojielwongsolo.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/supraptojielwongsolo.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/supraptojielwongsolo.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/supraptojielwongsolo.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/supraptojielwongsolo.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/supraptojielwongsolo.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/supraptojielwongsolo.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/supraptojielwongsolo.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/supraptojielwongsolo.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/supraptojielwongsolo.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/supraptojielwongsolo.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/supraptojielwongsolo.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/supraptojielwongsolo.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/supraptojielwongsolo.wordpress.com/123/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supraptojielwongsolo.wordpress.com&amp;blog=3583334&amp;post=123&amp;subd=supraptojielwongsolo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://supraptojielwongsolo.wordpress.com/2008/07/03/paradog-un-ujian-nasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7eda71c301da9403f0fb26d8a90c2b95?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">supraptojielwongsolo</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
