Reciprocal teaching?

1. Pengantar

Reciprocal teaching adalah strategi belajar melalui kegiatan mengajarkan teman. Pada strategi ini siswa berperan sebagai “guru” menggantikan peran guru untuk mengajarkan teman-temannya. Sementara itu guru lebih berperan sebagai model yang menjadi contoh, fasilitator yang memberi kemudahan, dan pembimbing yang melakukan scaffolding . Scaffolding adalah bimbingan yang diberikan oleh orang yang lebih tahu kepada orang yang kurang atau belum tahu (misalnya guru kepada siswa atau siswa yang pandai dengan siswa lain yang kurang pandai). Bimbingan yang diberikan pada tahap dilakukan secara ketat, kemudian secara berangsur-angsur tanggungjawab belajar diambil alih oleh siswa yang belajar.

Pada scaffolding kemampuan aktual siswa, yaitu kemampuan yang mampu dicapai oleh siswa dengan belajar sendiri dapat `berkembang lebih tinggi dan lebih baik sehingga dicapai kemampuan potensialnya. Dengan demikian scaffolding mampu membantu siswa mengembangkan kemampuan aktualnya menjadi kemampuan potensialnya.

Menurut Palincsar dan Brown seperti yang dikutip oleh Slavin (1997) bahwa strategi reciprocal teaching adalah pendekatan konstruktivis yang didasarkan pada prinsip-prinsip membuat pertanyaan, mengajarkan keterampilan metakognitif melalui pengajaran, dan pemodelan oleh guru untuk meningkatkan keterampilan membaca pada siswa yang berkemampuan rendah. Reciprocal teaching adalah prosedur pengajaran atau pendekatan yang dirancang untuk mengajarkan kepada siswa tentang strategi-strategi kognitif serta untuk membantu siswa memahami bacaan dengan baik Dengan menggunakan pendekatan reciprocal teaching siswa diajarkan empat strategi pemahaman dan pengaturan diri spesifik, yaitu merangkum bacaan, mengajukan pertanyaan, memprediksi materi lanjutan, dan mengklarifikasi istilah-istilah yang sulit dipahami. Untuk mempelajari strategi-strategi tersebut guru dan siswa membaca bahan pelajaran yang ditugaskan di dalam kelompok kecil, guru memodelkan empat keterampilan tersebut di atas (Nur, 2004).

2. Pengenalan Reciprocal Teaching

Reciprocal teaching belum biasa dilakukan oleh guru. Siswapun belum akrab dengan strategi ini. Oleh karena itu kalau guru akan menggunakan reciprocal teaching perlu memperkenalkannya terlebih dahulu kepada siswa.

Untuk memperkenal reciprocal teaching kepada siswa guru dapat memulai dengan memberikan informasi-informasi. Berikut ini adalah saran dari Palincsar 1987 (dalam Slavin, 1997) tentang skenario bagaimana seorang guru memperkenalkan reciprocal teaching kepada siswa. Berikut ini adalah skenarionya.

Contoh Skenario Pengenalan Reciprocal Teaching Kepada Siswa

Untuk minggu-minggu mendatang kita akan bekerja bersama-sama untuk meningkatkan kemampuan Anda semua dalam memahami bahan bacaan yang Anda baca. Kadang-kadang kita sulit memahami arti kata-kata, sulit memusatkan perhatian kepada arti kata-kata atau kepada apa yang kita baca. Kita akan mempelajari suatu cara agar kita dapat lebih memberikan perhatian terhadap apa yang sedang kita baca. Saya akan mengajarkan kepada Anda melakukan kegiatan-kegiatan berikut pada saat Anda memb aca.

•  Memikirkan pertanyaan-pertanyaan penting yang dapat ditanyakan dari apa yang telah Anda baca, dan yakinkan bahwa Anda dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

•  Membuat rangkuman tentang informasi-informasi terpenting dari apa yang telah Anda baca.

•  Memprediksi apa yang mungkin dibahas oleh penulis pada bagian tulisan selanjutnya.

•  Mencatat apabila ada hal-hal yang kurang jelas atau tidak masuk akal dari bacaan yang dibaca dan selanjutnya apakah kita berhasil membuatnya menjadi masuk akal.

kegiatan ini akan membantu Anda tetap memusatkan perhatian kepada apa yang sedang Anda baca, dan yakinkan diri Anda sendiri bahwa Anda memahami apa yang telah Anda baca.

Cara bagaimana Anda akan mempelajari empat kegiatan di atas adalah dengan mengambil giliran berperan sebagai guru selama kegiatan membaca di dalam kegiatan kelompok Anda. Apabila saya guru, saya akan menunjukkan kepada Anda bagaimana membaca dengan penuh perhatian, dengan mengucapkan kepada Anda pertanyaan-pertanyaan yang saya buat sambil saya terus membaca dengan mengikhtisarkan informasi penting yang saya baca, dan dengan membuat prediksi, yaitu saya memikirkan apa yang akan dibahas penulis pada tulisan berikutnya. Saya juga akan mengutarakan kepada Anda apabila saya menemukan sesuatu yang tidak jelas atau membungungkan pada saat membaca, dan bagaimana saya membuat sesuatu yang membingungkan itu menjadi mudah dipahami.

Apabila Anda guru, pertama-tama sambil membaca, Anda akan mengajukan pertanyaan yang Anda buat kepada kelompok Anda. Anda akan memberitahukan kepada kelompok Anda apabila jawaban kelompok Anda benar. Sambil terus membaca, Anda akan mengikhtisarkan informasi penting yang Anda peroleh. Anda juga akan memberitahukan kepada kelompok Anda apabila Anda me nemukan segala sesuatu yang membingungkan di dalam bacaan itu. Beberapa kali selama Anda membaca teks itu, Anda juga membuat prediksi, memikirkan apa yang barangkali akan dibahas pada bacaan berikutnya. Apabila Anda sedang berperan sebagai guru, anggauta kelompok Anda akan menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda dan memberi komentar terhadap rangkuman yang Anda buat.

Kegiatan-kegiatan tadi adalah kegiatan yang diharapkan akan Anda pelajari dan gunakan, tidak hanya pada saat Anda sedang mengikuti pelajaran membaca di kelas, tetapi di manapun Anda ingin memahami dan mengingat apa yang sedang Anda baca.

Skenario di atas merupakan contoh yang dapat dilakukan oleh guru dalam memperkenalkan reciprocal teaching kepada siswa. Kegiatan itu dilakukan pada pertemuan pertama sebelum siswa belajar menggunakan strategi tersebut. Guru harus memastikan bahwa siswa telah memahami dulu strategi ini sebelum mereka menggunakannya

3. Mengajarkan Reciprocal Teaching

Sebagai salah satu pengetahuan prosedural yang diajarkan setahap demi setahap, reciprocal teaching, diajarkan dengan menerapkan pembelajaran langsung ( direct instruction) . Adapun tahapan pembelajaran langsung dalam mengajarkan reciprocal teaching adalah sebagai berikut.

•  Guru menyiapkan teks bacaan materi pelajaran yang akan dibahas pada hari ini. Memberitahu tujuan bahwa siswa akan diajak belajar materi pelajaran tertentu hari ini dengan memberdayakan kemampuan mereka sendiri. Strategi yang akan dilatihkan itu bernama reciprocal teaching .

•  Guru memodelkan strategi reciprocal teaching tahap demi tahap menggunakan alinea pertama di dalam bahan bacaan yang disediakan.

•  Guru dapat mengulangi langkah ini dengan menggunakan alinea kedua di dalam bahan bacaan. Pada akhir langkah ini siswa harus dipastikan sudah memahami langkah-langkah yang dimodelkan tadi.

•  Guru membimbing siswa guru meniru apa yang telah dimodelkan, memberikan balikan dan mendiskusi penampilan siswa. Materi pelajaran yang digunakan adalah materi alinea ketiga dan seterusnya.

•  Guru meminta siswa guru mengulangi sekali lagi langkah d.

Bila materi di dalam satu alinea terlalu singkat, guru dapat menggunakan materi bacaan lembar demi lembar. Hal yang penting perlu diperhatikan di dalam membelajarkan siswa keterampilan ini adalah pada saat modeling. Modeling yang dilakukan oleh guru harus jelas, tahap demi tahap dan siswa harus dipastikan telah memahami semua tahapan yang dilakukan. Untum mnejamin modeling dilakukan dengan baik, menurut teori sosial Bandura, ada empat tahap modeling, yaitu atensi, retensi, produksi, dan motivasi.

Atensi (perhatian) siswa dapat terjadi dan terpusat pada apa yang dimodelkan jika guru melakukan dengan baik, menarik serta tahap demi tahap. Agar siswa dapat meniru keterampilan yang dilatihkan, maka siswa harus dapat mengingat tahapan yang dilatihkan itu. Oleh karena itu perlu dilakukan aktivitas-aktivitas agar siswa dapat mengingatnya (retensi). Retensi dapat dilakukan dengan jalan mengulang-ulang keterampilan tersebut. Produksi tidak lain adalah memberi kesempatan kepada siswa untuk mendemonstrasikan/meragakan keterampilan yang sudah dilatihkan itu. Siswa cenderung melakukan reproduksi kalau mereka termotivasi. Salah satu cara membangkitkan moltivasi adalah dengan menunjukkan kepada siswa bahwa keterampilan yang mereka pelajari itu sangat diperlukan oleh mereka dalam rangka belajarnya.

4. Perancangan dan Penerapan Prosedur Reciprocal Teaching

Berdasarkan saran di atas, maka rancangan pelaksanaan reciprocal teaching sehari-hari adalah mengikuti prosedur berikut.

•  Sediakan teks bacaan yang akan diajarkan pada hari itu.

•  Jelaskan bahwa Anda akan bertindak sebagai guru untuk bagian pertama bacaan.

•  Siswa diminta untuk membaca di dalam hati bagian bacaan yang ditetapkan. Sebagai permulaan, barang kali paling mudah untuk bekerja paragraf demi paragraf.

•  Ketika siswa menyelesaikan bacaan bagian pertama, lakukan pemodelan berikut.

•  Pertanyaan yang saya perkirakan akan ditanyakan guru adalah ………………………………………………………………………………………………………………

•  Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, siswa membuat rangkuman dari informasi yang telah dibaca. Apabila perlu mereka boleh mengacu pada teks bacaan. Saya akan merangkum informasi penting di dalam bacaan sebagai beriku…………………………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………………………………….. …………………………………………………………………………………………………………………..

•  Ketika saya membaca bahan bacaan ini saya menemukan hal-hal yang kurang jelas, yaitu sebagai berikut…………………………………………………………………….. …………………………………………………………………………………………………………………..

•  Untuk mengklarifikasi hal-hal tersebut saya mencari dari bahan bacaan lain, atau bertanya kepada nara sumber lain sebagai berikut……………………….. ……………………………………………………………………………………………………………………

e) Undang siswa untuk membuat komentar tentang pengajaran Anda dan bacaan itu. Sebagai contoh:

(1) Apakah ada informasi yang lain?

(2) Apakah ada yang memiliki prediksi lain untuk ditambahkan pada prediksi saya?

(3) Apa ada yang menemukan sesuatu yang lain yang membingungkan?

•  Tugaskan bagian bacaan berikutnya untuk dibaca dalam hati. Pilih seorang siswa untuk berperan sebagai guru untuk bagian ini. Mulailah dari siswa yang terampil bicara yang menurut Anda akan sedikit mengalami kesulitan dengan kegiatan ini.

g) Latihlah siswa guru untuk dapat berperan dalam kegiatan ini, doronglah siswa lain untuk berperan lebih aktif di dalam dialog dan sebagainya.

5. Pengaruh Stategi Reciprocal Teaching Terhadap hasil Belajar

Pengaruh reciprocal teaching terhadap hasil belajar sangat beragam. Reciprocal teaching mempengaruhi keterampilan komunikasi, motivasi, prestasi belajar, dan hasil belajar kognitif.

a. Pengaruh Strategi Reciprocal Teaching Terhadap Keterampilan Komunikasi

Berdasarkan pada keterampilan yang dilatihkan dan bentuk-bentuk aktivitas yang dilakukan oleh siswa selama kegiatan belajar, maka reciprocal teaching berdampak positif terhadap kemampuan komunikasi siswa, karena selama pembelajaran siswa mengajukan pertanyaan, mengomentari jawaban teman yang lain.

b. Pengaruh Strategi Reciprocal Teaching Terhadap Motivasi Siswa

Menurut teori motivasi ARCS ( Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction), siswa akan termotivasi jika apa yang dipelajarinya menarik perhatiannya, relevan dengan kebutuhan siswa, apa yang mereka pelajari menyebabkan mereka puas, dan menambah percaya dirinya. Dalam kegiatan pembelajaran menggunakan reciprocal teaching, siswa aktif mencari tahu informasi yang diperlukan untuk menjawab pertanyaannya sendiri sehingga relevan dengan kebutuhan mereka sendiri. Hal ini akan meningkatkan motivasi siswa. Wilujeng, (1999) dalam bidang fisika, Khabibah (1999) di dalam bidang matematika, mereka semua berpendapat bahwa reciprocal teaching dapat meningkatkan motivasi siswa.

c. Pengaruh Strategi Reciprocal Teaching Terhadap Hasil Belajar Kognitif

Selama KBM siswa membuat rangkuman, jadi dilatih untuk menemukan ide pokok di dalam bahan bacaan dan ini merupakan keterampilan penting untuk belajar. Semua uraian tersebut ternyata juga sejalan dengan hasil penelitian yang menerapkan reciprocal teaching ini telah berhasil meningkatkan prestasi belajar yang rendah (Palincsar, 1987 dalam Slavin (1997); Palincsar dan Brown, 1984;).

Daftar Pustaka

Khabibah.1999. “Model Reciprocal Teaching dalam Pengajaran Matematika di SMU” . Tesis Magister. Tidak dipublikasikan. Surabaya: PPs Unesa Surabaya.

Palincsar A.S. dan Brown A.. 1984. Reciprocal teaching of Comprehension Fostering and Comprehension mentoring Activities”. Cognition and Instruction. Vol 1 No. 2 pp.117-175.

Slavin. 1997. Educational Psychology, Theory into Practice. 5th edition. Massachussetts: Allyn and Bacon Publisher.

Nur. Mohamad. 2004. Strategi-strategi Belajar. Surabaya: Pusat Sains dan Matematika Sekolah Universitas Negeri Surabaya.

Wilujeng.1999. “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Fisika (IPBA) SMA dengan Pendekatan Reciprocal Teaching Pokok Bahasan Tektonik Lempeng. Tesis Magister. Tidak dipublikasikan. Surabaya: PPs Unesa Surabaya

Ditulis Oleh Daniel M. Rosyid, Ph.DProf. Dr. Muslimin Ibrahim

About these ads

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: