IDIOLOGI DAN PENDIDIKAN

Judul Buku : Philosophical and Ideological Perspectives on Education
BAB 9 : IDIOLOGI DAN PENDIDIKAN
Penyusun/Penulis : Gerald L Gutek

Deskripsi BAB Oleh Suprapto

Pada Bab 9 kita membahas ideologi serta dampaknya pada pendidikan secara umum sebagai pengantar untuk bab berikutnya yang membahas ideologi tertentu mengenai perumusan kebijakan dan dampaknya terhadap pendidikan. Sejak abad ke-18, ideologi telah membentuk dan mengungkapkan gagasan-gagasan sosial, politik, ekonomi dan pendidikan. Pelaksanaan ideologi secara besar-besaran terjadi pada jaman revolusi, seperti revolusi Amerika tahun 1776, revolusi Perancis tahun 1789, revolusi Bolshevik tahun 1917, dan revolusi komunis Cina tahun 1949. Ideologi memiliki peranan penting bagi pendidikan baik formal maupun informal. Ideologi tertentu seperti Liberalisme, Konservatif, Sosial atau Fasisme, menjadi sebuah model yang disukai tokoh-tokoh. Pengikut ideologi melukiskan gambaran yang memiliki makna bersifat histories, sosiologis, politis dan ekonomis. Dalam pembentukan dan perumusan yang dikehendaki, ideologi sangat mempengaruhi pendidikan. Pada bidang pendidikan informal, khususnya media massa, surat kabar, perfilman, radio dan televisi, sama halnya pada pendidikan formal seperti sekolah yang menciptakan kurikulum terselubung dan kurikulum resmi, program yang nyata.
Sejak munculnya bangsa modern, ideologi telah mempengaruhi pembuatan kebijakan dan pelaksanaan kebijakan di berbagai bidang seperti ilmu ekonomi, teknologi, dan pendidikan. Kebijakan di bidang pendidikan, program dan pelatihan, menyebabkan pengaruh langsung pada pendidikan di sekolah.
Meskipun kami memberikan definisi pada bab selanjutnya, kami mulai dengan definisi awal tentang istilah ideologi untuk menuntun alur pembahasan. Ideologi sering diartikan sebagai sistem keyakinan suatu kelompok. Keyakinan kelompok muncul terutama di dalam hal sejarah, sosial, politis, dan ekonomi, meskipun, mereka mencari keyakinan dalam sistem metafisika, seperti budaya tertentu. Penafsiran Ideologi beranggapan bahwa bagaimana masa lalu itu menciptakan dan membentuk keadaan individu dan kelompok sekarang; dari penafsiran ini timbul suatu teori perubahan sosial yang mencari dan untuk memprediksi perkembangan sosial pada masa yang akan datang. Ideologi mengakui bahwa mereka merekomendasikan pedoman kebijakan untuk membawa masyarakat ke arah yang diinginkan.
Walaupun sebagai penganut faham ideologi telah mencari sesuatu untuk menciptakan sebuah pandangan luas untuk mencari akar-akar budaya tertentu, keabstrakannya yang umum secara historis dirubah dan mewakili keiginan untuk memberikan kebenaran terhadap interpretasi tertentu di masa lalu. Tentu saja, warisan budaya kelompok tertentu yang menganut ideologi sering membawa perubahan penting pada ideologi. Sebagai contoh, versi Marxisme Cina dan Soviet, hasil kebijakannya merupakan refleksi dari warisan budaya dan kondisi lingkungan (geografis, politik, sosial, dan ekonomi) Rusia dan Cina.
Idiologi yang berorientasi pada tindakan, lebih diutamakan daripada yang berazaskan teori semata, digunakan untuk mengarahkan kebijakan politik, sosial, ekonomi dan pendidikan. Dilembaga pendidikan formal, yakni sekolah, digunakan sebagai alat dalam mencapai kebijakan tersebut, pendidikan mengikuti tujuan ideologi.
Ideologi berperan untuk memberikan legitimasi teoritis terhadap pandangan, aspirasi, program dan tindakan suatu kelompok. Idiologi tidak hanya didasarkan pada interest perorangan atau kelompok, tetapi legitimasi idiologi lebih tinggi dan dapat digeneralisasi, dan bisa diterapkan, serta punya kewenangan. Sering terjadi karena alasan sejarah atau mitos digunakan untuk mengesahkan kebijakan dan tindakan.
Ideologi juga digunakan untuk menentukan hubungan kekuasaan antar kelompok. Sebagai contoh, kebijakan pendidikan modern di Amerika Serikat sudah ditetapkan dalam undang-undang, kesempatan memperoleh pendidikan lebih terbuka bagi kelompok Negro, orang Amerika Asli, wanita-wanita yang dulu tidak ada. Sebaliknya, kebijakan pendidikan Nazi Jerman dari 1933 sampai 1945, berdasarkan pada ideologi Sosialis Nasional, yang dirancang untuk tidak memasukkan kelompok Yahudi, Sosial Demokrat, liberal, dan oposisi keagamaan pada rejim Hitler.
Prioritas pembangunan pendidikan harus sejalan dengan idiologi dan akan mendapat tempat di sekolah dan sering mendapat bantuan dana dari pemerintah. Sebagai contoh, sejak tahun 1950 sampai sekarang, pelajaran yang berhubungan dengan pertahanan negara dan teknologi lebih banyak mendapat dukungan di Amerika Serikat dibandingkan masalah sosial dan kesenian.
Dampak ideologi pada pendidikan modern sangat fundamental, yaitu filosofi, psikologi, dan sosiologi. Sejak abad ke-18, indi¬vidu dan masyarakat sudah berada dalam dunia ideologi. Setelah penganut teori sosial politik dan revolusi di Amerika dan Perancis memperkecil status quo. Bangsa eropa yang pertama kali memulai idiologi kemudian berlomba-lomba dan kemudian bersaing untuk kesetiaan individu, kelompok, dan bangsa-bangsa. Karena semangat nasionalisme dan munculnya negara modern, sekolah difungsikan sebagai bagian dari sistem pendidikan yang terorganisir. Selanjutnya, meningkatnya kesadaran sosial, akibat adanya industrialisasi, juga menyebabkan persaingan antar kelompok sosial ekonomi dan politik di bawah pengawasan negara, pemerintah dan sistim pendidikan. Akibatnya, banyak lembaga pendidikan, atau sekolah dibentuk oleh ajaran idiologi atau program idiologi.
Sejarah dan Perkembangan Konsep Idiologi
Pada bagian ini kita akan menguji sejarah konsep ideologi pada abad ke-18 dari kemunculan ideologi pada abad ke-19. Pada bagian ini merupakan kesimpulan yang berasal dari analisis kritik ideologi Karl Marx.

Asal Usul Idiologi
Pada abad ke-18, filsuf Perancis menggunakan istilah’ idiologi’ dalam sebuah makna epistimologi untuk menjelaskan bagaimana hubungan kelompok dan mengungkapkan ide. Lain halnya dengan ilmu agama dan metafisika, para filsuf menciptakan suatu ilmu tentang gagasan. Sebagai contoh, filsuf Perancis. Etienne Bonnot de Condillac ( 1715-1780), menyangkal Plato, mengklaim bahwa perasaan merupakan sumber dari semua gagasan manusia. Dalam hubungannya dengan perkembangan Ideologi, Condillac dan para Filsuf lainnya mengatakan bahwa ide manusia tidak asli secara metafisika karena adanya pengalaman manusia sebelumnya, tetapi lebih tepat sebagai hasil pengalaman manusia dengan lingkungannya. Karena mereka mengikuti pemahaman non-teologi dan non-metafisik tentang ilmu pengetahuan manusia, para filsuf berusaha mengembangkan ilmu sosial yang meniru penelitian ilmu pengetahuan tentang fenomena yang ada.
Di masa lalu, individu telah diindoktrinasi oleh struktur kuno pendidikan klasik atau agama untuk menerima suatu pandangan masyarakat statis. Pendidikan baru telah dikembangkan untuk meningkatkan pendidikan melalui penetapan undang-undang dengan metoda ilmu pengetahuan.

Munculnya Pendapat Ideologi Pada Abad ke-19
Pada akhir abad kedelapanbelas dan awal abad ke sembilan belas, mereka yang mencari perubahan pemikiran bentuk sosial; dan politis tidak hanya menjangkau sebuah kesadaran untuk menciptakan ” kota besar ” di bumi ini. Ahli teori sosial dan politiksi memikirkan berbagai model alternatif untuk membuat masyarakat yang baik. Pencetus ide memberikan pendapat perubahan, undang-undang, dan polemik. Di Inggris, gagasan John Locke bahwa hidup alami, kebebasan, dan hak milik untuk semua orang menjadi doktrin yang berpengaruh memandu politik dari Kerajaan Inggris. Di Amerika Serikat, Jef¬ferson menggunakan suatu adaptasi pendukung republik aliran idiologi Locke membawa pembaharuan republik Amerika.
Pada akhir abad ke-18 dan abad ke-19 tidak hanya mengalami revolusi politis tetapi juga perubahan sosial dan ekonomi yang menghasilkan Revolusi industri termasuk modernisasi teknologi. Konsep idiologi politis pada awalnya muncul dari teori politik kemudian ditambah dengan konsepsi idiologi kelas bawah. Kelas Borjuis menemukan suatu yang mendukung dan menyetujui ideologi Liberalisme Locke dan lainnya penganjur individualisme. Locke dengan teorinya individualisme didukung teori Adam Smith, David Ricardo, dan Thomas Malthus.Muncul dari sosial, politis, ekonomi, dan gagasan bidang pendidikan di bawah perlindungan ideologi liberal.
Awal abad ke-19, muncul pendapat ideologi liberalisme. Saint-Simon, Fourier, Owen, Cabet, dan yang lain percaya bahwa ideologi liberal adalah suatu kesalahan penafsiran sosial ekonomi realitis. Komunitas Sosialisme berargumentasi bahwa teknologi dan urbanisasi yang muncul bisa direncanakan dan diprogramkan secara rasional untuk mengurangi kesengsaraan dan penderitaan manusia.
Sedangkan ideologi liberal klasik mencari dan menjelaskan, kebenaran, dan untuk merasionalkan supremasi kelas menengah sedangkan, Komunitas Sosialis menentang asumsi ini, membela kaum tua merubah golongan ningrat, golongan kaya, dan kaum ningrat menentang revolusi ideologi. Ini merupakan ideologi konservatif, yang dinyatakan oleh Edmund Burke.

Kritik Idiologi Marx
Pertengahan abad ke-19, negara-negara barat melihat suatu perkembangan penganut ideologi untuk mencari penjelasan, kebenaran, rasional. Karl Marx, menyebutnya ” sosialisme ilmiah,” yang muncul menentang ideologi dan menuduh teori yang dirancang untuk mengeksploitasi kelas pekerja. Menurut Marx, ideologi Liberalisme, Conservatisme, dan bahkan Komunitas Sosialisme hanya mementingkan kelas atas dan penguasa. Dalam analisa Marx, perumusan ideologi seperti itu meghasilkan suatu ketimpangan dibanding kesadaran asli pikiran orang-orang, terutama dalam pandangan perubahan kelas pekerja.
Dalam analisa Marx, lebih lanjut, dasar realiti adalah bahan dan termasuk alat-alat ekonomi dan gaya produksi. Interpretasi sejarah keyakinan untuk meneliti yang ilmiah, Marx menyerang Kaum liberal, Konservatif, dan Komunitas sosialis untuk menciptakan ideologi yang berlawanan. Kaum liberal menyimpangkan sejarah, Komunitas sosialis menciptakan teori yang dihancurkan oleh Marx diberi label ” utopian.”
Walaupun Marxist akan dijelaskan lebih mendalam dalam bab kemudian, suatu penjelasan ringkas dari apa yang ia hormati berlawanan dengan kesadaran. Ini pengujian ringkas tentang konsepsi ideologi Marx bermanfaat dalam menjelaskan bagaimana definisi ideologi yang diartikan ”mengubah” . Dalam kaitan dengan pengembangan historis, sejarah Konsep Marxis bersaing merubah fikiran dan masyarakat.

Definisi Idiologi
Sebagai mana yang telah dipelajari, istilah ” ideologi” terdapat berbagai arti dan penggunaan sejak disampaikan oleh filosof yang mencari untuk menciptakan ide-ide yang ilmiah. Definisi yang digunakan dalam teks ini, digunakan untuk mengacu pada gagasan terkait yang berpegang kepada suatu kelompok yang menjelaskan masa lalunya, menguji keberadaan saat ini, dan yang akan datang. Definisi sederhana menyarankan sebagai berikut : ( 1) suatu ideologi menyediakan orientasi pada suatu kelompok pada waktu dan tempat dengan menginterpretasikan sejarahnya; ( 2) ideologi menjelaskan keadaan sosial, ekonomi, politis, dan bidang pendidikan pada saat ini; ( 3 ) pengujian masa lalu berperan pada perubahan konsep sosial ;yakni, berusaha untuk meramalkan apa yang diharapkan akan terjadi pada waktu akan datang; mungkin mengikuti pola-pola yang terjadi di masa lalu; dan ( 4) ideologi penting juga diperlukan dalam merencanakan kebijakan masa depan untuk mencapai hasil akhir; ideologi berorientasikan rencana atau tindakan. Dalam mencapai hasil akhir kelompok, ideologi menganjurkan gerakan di bidang politik atau pendidikan.

Ideologi sebagai suatu Penafsiran Masa Lalu
Awalnya, ideologi menguji suatu masa lalu suatu kelompok. Kelompok itu mungkin warganegara suatu bangsa, seperti hancurnya orang-orang Jerman atau orang Rusia; atau kelompok kelas sosial ekonomi seperti kelas pekerja atau kelas menengah. Kelompok dari profesi atau suatu kelompok pekerja seperti para guru, alim ulama, atau ilmuwan. Ideologi menguji sejarah masa lalu suatu kelompok untuk mengembangkan penafsiran yang berorientasi pada waktu dan tempat serta memberi makna untuk penggolongan anggota. Untuk menciptakan suatu kesamaan dan solidaritas kelompok.
Penafsiran Ideologi merupakan sejarah masa lalu yang akurat. Penganut ideologi menguji perubahan sikap perilaku suatu kelompok masa lalu, dapat digambarkan dengan suatu pengujian sederhana Liberal Klasik. Anak belajar tumbuh dalam lingkungan pergaulan Liberalisme klasik bahwa ia merupakan individu yang mempunyai hak dan respon tertentu.
Lebih lanjut, persaingan dialami secara sosial bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan pribadi.
Penilaian dan penafsiran sejarah Marxis menawarkan suatu teori sosial yang sangat berbeda dari Liberalisme klasik. Menurut Marx, kepentingkan individu lebih penting dari pada ekonomi. Norma-norma pribadi ditentukan oleh hasil hubungan seseorang.

Ideologi Dan Programatis
Walaupun ideologi boleh menggunakan alat akademis, mereka jarang menggunakan norma intrinsik dalam mencari pengetahuan. Ideologi, mengajak mereka melakukan perubahan teori sosial, menjadi alat untuk menuju keberhasilan sosial atau bahkan keadaan sosial baru. Perencanaan dalam ideologi muncul dari keinginan perubahan sosial.
Ideologi yang menentukan pembentukan keadaan sosial, politis, ekonomi, dan pertimbangan atau penilaian bidang pendidikan.

Hubungan ideologi dan Kebijakan Bidang pendidikan
Sebagai gambaran fungsi ideologi dan dampaknya pada bidang pendidikan, kita dapat menggunakan konsep ” rangkaian ideologi.” Rangkaian Ideologi meliputi: (1) berasal dari sitem kepercayaan yang umumnya berdasar pada pandangan masa lalu seperti sejarah atau dongeng; atau kombinasi kedua-duanya; ( 2) suatu penafsiran sebagai keinginan masa lalu untuk memastikan rencana dalam mencapai keberhasilan; usaha untuk menerapkan ideologi membuat rancangan kebijakan menyempurnakan beberapa tindakan sekarang dan masa depan; dan ( 3) tindakan yang berdasar pada arah kebijakan , menuju hasil yang diinginkan.
Kebijakan dirancang sebagai pendukung perubahan bidang pendidikan. Keberhasilan dalam menerapkan kebijakan ini diantisipasi dengan meningkatkan ilmu pengetahuan dan matematika serta kompetensi, pencapaian prestasi akademis yang tinggi.

Penggunaan Idiologi untuk Menciptakan Konsensus
Ideologi, merupakan ungkapan kepercayaan suatu kelompok, untuk menciptakan suatu gagasan bersama, hasil, dan komitmen. Berfungsi untuk menggolongkan identitas dan menyatukan pembangkit “perasaan” atau gagasan kelompok solidaritas. Asumsi tentang dunia dan masyarakat yang dipeluk oleh ideologi tertentu mengutamakan kepentingan umum dan digunakan untuk mengembangkan kebersamaan, kesetiakawanan, dan persetujuan antar anggota kelompok.

Ideologi dan Harapan
Sebagai bagian dari proses pembentukan konsensus sosial, ideologi juga berperan untuk membentuk pandangan diri seseorang dan masyarakat. Penggunaan ramalan adalah tidak tepat. Mengacu pada cara yang ditempuh oleh kita dengan beralasan mengorganisir atau “mengumpulkan” gagasan tentang sosial, politis, ekonomi, dan konsep pendidikan, kecenderungan peristiwa.
Ideologi berpengaruh membentuk pandangan seseorang tidak hanya hubungan eksternal sosial, politis, ekonomi, dan sistem pendidikan tetapi juga membentuk perasaan seseorang atau identitas dan harga diri.

Ideologi berfungsi Fleksibel
Dalam membangun komitmen dan konsensus, ideologi bertukar-tukar mudah disesuaikan . Ideologi dalam membangun konsensus mencakup ideologi yang memahami berbagai perbedaan dan yang monolitis. Sepanjang sejarahnya, telah ada pembahasan di Amerika Serikat tentang pindahnya kelompok baru di masyarakat Amerika. Dalam diskusi terbagi antara yang melawan perpindahan Amerikanisasi dan membantah budaya pluralisme.
Kebijakan pendidikan menurut penafsiran ideologi monolitis membentuk lingkungan pergaulan sekolah (kurikulum tersembunyi) dan yang formal atau kurikulum formal. Berlawanan dengan konsep karakter monolitis Amerika, mereka menggunakan banyak ideologi melihat budaya masa lalu Amerika dalam suatu pandangan yang lebih bervariasi dan lebih luas.

Idiologi dan Filosofi
Walaupun mungkin nampak sukar untuk membedakan antara filosofi dan ideologi. Kita seharusnya mencoba untuk membedakannya. Filosofi tradisional dibahas di awal, yakni Idealisme, Realisme, dan Thomisme, didasarkan pada suatu pandangan metafisis. Filosofi tersebut, menerangkan kejadian alam, kemudian memisahkan diri untuk menjawab pertanyaan ” Apakah riil?” secara umum, memisahkan, dan terminologi alam. Sebaliknya, ideologi berupa kontek dan nyata. Dalam kontek, berarti bahwa Ideologi berhubungan dengan waktu, sejarah asal-usul tempat, dan terjadinya bumi, situasi ekonomi, politis, kemasyarakatan.
Idiologi memiliki arti penyelidikan, ekonomi, politik, dan masyarakat. Penafsiran masa lalu, sejarah, mitos, atau kombinasi keduanya, dan penafsiran program dan kebijakan. Lain halnya dengan arti filosofi, ideologi berorientasikan pada tindakan. Sebagai dasar pemikiran untuk menjelaskan tindakan.
Berlawanan dengan arti filosofi spekulatif atau analisa penyelidikan, fungsi ideologi untuk menjelaskan tujuan kelompok pada masa lalu, serta sejarah dan merubah sumber daya untuk mencapai target melalui rencana. Dalam menciptakan komitmen dan kesetiaan, penganut ideologi menggunakan berbagai teknik untuk mempengaruhi emosi menuju yang rasional. Ideologi juga memiliki unsur retoris atau jurnalistik, yang mempengaruhi pengembangan komitmen serta menyempurnakan, biasanya tidak termasuk dalam philosophy.
Walaupun ada perbedaan antara filosofi dan ideologi, ada juga hubungan. Beberapa ideologi menggunakan konsep philosophi tertentu dan digunakan untuk mencari perumusan kebijakan dan tindakan.

Pertanyaan :
1. Menguji hubungan perumusan penyelesaian antara kebijakan dan ideologi.
2. Meneliti fungsi dari ideologi.
3. Meneliti asal-usuldan perkembangan konsep ideologi.
4. Meneliti fungsi ideologi sebagai penafsiran dari masa lalu.
5. Penggunaan konsep ” ideologis continuum,” untuk meneliti suatu jaman dalam kebijakan pendidikan.
6. Meneliti peran ideologi dalam membentuk identitas kelompok dan konsensus.
7. Membandingkan Amerikanisasi dan berbagai budaya dalam membangitkan konsensus.
8. Bagaimana lingkungan pergaulan sekolah membentuk menurut pandangan sosial, ekonomi, dan politik?
9. Teliti dan identifikasi contoh ” kurikulum yang tersembunyi.”
10. Bagaimana cara yang formal, kurikulum mencerminkan pandangan ideologi?
Pustaka:
APPLE. MICHAEL W. Ideology and Curriculum. London: Routledge & Kegan Haul. 1979.
APTER. DAVID E. (ed.). Ideology and Discontent. New York: Free Press. 196-4.
BALLINGER, STANLEY K. The Nature and Function of Educational Policy. Bloomington, Ind.: Center for the Study of Educational Policy. Department of History and Philosophy of Education. Indiana University, 1965.
BARTH, HANS. Truth and Ideology. Berkeley: University of California Press, 1976.
BELL. DANIEL. The End of Ideology. New York: Collier Books. 1961.
BERNIER, NORMAND R, and WILLIAMS, JACK. Beyond Beliefs: Ideological Foundations of American Education. Englewood Cliffs, N.J.: Prentice Hall, 1973.
EDEL, ABRAHAM. Interpreting Education: Science, Ideology and Value. New Brunswick. N.J.: Transaction Books. 1985.
GUTEK GERALD L._ Education in the United States: An Historical Perspective. Englewood Cliffs, N.J.: Prentice-Hall. 1986.
HACOPIAN, MARK N. Regimes, Movement, and Ideologies: A Comparative Introduction to Politi¬cal Science. New York: Longman. 1978. LICHTHEIM. GORCE. The Concept of Ideology and Other Essays. New York: Vintage Books, 1967.
MANNHEIM, KARL. Ideology and Utopia, New York: Harcourt, Brace. 1936.
MARK, MAX. Modern Ideologies. New York: St. Martin’s Press, 1973.
NATIONAL COMMISSION ON EXCELLENCE IN EDUCATION, A Nation at Risk: The Imperative for Educational Reform. Washington, D.C.: Government Printing Office. 1933.
PRATTE, RICHARD. Ideology and Education, New York: D. McKay. 1977.
TASK FORCE ON EDUCATION FOR ECONOMIC GROWTH. Action for Excellence. Denver, Colo,: Education Commission of the States, 1983. WATKINS, FREDERICK M. The Age of Ideology-Political Thoughts, 1750 to the Present. Englewood Cliffs, N.J.: Prentice-Hall. 1964. WAXMAN, CHAIM I. (ed.). The End of Ideology Debate. New York: Simon & Schuster. 1969.

Analisis dan Pembahasan:
Pada Bab 9 membahas ideologi serta dampaknya pada pendidikan secara umum dilanjutkan dengan perumusan kebijakan dan dampaknya terhadap pendidikan..Sejak abad ke-18, ideologi telah membentuk dan mengungkapkan gagasan-gagasan sosial, politik, ekonomi dan pendidikan. Pelaksanaan ideologi secara besar-besaran terjadi pada jaman revolusi, seperti revolusi Amerika tahun 1776, revolusi Perancis tahun 1789, revolusi Bolshevik tahun 1917, dan revolusi komunis Cina tahun 1949.
Walaupun ada beberapa bukti bahwa liberal mendekati ke pembangunan ekonomi dan kebijakan sosial secara umum sudah mencapai puncak, beberapa dekade yang lalu sudah melihat keberhasilan yang luar biasa seperti ” pasar bebas” bahkan untuk membangun program kesehatan, kesejahteraan dan pendidikan, serta menambah perhatian pada keadilan dan lingkungan.
Ideologi memiliki peranan penting bagi pendidikan baik formal maupun informal. Ideologi tertentu seperti Liberalisme, Konservatif, Sosial atau Fasisme, menjadi sebuah model yang disukai para tokoh. Pengikut ideologi melukiskan gambaran yang memiliki makna bersifat historis, sosiologis, politis dan ekonomis. Ideologi berpengaruh pada pendidikan informal, khususnya media massa, surat kabar, perfilman, radio dan televisi, sama halnya pada pendidikan formal seperti sekolah yang menciptakan kurikulum terselubung dan kurikulum resmi, program yang nyata. Sejak munculnya bangsa modern, ideologi telah mempengaruhi pembuatan kebijakan dan pelaksanaan kebijakan di berbagai bidang seperti ilmu ekonomi, teknologi, dan pendidikan. Kebijakan di bidang pendidikan, program dan pelatihan, menyebabkan pengaruh langsung pada pendidikan di sekolah.
Ideologi sering diartikan sebagai sistem keyakinan suatu kelompok terutama di dalam hal sejarah, sosial, politis, dan ekonomi, seperti budaya tertentu. Penafsiran Ideologi beranggapan bahwa bagaimana masa lalu itu menciptakan dan membentuk keadaan individu dan kelompok sekarang; dari penafsiran ini timbul suatu teori perubahan sosial yang mencari dan untuk memprediksi perkembangan sosial pada masa yang akan datang. Idiologi yang berorientasi pada tindakan, digunakan untuk mengarahkan kebijakan politik, sosial, ekonomi dan pendidikan., digunakan sebagai alat dalam mencapai kebijakan. Ideologi berperan untuk memberikan legitimasi teoritis terhadap pandangan, aspirasi, program dan tindakan suatu kelompok.
Dampak ideologi pada pendidikan modern sangat fundamental, yaitu filosofi, psikologi, dan sosiologi. Bangsa eropa yang pertama kali memulai idiologi kemudian berlomba-lomba dan bersaing untuk baik individu, kelompok, dan bangsa-bangsa.
Ideologi adalah suatu kepercayaan kelompok, norma-norma, dan identitas, yang berdasar pada tempat, waktu, dan pengelompokan anggota. Filosofi mengakui keterkaitan semua orang secara terus menerus. Ideologi liberalisme mencetuskan hak individu secara pribadi melawan aristokrasi yang tetap. Konservatisme mengikuti, untuk mengajak merubah institusi tradisional. Semua pendidikan dikondisikan dan dibentuk oleh ideologi, serta melindungi ideologi yang dominan tersebut. Para guru tidak hanya menyampaikan teori saja tetapi harus diaplikasikan. Para guru harus berpihak kepada apa yang benar, dan melawan yang tidak benar.

Simpulan:
Ideologi, sebagai sistem kepercayaan suatu kelompok, merupakan penekanan dalam membentuk kesadaran sosial, norma, dan sikap. Meski dalam perkembangannya melibatkan seluruh masyarakat, ideologi mempunyai suatu dampak tertentu pada pendidikan dan sekolah. Fungsinya dalam bidang pendidikan informal untuk membentuk pandangan sosial dan harapan. Di sekolah, faktor ideologi membentuk kepribadian di lingkungan sekolah dan “kurikulum tersembunyi” seperti halnya kurikulum formal.Walaupun ada kesamaan antara philosofi dan ideologi, akirnya ada perbedaan orientasi sehubungan terjadinya alam. Bab ini berisi dua bagian yang menguraikan dasar ideologi pendidikan dengan menguji hubungan ideologi klasik seperti Liberalisme, Konservatifisme, Kelompok Sosialisme, Marxisme, dan Fasisme bagi kebijakan pendidikan dan sekolah.

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: